Prognosis: Film Animasi Tanpa Kata Namun Penuh Cinta

Rabu, Desember 02, 2020

Bagi penggemar stand up comedy, tentunya tak asing dengan nama Ryan Adriandhy, pemenang Stand Up Comedy Indonesia Season 1 yang digelar Kompas TV tahun 2011.

Ryan memang lama tak muncul di layar kaca, meski begitu bukan berarti ia tak berkarya, karena kini ia kembali dengan sebuah prestasi baru atas karya film animasi garapannya bertajuk Prognosis. 

Berawal dari Thesis

Beberapa tahun terakhir, Ryan memang melanjutkan kuliah animasi di Amerika, tepatnya di School of Film and Animation, Rochester Institute of Technology. Dan sebelum wisuda, Ryan berhasil menyelesaikan Thesis dalam bentuk film animasi pada tahun 2019.

Ryan banyak bercerita tentang film animasinya ini di akun twitternya @Adriandhy, termasuk bagaimana ia bercerita bahwa film ini membuatnya belajar banyak hal, tentang kesabaran, semangat, juga menikmati proses. 

Baca Juga: TILIK, Bu Tejo dan Realita di Sekitar Kita

Tanpa Kata

Film animasi 2D ini berkisah tentang seorang anak yang menemukan sebuah robot luar angkasa saat ia mencari barang-barang bekas di sungai dekat rumahnya. Robot yang ia bawa, ternyata diam-diam bergerak dan merekam segala hal yang terjadi di dalam rumah. 

Film Prognosis yang berdurasi 10 menit 24 detik ini dibuat tanpa kata, hanya ada beberapa hentakan atau lenguhan ekspresif dari tokoh-tokohnya.  Meski begitu, setiap orang yang menontonnya akan tahu bahwa ekspresi tokoh yang ada dalam film ini lebih kuat daripada sekadar kata-kata. 

Seperti halnya ekspresi yang diperlihatkan dalam hubungan anak dan ayah di film ini. Hubungan mereka begitu dingin setelah kepergian ibu dari anak tersebut. Sang Ayah tak pernah tahu bagaimana cara mengekspresikan cinta untuk anaknya, karena ia sendiri terkurung dalam kehilangan dan kerinduan yang teramat dalam pada istri tercinta.  

Baca Juga: Kepingan Rindu yang Berserakan dalam Film Natalan

Ekspresi Terabaikan

Sang anak laki-laki yang selalu melihat ekspresi dingin dari ayahnya tentunya menganggap bahwa ayahnya tak sayang padanya. Sang anak pun terlihat mencari perhatian ayahnya, salah satunya ketika anak laki-laki menukar gelas minum ayahnya dengan robot yang ia temukan. 

Ekspresi terabaikan dari diri anak laki-laki tersebut juga terlihat tatkala ia mencoret bahkan mengganti gambar wajah ayahnya dengan gambar robot. 

Sang ayah sendiri terlihat tak mampu mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya pada anaknya, karena ia hanya bisa menangis seorang diri di kamar, meratapi kehilangan dan kerinduan.

Untuk menutupi perasaannya, sang ayah selalu berusaha tegar, keras dan dingin, meski dalam hati yang terdalam terasa remuk redam.

Nominasi FFI 2020

Saya melihat Ryan telah berusaha keras dalam pembuatan film ini, ia tak hanya memberikan goresan dan gambar yang menakjubkan, tapi ia juga menyelipkan cinta pada setiap adegan di film ini, hingga setiap penonton yang menontonnya mampu merasakan makna yang tersimpan di film animasi pendek ini.

Dari apa yang Ryan sajikan di Film Prognosis ini, maka tak heran jika akhirnya Film Prognosis masuk ke dalam Nominasi FFI 2020 kategori Animasi Pendek Terbaik yang hasilnya akan diumumkan tanggal 5 Desember 2020 di channel Youtube Festival Film Indonesia. 

Film untuk Keluarga Indonesia

Hubungan dingin antara ayah-anak seperti yang ada di Film Prognosis ini sebenarnya banyak dialami para orang tua dan anak. Tak hanya orang tua tunggal yang bisa mengalaminya, namun juga orang tua yang masih lengkap (ada ayah dan ibu) juga bisa memiliki hubungan dingin dengan anak. 

Tak bisa dipungkiri, ada banyak orang tua tak bisa mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya pada anak, begitu juga sebaliknya. Hingga hubungan orang tua dan anak akhirnya mengalami kekakuan, bahkan bisa jadi diam-diam tumbuh kebencian. 

Saya berharap Prognosis bisa menjadi tontonan bersama keluarga Indonesia, dimana anak dan orang tua bisa sama-sama belajar tentang cinta meski tanpa kata-kata, karena sesekali orang tua dan anak perlu untuk saling berpelukan atau bergandengan tangan untuk mengekspresikan rindu dan cinta.  

Bagi yang ingin menonton Film Prognosis ini bisa ke channel youtube milik Ryan Adriandhy :)





Read More

Ramalan Cinta Tania

Senin, November 23, 2020

        Tania adalah cewek yang ramalanholic. Ia sangat percaya dengan ramalan dan selalu mengaitkan kehidupan sehari-harinya dengan ramalan. Suatu hari ada peramal yang mengatakan jika air akan mendekatkan jodohnya. Tania percaya jika itu yang dimaksud peramal itu adalah Doni, cowok keren di sekolah. Ternyata Tania salah, Doni sudah jadian dengan orang lain. Tania jadi putus asa, hingga kemudian air benar-benar mendekatkannya dengan seorang cowok, bukan Doni, tapi Panji, cowok yang sudah menyukai Tania sejak SD hingga kini mereka duduk di bangku SMA.

Jantung Bulan (Sumber: Stux/Pixabay)


    
    “Gue yakin banget, Dil. Doni itu adalah pangeran yang dikirim Tuhan buat gue,” ucap Tania dengan berapi-api.

Sepanjang koridor menuju kelas Dila hanya bisa mengangguk-angguk, nggak ngerti harus komentar apa. 

        “Lo yakin Doni emang jodoh lo?” tanya Dila kemudian.

        “Menurut ramalan bintang dan ciri-ciri yang dibilang Madam Jilo sih gitu. Madam Jilo bilang kalau jodoh gue itu udah deket dan ada di sekitar gue. Doni banget, kan?”

        Sebenarnya dalam hati Dila agak menyesal juga kenapa mengiyakan ajakan Tania ke tempat Madam Jilo pas ada Festival di sekolahnya minggu lalu. Akibatnya Tania jadi makin cerewet banget masalah Doni. Tania emang Ramalanholic. Bisa dibilang semua yang dilakukannya tiap hari itu berlandaskan ramalan.

        Pernah suatu hari di hari pertama MOS, Tania pakai pita warna ungu. Padahal jelas-jelas panitia MOS nyuruhnya pakai pita merah putih. Itu karena ramalan bintang di majalah langganan Tania bilang kalau ungu adalah warna keberuntungannya minggu ini. Akibatnya bisa ditebaklah, Tania dihukum suruh lari keliling lapangan sekolah.

        Nggak cuma itu aja, Tania pernah rela jalan kaki dari rumah sampai sekolah yang jaraknya dua kilometer lebih, gara-gara ramalan bintang bilang kalau soal kesehatan, Tania harus perbanyak jalan kaki. Secara Tania enggak pernah jalan kaki jauh, sesampainya di sekolah Tania pun pingsan dengan sukses.

        Dila yang udah jadi soulmatenya Tania sejak kecil pun cuma bisa garuk-garuk kepala ngadepin temennya.

        “Lo kok masih percaya ramalan gituan, sih? Kalau menurut gue, ya. Ramalan itu buat jaga-jaga ke depan. Bukan untuk dipercaya seratus persen,” nasihat Dila sambil membetulkan letak kaca matanya yang melorot gara-gara hidungnya mancung ke dalam.

        “Dil, lo nggak inget kalau banyak ramalan tentang gue yang pas? Apalagi soal Doni,” Tania duduk di salah satu bangku diikuti Dila saat mereka sudah sampai di kantin.

        “Soal jodoh lo?” tanya Dila.

        “Yup, betul banget,” jawab Tania.

Tania pun mulai menjabarkan ramalan-ramalan penting yang menurutnya berkaitan dengan Doni. Pertama,  ramalan bintang kalau tak lama lagi ada pangeran yang akan datang. Dua hari kemudian ada murid baru yang gantengnya kayak Afgan, yaitu Doni.

Kedua, di ramalan bintang tertulis kalau tak lama lagi orang berbintang Leo kayak Tania bakal lebih dekat dengan jodohnya. Ternyata saat praktikum belah kodok, Tania satu kelompok dengan Doni. 

        Ketiga, ramalan bintang juga bilang kalau asmaranya lagi tak menentu, menurut Tania itu bisa dilihat pas Doni maju ke depan kelas saat disuruh ngerjain soal Kimia dan Doni nggak bisa. Itu bikin hati Tania ikut tak menentu. 

        “Itu mah, bisa-bisanya lo aja, Ta. Apalagi ramalan bintang yang terakhir lo sebutin itu. Mana ada ramalan asmara disambungin sama Doni yang nggak bisa ngerjain soal Kimia,” ujar Dila sewot.

        “Ya, bisa dong. Doni yang bingung ngerjain soal Kimia, bikin hati gue ikutan nggak menentu.” Tania mempertahankan pendapatnya.

        “Coba kalau gue pinter Kimia, pasti gue bakal maju ke depan kelas dan bantuin dia. Pahlawan banget gitu,” khayal Tania.

        “Kenapa lo nggak bantuin dia?”

        “Kan gue udah bilang, Dila. Coba kalau gue pinter Kimia. Kan lo tahu sendiri kalau soal itung-itungan gue sukanya nyolek lo,” Tania nyengir sambil kemudian merangkul leher Dila yang bikin Dila megap-megap sesak nafas.

        “Ta, gue gak bisa nafas,” Dila mencoba melepas pelukannya dari Tania.

        “Eh, sori-sori,” Tania minta maaf sambil nyengir.

        “Tapi, maksud Madam Jilo air akan mendekatkan gue sama jodoh gue apa ya, Dil?”

        “Mana gue tahu, jodoh lo tukang gali sumur, kali,” jawab Dila sekenanya.

        “Idiiiiih, Dilaaa,” teriak Tania.

***

        Tania memang masih teringat dengan ucapan Mama Jilo hari minggu kemarin. Tania dan Dila datang ke Madam Jilo yang lagi buka stand di acara festival musik SMA di sekolah. 

        “Dil, ke situ, yuk,” ajak Tania seraya menunjuk ke salah satu stand yang bentuknya kayak tenda musafir dengan tulisan ‘Madam Jilo’ di atas pintunya.

        “Ngapain, sih?” tanya Dila enggan.

“Bentar aja. Pliiiis,” Tania merajuk seraya menarik lengan Dila. Akhirnya Dila pun melangkah mengikuti Tania. 

Mereka pun masuk ke tenda kecil berwarna putih yang di pintunya dihiasi gantungan ronce manik-manik. Sesampainya di dalam, pandangan mereka tertuju pada sebuah bola kaca yang bersinar. Di belakang bola kaca ada seorang perempuan bergaya gipsi yang sedang memainkan tangannya di sekitar bola kaca.

“Silakan duduk,” perintah Madam Jilo.

Tania dan Dila mengikuti perintah Madam Jilo.

“Pasti mau tanya soal jodoh, ya?” 

“Iya betul, Madam,” jawab Tania dengan mata berbinar.

Madam Jilo memejamkan matanya dan memutar bola kaca di depannya.

“Jodohmu sudah dekat, dia ada di sekitarmu. Air akan semakin mendekatkan kalian berdua.” Madam Jilo menjelaskan sambil tetap memutar tangannya di sekitar bola kaca.

***

        “Balik ke kelas, yuk,” ajak Tania setelah menghabiskan satu mangkuk bakso dan segelas es teh manis.

        “Yuk, udah mau masuk. Habis ini kan Pak Johan, bisa disuruh tutup pintu dari luar kalo telat,” ujar Dila seraya menyeruput tetes terakhir es cendolnya.

        “Gue ke kasir dulu, ya.” Tania pun meluncur ke arah kasir.

Tiba-tiba ....

        “Aaaarrrgh.” Dila yang masih asyik menghabiskan es cendolnya kaget mendengar teriakan Tania. 

        “Aduh, maaf banget. Gue nggak sengaja,” ucap cowok berbadan jangkung yang ternyata Doni.

        “Iya, ng... nggak apa-apa kok, gu... gue yang salah,” ujar Tania terbata.

        “Kenapa, Ta? Kok baju lo basah gini?” tanya Dila yang nggak sempet lihat adegan sebab histerisnya Tania.

        “Sorry, gue tadi nggak sengaja nabrak Tania. Jus yang gue bawa tumpah ke bajunya,” jelas Doni dengan wajah bersalah

  “Enggak apa-apa kok, Don. Yuk, Dil,” Tania yang gugup menghadapi Doni pun akhirnya menarik tangan Dila untuk segera kembali ke kelas. 

***

“Kayaknya baru lo aja, Ta. Orang yang bajunya ketumpahan jus tapi malah seneng,” kata Dila saat melewati lapangan basket sepulang sekolah.

“Gimana gue nggak seneng, Dil? Yang nabrak gue itu Doni, dan yang numpahin jus ke seragam gue itu juga Doni,” kata Tania girang.

“Terus... gue harus bilang wow, gitu?”

“Iya, dong. Lo harus bilang wow!”

“Heiii, lagi ngomongin apa, sih? Lagi ngomongin gue, ya?” Panji tiba-tiba datang dan menyejajari langkah mereka berdua.

“Idiih, jangan ge er, lo. Ngapain juga ngomongin lo, kurang kerjaan banget,” ujar Tania sewot.

“Aduuh, yayang jangan sewot gitu, dong. Ntar ilang lho cantiknya,” Panji cengar cengir.

“Yayang... yayang.... Jangan sembarangan, ye. Nama gue Tania, bukan Yayang. Udah yuk, Dil. Tinggalin cowok sableng ini.” Tania menarik Dila pergi menjauh dari Panji.

Panji yang ditinggal sendirian pun berteriak dari tempatnya berdiri.

“Tania... gue sayang sama lo.” Teriakan keras Panji sontak membuat semua mata murid yang baru keluar kelas memandang ke arahnya.

Tania pun kaget dan berlari meninggalkan sekolah sebelum dibuat lebih malu lagi oleh Panji.

***

“Dil, ternyata bener apa yang dikatakan sama Madam Jilo,” ujar Tania dari atas tempat tidur di kamarnya.

“Maksud lo?” Dila yang sedang membolak-balik buku fisikanya menoleh pada Tania.  

“Soal air akan mendekatkan gue sama jodoh gue.”

“Tania sayang... lo itu cuma nggak sengaja ketumpahan jus, bukan kesiram air seember.” 

“Justru itu, Dil. Yang nggak sengaja itu biasanya jodoh.” Tania mempertahankan pendapatnya.

“Terserah lo aja deh, yang penting PR Fisika ini dikelarin dulu.” Dila yang emang langganan rangking satu itu mulai mengalihkan perhatiannya lagi ke buku Fisika di depannya. 

“Gue ngikut lo deh, kalo udah kelar. Nanti gue nyontek aja. Lo kan tahu otak gue pas-pasan kalo itung-itungan. Gue mau baca ramalan bintang gue minggu ini dulu.” Tania nyengir kuda sambil membolak-balik majalah yang baru dibelinya sepulang sekolah tadi.

Dila hanya bisa menghela nafas dan kembali menekuni soal-soal Fisika di hadapannya.

***

“Nih, udah selesai.” Dila mengangsurkan buku Fisikanya pada Tania yang masih asyik baca majalah.

“Gila! Cepet banget. Gue aja belum kelar baca majalah.” Tania kagum dengan kehebatan Dila yang emang encer banget otaknya. Nggak salah deh jadi siswa berprestasi tiap tahunnya.

“Siapa dulu, dong. Gue gitu. Udah sana kerjain.” Tania mulai mengerjakan atau lebih tepatnya menyalin jawaban PR Fisika Dila.

Tania sebenarnya cewek cantik dan pintar, tapi males kalau udah urusan angka. Tania emang males kalau suruh hitung-hitungan, kecuali hitung duit, hehehe. Tania lebih berbakat di bidang mengarang, makanya Dila selalu mengandalkan Tania kalau ada tugas Bahasa Indonesia. Jadi simbiosis mutualisme gitu.

“Akhirnya selesai juga.” Tania merentangkan tangannya, mengendurkan otot-ototnya yang kaku karena nyalin jawaban Fisika yang njlimet.  

“Ta, gue boleh nanya gak?” tanya Dila dari balik majalah yang ia baca.

“Serius amat. Tanya aja.”

“Lo nggak ada rasa gitu sama Panji?” Ditanya seperti itu Tania langsung melotot ke arah Dila.

“Enggak, kenapa?”

“Dia kan cinta mati sama lo dari SD, Ta. Kita bertiga itu udah jadi temen dari kecil dan gue itu tahu banget kalau Panji udah naksir lo dari zaman kuda gigit besi,” ujar Dila.

“Emang sekarang kuda gigit apa?”

“Gigit Hot dog,” jawab Dila agak senewen.

“Ta, ingat nggak pas lo dihukum gara-gara pake pita ungu? Dia bela-belain bikin kesalahan biar dihukum kakak kelas, terus bisa nemenin lo lari keliling sekolah,” jelas Dila.

“Iya, gue tahu. Terus?”

“Terus lo nggak ingat pas lo pingsan gara-gara jalan kaki dari rumah cuma karena nurutin ramalan majalah. Dia kan nemenin lo di UKS sampai lo sadar.”

“Tapi gue nggak cinta sama dia, Dil. Gue cuma cinta sama Doni. Titik. Udah deh, nggak usah ngomongin Panji, enakan ngomongin ramalan di majalah minggu ini. Kata ramalan bintang di majalah, cowok yang gue idamkan bakal nyatain cinta ke gue.”

“Gue nggak yakin,” potong Dila.

“Aduh, Dil. Jangan gue jadi patah semangat gitu, dong.”

“Bukannya gue mau bikin lo patah semangat, Ta. Gue cuma mau bikin lo belajar realistis aja.” 

“Tapi nggak ada salahnya kan gue berharap,” ucap Tania.

“Nggak ada salahnya juga kan lo buka hati buat Panji,” goda Dila yang disambut lemparan bantal oleh Tania.

***

“Dila, lo dimana?” suara Tania terdengar terbata di ujung telpon.

“Gue di rumah, Ta. Lo kenapa? Lo nangis?” tanya Dila panik.

“Ramalan itu bohong, Ra.” Tanpa aba-aba, tangisan Tania pun meledak dan semakin keras. Di tengah tangisnya, Tania bercerita kalau dia baru saja bertemu dengan Doni saat mengantar mamanya belanja ke Mall. Tapi Doni tak sendiri, dia bersama Helen, dan mereka ternyata sudah jadian sejak seminggu yang lalu.

“Gue ke rumah lo, ya, Dil,” pinta Tania di tengah isaknya.

“Oke, ke sini aja,” jawab Dila cepat.    

***

Tania berjalan kaki ke rumah Dila karena jarak rumah mereka memang dekat, masih satu komplek. Sepanjang jalan Tania hanya melamun sambil menahan air matanya. Namun, tiba-tiba Tania berteriak ketika ia mendapati bajunya sudah basah kuyup.

“Siapa yang nyemprot air sembarangan, sih?!” Tania mulai sewot.

“Tania..., maaf Ta, gue nggak sengaja. Serius gue nggak lihat, gue lagi nyuci mobil, eh, tiba-tiba lo lewat. Kesemprot, deh.” Ternyata yang baru saja menyemprotnya dengan air hingga basah kuyup adalah Panji.

Tania menatap Panji, Tania ingin marah, tapi ia justru menangis.

“Aduh, jangan nangis, dong. Gue nggak sengaja, Ta.” Panji segera mendekati Tania yang menangis.

Panji bingung bagaimana menenangkan Tania, ia makin bingung ketika tiba-tiba Tania memeluknya dan menangis di pundaknya. Panji pun membalas pelukan Tania dan berharap tangis cewek yang dicintainya itu segera mereda.

Tania menangis bukan karena tersemprot air, tapi karena hatinya masih sakit karena patah hati.

Dalam tangisnya, Tania teringat kembali dengan ramalan Madam Jilo. Air akan mendekatkan Tania dengan jodohnya. Entah Panji itu benar jodohnya atau tidak. Yang pasti saat ini Tania ingin menangis dalam pelukan Panji, cowok yang diam-diam telah mengisi hatinya. (*)




Read More

Membersihkan Botol Bayi Dengan Sabun Pencuci Khusus

Selasa, November 17, 2020

Sabun pencuci botol bayi yang baik digunakan untuk bayi adalah yang tidak mengandung bahan-bahan kimia sehingga dapat mengganggu kesehatan bayi. Daya tahan tubuh mereka, apalagi yang masih berusia dibawah 1 tahun masih belum kuat sehingga sangat beresiko terserang disentri, diare dan penyakit pencernaan lainnya. 

Sleek Baby adalah produk terpercaya untuk mencuci botol bayi
Sleek Baby pencuci botol (Sumber: sleekbaby.co.id)

Tolak Ukur Sabun Cuci yang Aman untuk Bayi

Banyak sekali produk sabun pencuci botol bayi terbaik yang dijual dipasaran, meski demikian kita tidak boleh asal dalam memilih produk sebab meskipun label produk tersebut khusus untuk bayi tapi belum menjamin kandungan bahan yang ada di dalamnya. 

Berikut ini adalah beberapa tips memilih produk sabun cuci yang aman untuk bayi diantaranya sabun cuci merupakan produk yang dimiliki oleh sebuah merk produk khusus bayi dan anak, pada kemasannya tertera produk tersebut food grade yang berarti bahannya terbuat dari bahan yang aman untuk anak dan bebas paraben. 

Tips berikutnya adalah sabun berbentuk cair dengan formula yang kental sehingga mudah terurai oleh air dan tidak meninggalkan bekas. Sabun juga harus lembut di kulit, karena pada beberapa kasus sabun cuci bisa menyebabkan kulit tangan menjadi kasar dan panas. Selain itu perlu mempertimbangkan menggunakan produk yang dikeluarkan oleh merk terkenal karena itu berarti produk tersebut memiliki kepercayaan yang tinggi dari konsumennya.

Selain memperhatikan kualitas sabun cuci, para ibu juga harus memperhatikan langkah-langkah yang benar dalam mencuci botol bayi guna menjaga higienitasnya. Langkah-langkah dalam mencuci botol bayi secara benar yakni membilas botol dengan air panas agar sisa susu pada botol hilang dan proses mencucinya lebih mudah. Selanjutnya membersihkan botol menggunakan sabun pencuci botol bayi seperti Sleek Baby pembersih botol. Sleek Baby juga menyediakan produk-produk kebutuhan bayi seperti sabun atau minyak telon bayi.

Setelah mencuci dengan sabun, botol bayi harus dibilas dengan air yang mengalir, menstrerilkan botol agar kuman dan bakteri yang ada dalam botol mati, yang terakhir adalah mengeringkannya secara alami namun jika botol akan segera digunakan maka lap terlebih dahulu dengan menggunakan tisu atau lap yang steril.(*) 





Read More

Han Ji Pyeong, Second Lead ‘Start-Up’ yang Bikin Baper Penggemar K-Drama

Rabu, November 11, 2020

Second lead syndrome kembali menyerang para pecinta K-Drama. Kali ini disebabkan kehadiran Han Ji Pyeong, sosok Second Lead Male di drama Start-Up.

Second lead syndrome sendiri adalah ungkapan perasaan penonton yang lebih menyukai tokoh second lead dibandingkan main lead di dalam drama atau film.  

Memang tak bisa dipungkiri, sosok Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) sudah menarik perhatian penonton sejak Start-Up episode 1. Alih-alih mendukung Nam Do San (Nam Jo Hyuk), para penonton, termasuk saya justru jatuh hati pada Han Ji Pyeong. 

Han Ji Pyeong adalah tokoh second lead di Drama Start-Up yang diperankan Kim Seon Ho
Kim Seon Ho as Han Ji Pyeong

Sejujurnya, selama jadi penonton K-Drama, baru kali ini saya mengalami Second Lead Syndrome, karena sebelum-sebelumnya kapal dukungan saya selalu berlayar dengan indah. 

Misalnya saja di Reply 1988, saya pendukung Choi Taek sejak awal. Begitu juga di Extraordinary You, saya masuk ke dalam Tim Ha-Ru. Lalu kenapa kali ini, saya dan banyak sekali penonton Start-Up yang mendukung Han Ji Pyeong? 

Bahkan, di media sosial sendiri, khususnya twitter, setiap kali Start-Up tayang, nama Han Ji Pyeong, #TimHanJiPyeong, atau #TeamJiPyeong selalu masuk ke dalam trending topic. Padahal, berharap pada second lead adalah patah hati yang paling disengaja. Sebenarnya ada apakah ini?

Baca Juga: 5 Drama Korea Inspiratif, dari Dream High Hingga Start Up

Setelah saya perhatikan, ada beberapa alasan kenapa pendukung Han Ji Pyeong ini begitu banyak, termasuk selebgram dan selebtweet Alexander Thian, Arief Muhammad, dan Raden Rauf

1. Han Ji Pyeong Anak Baik

Sejak episode pertama Han Ji Pyeong sudah disebut sebagai anak baik oleh Nenek Seo Dal Mi. Sosok Han Ji Pyeong yang mau membantu Nenek Dal Mi menulis surat, kemudian menahan diri untuk nggak ambil uang tabungan Nenek Dal Mi menunjukkan bahwa Han Ji Pyeong memang memiliki kebaikan dalam hatinya. 

Kebaikan-kebaikan Han Ji Pyeong ini tentunya perlu diganjar dengan kebahagiaan juga, tak hanya soal harta, tapi juga cinta dari Seo Dal Mi.

2. Cinta Pertama Seo Dal Mi

Han Ji Pyeong sebagai penulis surat atas nama Nam Do San adalah cinta pertama Seo Dal Mi. Han Ji Pyeong lah yang berhasil menemani Seo Dal Mi di masa-masa sulit lewat surat-surat yang ia tulis hingga harapan-harapan dalam diri Seo Dal Mi terus tumbuh dan ia dapat bertahan hingga ia dewasa. 

Tanpa disadari, Han Ji Pyeong juga bahagia dengan kebiasaannya berkirim surat dengan Dal Mi hingga ia mampu mencurahkan perasaannya. Bahkan, Seo Dal Mi juga mampu memahami kenapa Han Ji Pyeong yang menulis dalam suratnya ingin bermain Go Stop saat ia ulang tahun. 

Baca Juga: 10 Rekomendasi Drama Korea Terbaik

3. From Zero To Hero

Nam Do San dan Han Ji Pyeong memang sama-sama berangkat dari titik terbawah, namun bedanya, Nam Do San masih memiliki keluarga yang meskipun sering bertengkar tetap selalu mendukungnya, termasuk orang tuanya yang berperan sebagai investor. 

Nam Do San sejak kecil masih memiliki tempat tinggal, memiliki uang, tidak pernah kelaparan, dan juga yang terpenting masih memiliki orang tua. 

Sedangkan Han Ji Pyeong sejak kecil tak memiliki orang tua, hidup di panti asuhan, harus rela menahan lapar di tengah hujan hingga kemudian ia bertemu nenek Seo Dal Mi. 

Han Ji Pyeong berhak mendapatkan kebahagiaan dalam asmara setelah bertubi-tubi kesedihan yang dialaminya. 

4. Selalu Ada Untuk Dal Mi

Banyak orang berpikiran bahwa sikap Han Ji Pyeong membantu Dal Mi hanya karena ingin membalas budi pada nenek Seo Dal Mi. 

Padahal, bukan karena Han Ji Pyeong tidak mencintai Seo Dal Mi, hanya saja ia tipe lelaki yang bingung dengan perasaan yang dialaminya. Bahkan, untuk tahu bagaimana perasaan cemburu saja, dia harus bertanya pada Yeong Sil. Haha. 

Namun, dari semua sikapnya, tak bisa dipungkiri kalau Ji Pyeong sayang banget ke Dal Mi. Lihat saja bagaimana sikap Ji Pyeong yang melindungi kepala Dal Mi saat masuk ke mobil, mengoreksi naskah presentasi Dal Mi, menjawab lebih dari 400 pertanyaan yang dikirim Dal Mi, menjaga tanaman pemberian Dal Mi (meskipun awalnya mau dibuang hahaha), beliin sandal Dal Mi saat sepatunya kena kotoran sapi, hingga jauh-jauh menjemput Dal Mi.


Ibaratnya Han Ji Pyeong ini adalah  suami siaga yang selalu ada untuk Seo Dal Mi. 

Meski selalu mendukung Dal Mi, bukan berarti Han Ji Pyeong selalu mengiyakan semua hal yang dipilih Dal Mi. 

Han Ji Pyeong selalu mendukung Dal Mi, tapi tidak selalu mengiyakan semua pilihan Dal Mi. Inilah yang dibutuhkan Dal Mi untuk masa depannya, sosok yang tak hanya bisa memberikan dukungan, tapi juga bisa bersikap kritis. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis 

5. Dimple Prince yang Humoris

Katanya, cowok tampan akan kalah dengan cowok humoris, trus gimana dong kalau cowok humoris itu juga tampan dan memiliki sebutan sebagai dimple prince kayak Han Ji Pyeong? Tentunya gak ada jalan lain selain menjatuhkan hati padanya. Hahaha. 

Nah, itulah beberapa alasan kenapa banyak penggemar K-Drama yang terkena Second Lead Syndrome gara-gara Han Ji Pyeong. Kalau kamu, apa alasan jatuh hati pada Han Ji Pyeong? Adakah di antara beberapa alasan di atas? (*)


Read More

5 Drama Korea Inspiratif, Membuatmu Makin Semangat Meraih Mimpi

Minggu, November 08, 2020

Salah satu daya tarik drama korea adalah memiliki kisah-kisah yang baru, unik, menarik, dan segar. Banyak yang beranggapan bahwa drama korea hanya menyajikan kisah-kisah romantis antara aktor tampan dan cantik. Padahal, tak sedikit drama korea yang menampilkan tema-tema inspiratif.

Salah satu tema inspiratif yang kerap diangkat dalam drama korea adalah tentang perjuangan meraih mimpi dan cita-cita. Dan berikut ini adalah 5 drama korea inspiratif yang akan membuatmu makin semangat meraih mimpi. 

1. Start-Up (2020)

Poster Drama Start-Up
Poster Drama Start-Up

Drama yang tayang perdana 17 Oktober 2020 di TVN ini mendapat perhatian tinggi dari para penonton. Drama ini bercerita tentang Nam Do San (Nam Joo Hyuk) dan Seo Dal Mi (Bae Suzy) yang memiliki impian untuk berbisnis lewat start-up.

Mereka berjuang untuk merintis usaha mereka lewat Sillicon Valley fiksi ala Korea, bernama Sand Box. 

Nam Do San dan dua temannya yang tergabung dalam perusahaan rintisan Samsan Tech selama bertahun-tahun merintis usaha tak pernah mendapat investor, hingga kemudian mereka berhasil masuk ke Sand Box bersama dengan Seo Dalmi dan memilih Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) sebagai mentor mereka di Sand Box. 

Episode perdana dan kedua drama ini dibuka dengan kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh Nam Do San dan Seo Dal Mi. Ada air mata yang terus mengalir mengiringi kegagalan mereka. 

Mereka yang awalnya terus dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya, akhirnya terus berusaha dan memupuk kepercayaan dalam diri bahwa mereka akan berhasil.

‘Follow Your Dream’ menjadi salah satu kalimat yang membuat mereka percaya bahwa mereka akan bisa meraih apa yang diimpikan. 

Baca Juga: 5 Drama Korea Bertema Medis Terbaik

2. Dream High (2011)

Dream High adalah drama tentang perjuangan menjadi idol
Poster Drama Dream High

Berbicara tentang drama korea dengan tema perjuangan meraih mimpi, Dream High tentunya tak boleh dilupakan.

Drama lawas yang sangat populer pada masanya ini berkisah tentang 6 (enam) remaja yang berjuang di Sekolah Tinggi Seni Kirin agar bisa menjadi bintang di industri musik Korea. 

Goo Hye Mi (Bae Suzy), Song Sam Dong (Kim Soo Hyun), Hyun Si Hyuk (Taechyeon), Yoon Baek Hae (Eunjung), Kim Pil Suk (IU), dan Jason (Wooyoung) memiliki keunggulan masing-masing yang berbeda-beda di bidang musik, dance, dan penulisan lagu. 

Kesalahpahaman, persaingan, dan perselisihan kerap mewarnai hubungan keenam siswa Kirin ini. 

Tak hanya diperankan oleh aktor dan aktris yang tampan serta cantik, namun dalam drama ini juga disuguhkan beragam lagu dan dance yang bagus dan menarik. 

Baca Juga: Review Crash Landing On You

3. Fight For My Way (2017)

Fight For My Way adalah kisah seorang atlet taekwondo
Poster Drama Fight For My Way

Apa jadinya jika pekerjaan saat dewasa sangat bertolak belakang dengan impian saat masih kecil? Hal ini dialami oleh Ko Do Man (Park Seo Joon), dimana saat masih kecil ia adalah atlet taekwondo, namun saat dewasa ia justru bekerja sebagai pembasmi serangga. 

Tak hanya Ko Do Man, sahabatnya Choi Ae Ra (Kim Ji Won) yang saat kecil bercita-cita jadi reporter hingga kemana-mana selalu membawa mic plastik, saat dewasa justru bekerja sebagai customer service di sebuah Mall.

Selain mereka, ada juga dua sahabat lainnya yaitu Kim Jo Man (Ahn Jae Hong) dan Baek Seol Hee (Song Ha Yoon) yang juga memiliki impian dalam hal asmara.  

Kisah mereka dalam meraih mimpi tak hanya penuh drama, namun juga penuh tawa.

4. Itaewon Class (2020)

Perjuangan Park Sae Roy meraih mimpi
Poster Drama Itaewon Class

Semester pertama 2020 banyak tersaji drama korea yang menarik dan populer, salah satunya yaitu Itaewon Class yang tayang perdana pada 31 Januari 2020. 

Berkisah tentang Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) yang mengalami titik nadir hidup di usia belianya. Ia harus dikeluarkan dari sekolah, mendapati kenyataan ayahnya meninggal dalam suatu kecelakaan dan karena sikap orang yang memiliki kuasa ia akhirnya masuk penjara. 

Sekeluarnya dari penjara ia ingin meneruskan impian ayahnya untuk membuka restoran yang kemudian ia namai DanBam yang berada di wilayah Itaewon. 

Park Sae Ro Yi dipandang sebelah mata dan diremehkan oleh Jang Dae Hae (Yoo Jae Myung), CEO perusahaan makanan Grup Jangga yang juga mantan bos ayah Park Sae Ro Yi. 

Park Sae Ro Yi bercita-cita ingin memiliki perusahaan makanan lebih besar dari Grup Jangga sebagai usaha balas dendamnya. Apa yang dilakukan Park Sae Ro Yi tentunya tak mudah, karena ia terus dijegal oleh Jang Dae Hae. 

Baca Juga: 5 Pesan Penting dari Drama Sky Castle

5. Record Of Youth (2020)

Perjuangan meraih mimpi sebagai artis
Poster Drama Record Of Youth

Tahun 2020 menjadi tahun dimana banyak drama korea yang mengangkat tema perjuangan meraih impian. Selain Itaewon Class dan Start Up, ada juga Record Of Youth. 

Sa Hye Jun (Park Bo Gum), seorang model tampan yang berasal dari keluarga pekerja biasa. Cita-citanya menjadi seorang bintang terus diremehkan oleh ayah dan kakaknya sendiri. Untungnya ia masih memiliki ibu dan kakek yang terus mendukungnya. 

Bertahun-tahun ia menjadi model yang biasa-biasa saja tanpa adanya peningkatan karir, padahal usianya sudah hampir 30 tahun. Karena karir yang stagnan di dunia model, akhirnya ia pun harus bekerja paruh waktu di beberapa tempat.   

Sa Hye Jun akhirnya bisa bekerjasama dengan manager baru Lee Min Jae (Shin Dong Mi) yang membantunya meraih kesuksesan. Meski begitu, semuanya tak berjalan mulus, Sa Hye Jun berkali-kali diterpa isu negatif yang coba dilempar oleh mantan managernya saat menjadi model dulu. 

Nah, itu dia 6 (enam) drama korea inspiratif yang bisa menjadi pendorong semangat buat kamu saat merasa lelah dan putus asa dalam meraih impian. 

Meski drama korea adalah fiksi, namun tak ada salahnya kita belajar tentang kerja keras dan semangat pantang menyerah dari kisah-kisah drama korea di atas. Follow your dreams, guys!






Read More

10 Tips Move On dan Menyembuhkan Patah Hati

Sabtu, Oktober 31, 2020

Hampir semua orang yang pernah jatuh cinta, pernah juga merasakan yang namanya patah hati. Ada banyak sebab patah hati, ada yang karena cintanya ditolak, putus padahal masih cinta, putus karena long distance relationship, putus karena diselingkuhi, tidak direstui orang tua, kurangnya komunikasi antar pasangan dan masih banyak alasan lainnya. Banyak tips move on yang sebenarnya bisa dilakukan asalkan kita mau dan punya keinginan untuk sembuh dari luka dan patah hati. 

Memang sih move on dan menyembuhkan hati yang luka itu tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Saya beberapa kali mengalami patah hati, dan rasanya tentu tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Maunya cuma mendeskripsikan dengan air mata saja (uhuk!).

Awal patah hati, pasti rasanya kita ingin berteriak “Tuhan, kenapa Engkau hadirkan rasa cinta di hatiku sedangkan sekarang aku harus merasakan patah hati seperti ini?” Iya, kan? Hayo ngakuuu. 

Tips Move On
Tips Move On dan Menyembuhkan Patah Hati

Nah, sebagai orang yang sering patah hati (dan bikin orang patah hati, #eh) yang kemudian akhirnya saya bisa move on, saya punya beberapa tips move on dan menyembuhkan patah hati.

1. Menangis  

Menangis itu wajar kok, apalagi habis putus cinta. Boleh menangis sepuasnya, asalkan tidak berlarut-larut. Menangis itu bikin kita lega, meskipun nanti setelah sukses move on kita bakal mikir, “Kenapa dulu harus nangis, ya? Duh malu-maluin banget!” Hehehe.

Jadi, kalau mau nangis setelah patah hati, nggak apa-apa, kok, karena fase awal dari patah hati adalah ‘penyangkalan’, kita masih ada rasa tidak terima dengan keadaan, jadi menangis memang salah satu tahapan yang mau nggak mau harus kita lewati. 

2. Berdoa

Berdoa bisa menjadi cara yang ampuh mengobati hati yang sedang sedih. Kepada  siapa lagi kita akan mengadu dan meminta pertolongan jika bukan pada yang Maha Kuasa. Apalagi kalau bagi yang muslim berdoanya di sepertiga malam, syahdu banget pokoknya. 

Jangan lupa juga untuk berdoa meminta pengganti yang jauh lebih baik dari mantan, ya.

3. Jalan-jalan

Salah satu tips paling ampuh yang pernah saya lakukan untuk mengobati patah hati adalah jalan-jalan. Biasanya saya memilih jalan-jalan sendirian. Naik kereta sendirian, nonton bioskop sendirian, ke toko buku sendirian, pokoknya kemana-mana maunya sendirian.

Bagi saya, jalan-jalan ini merupakan healing, terutama jalan-jalan ke tempat baru yang belum pernah saya datangi. Ini akan membantu kita melihat dari sudut pandang baru mengenai sesuatu, termasuk pandangan baru tentang kenapa kita patah hati dan harus move on

4. Lakukan Hobi

Jika kamu punya hobi, maka lakukan hobimu sesering mungkin. Entah itu baca buku, nonton film atau drama korea, dengerin musik, melukis, naik sepeda. Apa aja deh. 

Dengan melakukan hobi, maka secara nggak langsung perasaan kita akan lebih tenang dan senang, jadi kita tidak punya pikiran untuk mikirin mantan. 

5. Mencoba Hal Baru

Coba untuk melakukan hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan, yang tentu saja dalam kategori positif, ya. Misalnya ikut kursus bahasa asing, kursus memasak, atau kursus menjahit. 

Bisa juga ikut komunitas seputar hobi kita, misal hobi menulis, maka kita bisa ikut komunitas menulis, dan komunitas-komunitas lain yang arahnya positif. Saat ikut komunitas, biasanya kita akan punya bertemu orang-orang baru, dan tentunya akan banyak energi baru yang masuk ke pikiran dan jiwa kita.  

6. Memelihara Hewan

Kalau kamu suka hewan, kamu bisa memelihara hewan untuk menghilangkan stres dan rasa tertekan karena patah hati. Menurut sebuah penelitian, pasien yang menjalani operasi gigi, jika menatap aquarium selama 20 menit dapat menurunkan tingkat stress secara efektif. 

Nggak cuma ikan aja, ya, kamu juga bisa memelihara anjing, kucing, dan burung karena dipercaya juga bisa menurunkan stress dan membuat hati bahagia. 

7. Hang Out dengan Sahabat atau Keluarga

Hang Out dengan sahabat atau keluarga bisa menjadi obat mujarab saat patah hati. Dengan berkumpul dengan sahabat dan keluarga, maka kita akan melihat bahwa masih banyak orang yang sayang dengan kita. 

8. Curhat

Mencurahkan perasaan kita memang sangatlah penting. Maka dari itu, kita butuh tempat curhat. Meskipun orang tersebut tidak bisa memberikan solusi, paling tidak ada orang yang mau mendengarkan keluh kesah kita dan mau memeluk kita saat terpuruk. 

Tak perlu banyak orang, cukup curhat ke satu atau dua orang yang paling kita percaya dan mau menjadi pendengar yang baik untuk kita. 

Tapi, saya sarankan banget untuk nggak curhat di sosial media, karena hal ini bisa jadi akan menjadi bumerang bagi kita. Orang-orang yang tidak suka pada kita bisa menggunakan curhatan kita sebagai senjata untuk merundung.   

9. Unfollow Sosmed

Siapa yang katanya mau move on tapi masih suka stalking sosmed mantan? Hayo ngaku? Hihihi. Jadi, kalau mau cepat move on, paling bener unfollow semua sosmednya dan block semua nomernya mantan, ya. 

Ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan hati kita, ya, gaess. Dengan unfollow sosmednya, kita perlahan akan bisa melepaskannya dan mengikhlaskannya, kita nggak akan cari tahu kehidupan mantan dan segala yang terkait dengannya. 

Kita jangan terus-terusan memusatkan pikiran ke mantan, seolah kita nggak bisa apa-apa tanpa mantan. Kita harus menunjukkan bahwa kita bisa bahagia tanpa dia. Kalau memang mau follow sosmednya lagi, tunggu hati kita benar-benar sudah sembuh dan sudah tidak ada rasa. 

10. Membuka Hati dan Cari Cinta yang Baru

Saatnya membuka hati dan cari cinta yang baru. Tak bisa dipungkiri, dengan membuka hati, berarti kita sudah siap move on dan membuka lembaran baru. 

Jangan takut untuk membuka hati ya, yakin aja kalau jodoh kita lebih baik dari mantan kita, hehehe. 

So, buat yang belum move on, bisa dicoba tips move on di atas, ya. Terkadang kita memang harus belajar patah hati sebelum kita benar-benar bertemu orang yang tepat, dan Tuhan memberi kita rasa sakit karena patah hati agar kita benar-benar tahu bagaimana rasanya bahagia saat bertemu cinta sejati. (*)  






Read More

Cara Mencegah Penyakit Hati dan Rekomendasi Obat Liver Herbal

Rabu, Oktober 28, 2020

Penyakit hati merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang organ dalam. Ada banyak jenis penyakit yang menyerang organ ini, seperti hepatitis yang dikenal banyak diderita oleh masyarakat. 

Penyakit hati ini mempunyai kondisi yang beragam mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dimana untuk penyakit yang mempunyai kondisi ringan bisa untuk mengobatinya dengan obat liver herbal yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi hati atau liver. 

Sedangkan untuk yang dalam kondisi berat bisa untuk menggunakan pengobatan medis mulai dari obat-obatan medis hingga beragam operasi yang dapat dijalankan sesuai dengan jenis dan kondisi penyakit liver. 

Obat Tipes dan Liver Pien Tze Huang

Dimana untuk salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan obat herbal. Anda bisa menggunakan obat liver yang terbuat dari ramuan yang dipercaya untuk mencegah penyakit ini. Seperti salah satunya adalah obat Pien Tze Huang yang merupakan ramuan dari Tiongkok. Obat ini mempunyai kandungan snake gall yang mempunyai manfaat untuk dapat meningkatkan fungsi hati. Sehingga hal tersebut dapat untuk memberikan manfaat untuk menjaga organ hati tetap sehat.

Cek Keaslian Obat Pien Tze Huang


Obat Pien Tze Huang ini juga mempunyai kandungan lainnya seperti musk, cow bezoar, dan juga notoginseng radix. Berbagai kandungan tersebut mempunyai manfaat yang beragam seperti dapat untuk menghilangkan rasa nyeri, menyembuhkan luka, dan juga dapat untuk menghentikan pendarahan dan memperlancar darah. 

Anda bisa mendapatkan obat ini dengan mudah dan aman di toko official SSAbadi yang merupakan importir satu-satunya yaitu PT Saras Subur Abadi. Dengan membeli obat di toko official tentunya akan mendapatkan barang yang 100 persen original. Sehingga pastikan untuk membeli Pien Tze Huang di SSAbadi. 

Hologram di Kemasan Pien Tze Huang

Selain dengan mengkonsumsi obat herbal, Anda juga dapat untuk melakukan langkah pencegahan untuk menghindari terkena penyakit ini. Adapun untuk langkah yang dapat dilakukan adalah:

1. Membatasi minuman beralkohol 

2.   Mengurangi seafood mentah.

3. Melakukan imunisasi Hepatitis A dan B.

4. Melakukan hubungan seksual yang aman.

5. Menjaga berat badan ideal agar tidak mengalami obesitas.

      Obesitas dapat menyebabkan penyakit liver.

6. Menghindari cairan tubuh dan darah orang lain.


Read More