Tips Memilih Tempat Usaha Disewakan untuk Jualan Makanan

Kamis, Mei 21, 2020


Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka usaha, khususnya untuk jualan makanan adalah memilih tempat usaha disewakan. Pemilihan tempat usaha ini sangatlah penting, maka dari itu beberapa faktor berikut ini harus diperhitungkan secara matang. 

Cafe (Sumber: Maria Kalcheva - Pixabay)
      1.       Akses Lokasi
Lokasi tempat usaha disewakan menjadi salah satu hal utama yang tidak boleh dilakukan secara gegabah. Berbicara tentang lokasi tempat jualan makanan saja, ada beberapa hal yang perlu diingat. Apa saja itu? Seperti akses menuju lokasi.

Sebisa mungkin cari lokasi yang berada di pinggir jalan dan memiliki ruang parkir yang cukup luas untuk mobil dan motor, jangan pilih di tikungan karena akan sangat tidak nyaman untuk pengunjung saat memarkir kendaraan dan tentunya akan mengganggu pengguna jalan lain.
      
      2.     Tingkat Kepadatan Penduduk
Selain lokasi yang strategis, perhatikan pula tingkat kepadatan penduduk di sekitarnya. Apalagi makanan adalah salah satu kebutuhan primer masyarakat, maka jika ingin jualan makanan, carilah tempat usaha disewakan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Penduduk di sekitar lokasi menjadi target sasaran utama untuk makanan yang dijual.
      
      3.     Pendapatan Masyarakat di Sekitar Lokasi
Selain kepadatan penduduk, hal lain yang perlu diperhatikan saat mencari lokasi tempat usaha disewakan adalah pendapatan masyarakat.

Apabila ingin jualan makanan dengan harga tinggi, maka cari lokasi usaha dimana masyarakatnya memiliki pendapatan yang tinggi atau sesuai dengan harga makanan yang akan dijual. Misalnya cari lokasi di kota besar.

Akan tetapi, jika makanan yang hendak dijual memiliki harga standar atau menengah ke bawah, bisa dengan membuka usaha di pinggiran kota atau desa. Jangan lupa juga untuk melihat selera makanan masyarakat di sekitar lokasi, makanan apa yang rasanya sekiranya cocok dengan lidak masyarakat sekitar. Jangan memaksakan ingin membuka gerai makanan yang jauh dari selera masyarakat sekitar.
      
      4.     Tingkat Kompetisi Rendah
Cek sekitar lokasi apakah ada yang menjual makanan serupa ataukah tidak. Pilih tempat yang tidak banyak persaingan usaha serupa karena bagi pendatang baru yang belum memiliki pelanggan tentunya akan berat.
      
      5.     Ramai Usaha Lain
Memilih yang sepi persaingan usaha, bukan berarti memilih lokasi yang sepi. Alangkah baiknya memilih lokasi yang ramai usaha lain karena pastinya akan banyak orang yang berlalu lalang di tempat tersebut. Sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan tahu tentang usaha yang kita rintis.
      
      6.     Kebersihan Lokasi
Salah satu yang bisa menarik minat pengunjung untuk datang ke sebuah usaha jualan makanan adalah kebersihan lokasi. Makanan dan kebersihan memang tidak bisa dipisahkan. Pengunjung tentunya akan mencari lokasi makan yang bersih. Oleh sebab itu, carilah lokasi tempat usaha disewakan yang bersih.
      
      7.     Keamanan
Cari tempat usaha disewakan yang memiliki tingkat keamanan yang baik. Rasa aman saat menikmati makanan tentunya menjadi hal yang diidamkan oleh pengunjung. Selain itu, keamanan lingkungan juga akan membuat pemilik usaha semakin nyaman untuk menjalankan usaha.
      
      8.    Budget
Jangan lupa pertimbangkan budget saat mencari tempat usaha. Jangan sampai sudah menyewa dengan harga yang mahal, tapi ternyata lokasinya sepi atau malah rawan kejahatan.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan mencari tempat usaha disewakan untuk jualan makanan. Jangan sampai karena kesalahan di awal saat mencari tempat usaha, justru membuat usaha yang dirintis tidak berjalan atau bahkan bangkrut.
Read More

Mengenal Lebih Dekat Kucing Persia Himalaya

Selasa, Mei 19, 2020


Banyak orang yang menjadikan kucing persia sebagai salah satu hewan peliharaan di rumah karena kelucuannya. Tapi, tahukah kamu jika ada jenis kucing persia himalaya? Meskipun dalam namanya menyebut himalaya, tapi asalnya bukan berasal dari Pegunungan Himalaya. Lalu, seperti apa sih kucing persia himalaya itu?

kucing persia himalaya
Kucing Persia Himalaya
Kucing Persilangan

Kucing persia himalaya atau akrab juga disebut kucing himalaya merupakan jenis kucing persilangan antara kucing siam dan kucing persia. Jadi kucing persia himalaya merupakan keturunan kucing persia.

Kucing himalaya dan beraal dari wilayah Britania Raya dan Amerika Serikat. Dikarenakan berasal dari hasil persilangan, kucing himalaya ini memiliki tipe badan yang sama dengan kucing persia, sedangkan warna bulunya memiliki pola warna layaknya kucing siam.

Warna Bulu

Bulu-bulu dari kucing himalaya ini bercorak warna mirip dengan kucing siam, dimana pada area tengah wajah, telinga, ekor, dan kakinya memiliki warna lebih gelap dibandingkan warna di bagian badannya.  

Beberapa variasi corak warna bulu yang dimiliki kucing ini seperti abu-abu, cokelat, krem kemerahan, krem, cokelat kehitama, dan abu-abu kecokelatan yang biasanya menonj.

Panjang bulunya cukup panjang, tebal, dan berkilauan yaitu sekitar 2-3 cm, hampir sama dengan kucing persia kebanyakan, bulu yang panjang ini menjadi kelebihan kucing persia himalaya sehingga sangat nyaman dan menyenangkan ketika diusap dan dipeluk. Kucing ini juga memiliki bulu lebih tebal di bagian leher, ekor, dan di antara dua kaki depan.   

Warna Mata

Jika kucing persia memiliki beragam warna mata, maka pada kucing persia himalaya hanya punya mata dengan warna biru saja. Meski begitu, tentunya kucing ini tetap terlihat lucu dan imut.

Bentuk Wajah

Kucing himalaya memiliki dua jenis bentuk wajah, yaitu Himallayan Ultra Face dan Himallayan Doll Face.

Untuk Himallayan Doll face, apabila dilihat dari samping, pada umumnya mempunyai bentuk wajah yang cukup pesek apabila dilihat dari samping. 

Sedangkan untuk Himallayan Ultra Face mempunyai wajah yang lebih pesek apabila dilihat dari arah samping.

Sifat Kucing

Kucing persia himalaya memiliki sifat yang cerdas dan aktif. Mereka juga mudah berinteraksi dengan manusia. Meski aktif, namun kucing ini tidak terlalu atraktif sehingga agak tenang dan tidak hobi berlari atau melompat, sehingga tidak perlu terlalu khawatir kucing himalaya akan menjatuhkan perabot rumah.

Maka dari itu banyak orang yang memelihara kucing himalaya karena ramah, bersahabat dan bisa diajak bermain ketika bosan di rumah. Para pecinta kucing juga punya sebutan khusus untuk kucing himalaya ini, yaitu ‘himmie’, lucu kan panggilannya.

Meski akrab dengan manusia dan terkenal jinak, namun kucing persia himalaya ini lebih nyaman dan akan lebih tenang jika dekat dengan orang-orang yang memang biasa ada di dekatnya.

Perawatan

Agar tetap terawat dan bulunya tidak rontok atau kusut, maka bulu kucing persia himalaya harus rajin disisir dan jangan lupa untuk dimandkan satu bulan sekali.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan kesehatannya, seperti mata, telinga, juga gigi. Bersihkan secara berkala agar tidak muncul jamur atau penyakit di area sekitar mulut.

Apabila timbul masalah kesehatan, segera bawa kucing persia himalaya ke dokter hewan terdekat agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Demikian penjelasan tentang kucing persia himalaya, apabila anda ingin memiliki kucing ini, harganya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Harga ini belum termasuk biaya makanan dan perawatan kesehatannya.
Read More

The World of The Married dan Keberanian untuk Bebas dari Toxic Relationship

Minggu, Mei 17, 2020

Dua bulan terakhir, para penggemar drama Korea dihebohkan dengan tayangan drama berjudul The World of The Married yang tayang sejak 27 Maret 2020, di channel JTBC. 

Seperti diketahui, drama korea ini disadur dari serial Inggris Docter Foster yang tayang tahun 2015 silam. The World of The Married berkisah tentang kehidupan Ji Sun Woo yang berantakan sejak mengetahui suaminya, Lee Tae Oh berselingkuh dengan Yeo Da Kyung. Peran Ji Sun Woo yang teraniaya mendapat simpati dari para penonton, tak terkecuali dari penonton Indonesia. 


Netizen +62 yang sedang menjalani masa PSBB di rumah, akhirnya banyak yang menonton drama Korea ini, termasuk juga para penggemar drama Korea dadakan yang ramai-ramai menghujat sosok Han So Hee di media sosialnya karena memerankan sosok pelakor.

Bahkan, saking boomingnya, drama ini mencetak rating tertinggi 28, 4 % mengalahkan drama Sky Castle. Tak ingin ketinggalan gegap gempitanya, Trans TV pun mulai menayangkan The World of The Married sejak 11 Mei 2020.

Sinopsis
 
Ji Sun Woo (Kim Hee Ae), seorang dokter berprestasi hidup bahagia bersama suaminya Lee Tae Oh (Park Hae Joon) dan anaknya Lee Joon Young (Jeon Jin Seo). Hingga kemudian semuanya menjadi berantakan ketika Sun Woo mendapati Tae Oh berselingkuh dengan Da Kyung, anak orang kaya dan terpandang di Gosan, wilayah tempat mereka tinggal.

Sun Woo begitu terluka, apalagi sahabat-sahabatnya ternyata mengetahui perselingkuhan tersebut. Sun Woo merasa dikhianati oleh semua orang. Sun Woo awalnya berusaha percaya pada Lee Tae Oh jika hubungannya dengan Da Kyung sudah selesai, Lee Tae Oh berbohong jika ia baru berkenalan dengan Da Kyung selama beberapa bulan.

Namun, kenyataan akhirnya terkuak, Lee Tae Oh sudah berselingkuh dengan Da Kyung selama 2 tahun, hingga kemudian Da Kyung hamil.

Sun Woo frustasi, ia tak terima diperlakukan dengan semana-mena oleh Tae Oh. Apalagi selama pernikahan mereka, Sun Woo lah yang sudah membiayai hidup Tae Oh yang bekerja serabutan sebagai penulis naskah film yang gagal. Sun Woo pun berusaha membalas semua perbuatan Tae Oh.

Kisah Perasaan yang Rumit 
 
Tae Oh dan Sun Woo akhirnya berpisah di episode 6. Sun Woo hidup bahagia dengan Jun Young, sedangkan Tae Oh dan Da Kyung meninggalkan Gosan.

Pada kondisi ini, sebenarnya kisah mereka bisa selesai cukup di sini, namun ternyata konflik kembali memicu kerumitan hubungan antara Tae Oh dan Sun Woo karena Tae Oh dan Da Kyung kembali ke Gosan.

Hingga episode 8, cerita masih bergulir sesuai track. Namun mulai episode 9 hingga 13, plot cerita terasa berputar-putar tentang kebimbangan perasaan Sun Woo pada sosok Tae Oh, begitu juga sebaliknya. Terkesan monoton dan terlalu dipaksakan. 

Cerita mulai kembali berjalan pada tracknya di akhir episode 14 dimana Sun Woo terlihat berada di puncak kebimbangan dan keputusasaan, namun akhirnya bisa menguasai dirinya lagi dan tahu apa yang benar-benar harus dia lakukan.

Pelakor yang Labil
 
Banyak orang menghujat sosok Da Kyung yang tega menghancurkan pernikahan Sun Woo dan Tae Oh. Namun, apabila ditelisik lebih dalam, Da Kyung ini bukan tipe pelakor yang barbar yang menghalalkan segala cara untuk merebut Tae Oh, bahkan sosok Da Kyung justru terkesan sebagai perempuan yang labil.

Saat perselingkuhannya terkuak, Da Kyung baru berusia 23 tahun, dan jika hubungannya dengan Tae Oh sudah berlangsung selama 2 tahun. Itu artinya Da Kyung mulai berpacaran dengan Tae Oh di usia 21 tahun.

Usia tersebut bisa dibilang usia yang labil, apalagi melihat background Da Kyung sebagai anak orang kaya raya, pastinya ia bisa tertarik pada Tae Oh bukan karena uang, tapi karena Tae Oh pandai merayu.

Apalagi Da Kyung juga sempat memutuskan untuk menjauh dari Tae Oh, tapi lagi-lagi Tae Oh berhasil merayu Da Kyung agar tetap bersamanya. 


Sebagai gadis muda, Da Kyung yang akhirnya menikah dengan Tae Oh bermimpi punya keluarga yang bahagia. Da Kyung pun melakukan segala cara termasuk ingin memisahkan Joon Young dari Sun Woo, agar Tae Oh tak lagi bisa bertemu dengan Sun Woo.

Da Kyung yang masih berjiwa labil hanya bisa berpikiran tentang kebahagiaan sebuah pernikahan, apalagi ia memang lahir dari keluarga kaya yang bahagia. Jadi, ia bermimpi memiliki pernikahan yang Happily Ever After bak seorang putri raja.

Da Kyung tak sadar bahwa sosok pria yang ia nikahi adalah serigala, Da Kyung tak sadar bahwa pernikahan impiannya hanyalah fatamorgana belaka. Da Kyung terlalu mudah ditipu oleh sosok Tae Oh yang tampil bak pangeran dengan bualan-bualan manis.

Meski selalu tampil penuh percaya diri, sosok Tae Oh adalah lelaki yang insecure. Ia merasa kalah saing dengan Sun Woo, hingga akhirnya ia mencari perempuan lain yang bisa membuatnya nyaman dan bisa ia kendalikan, termasuk mengendalikan  perempuan agar bisa berubah dan tampil layaknya Sun Woo.

Hubungan Ibu dan Anak yang Naik Turun
 
Meski menjadi sosok yang paling tersakiti, bukan berarti Sun Woo bebas dari kesalahan. Dikarenakan terjebak pada amarah balas dendam, Sun Woo malah bermain api dan berkencan dengan Son Je Hyuk (Kim Yeong Min), tetangga sekaligus sahabat Lee Tae Oh.

Kesalahan lain dari Sun Woo adalah ia terlalu fokus pada pikiran dan perasaannya. Perempuan yang terkhianati memang akan terluka, tapi bukan berarti ia juga lupa bahwa Joon Young butuh teman bicara. Usaha Sun Woo untuk mendekati dan akrab dengan Joon Young tidak terlalu terlihat, hingga Sun Woo pun tak tahu jika Joon Young diam-diam berkonsultasi tentang gangguan psikologisnya pada Dr. Kim.


Untungnya, Sun Woo berhasil memperbaiki hubungannya dengan Joon Young, meskipun harus ada drama Joon Young kabur dari rumah. Tapi, apapun yang terjadi, ibu adalah tempat terbaik untuk pulang.

Nasib Perempuan di Kehidupan Patriarki
 
Tak bisa dipungkiri jika kehidupan masyarakat di Korea hampir sama dengan di Indonesia, di mana budaya patriarki lebih menonjol. Ini bisa terlihat dari tatapan melecehkan para ibu-ibu rumpi pada Ji Sun Woo yang memutuskan hidup menjadi seorang janda.

Tidak hanya dari sosok Ji Sun Woo saja, sosok Seol Myung Sook (Chae Gook Hee), yang dipandang rendah oleh Direktur Kong karena Myung Sook tidak layak menjadi Direktur muda karena belum menikah. Direktur Kong juga menyalahkan kondisi Ji Sun Woo yang mendatangkan masalah ke rumah sakit karena keputusannya untuk bercerai. Direktur Kong menjadi gambaran betapa sempitnya pemikiran masyarakat Korea terhadap kiprah seorang perempuan. 


Pandangan miring terhadap sosok perempuan yang bercerai ini, juga membuat Go Ye Rim berusaha untuk menyelamatkan biduk pernikahannya. Ia masih menganggap bahwa pernikahan yang sempurna di hadapan para tetangganya masih bisa diusahakan meski ada perselingkuhan di dalamnya.


Meskipun banyak muncul perempuan toxic yang kerap mencibir perempuan lain di drama ini, untungnya hadir sosok istri Pimpinan Choi yang bijak dan mampu menempatkan diri, diam-diam ia selalu hadir membela Ji Sun Woo dan memberikan semangat pada Ji Sun Woo.    

Keberanian untuk Bebas dari Toxic Relationship
 
Banyak penonton yang menganggap akhir dari episode 16 tak sesuai ekspektasi, bisa jadi ini disebabkan rasa benci ketika melihat sosok Tae Oh dan Da Kyung yang tidak mendapatkan karma dan masih hidup baik-baik saja.

Padahal, akhir dari drama ini saya kira sudah yang paling bijak untuk semua tokohnya. Terlepas dari Tae Oh yang akhirnya hidup terlunta-lunta. Kita harus bisa memandang para wanita dalam drama ini yang sudah berani untuk membebaskan diri dari Toxic Relationship.



Berawal dari Min Hyun Seo (Shim Eun Woo) yang berani keluar dari Toxic Relationship Park In Gyu (Lee Hak Joo). Kemudian Da Kyung yang berani mengambil keputusan untuk berpisah dari Tae Oh.

Go Ye Rim yang meskipun pada awalnya memilih rujuk dengan Je Hyuk, tapi kemudian ia sadar bahwa kecemasan dan trauma akan perselingkuhan membuatnya tersiksa hingga ia pun memilih hidup sendiri. Begitu juga Sun Woo yang tak menerima permohonan Tae Oh untuk kembali bersama.


Wanita-wanita ini berani mengambil keputusan untuk bahagia, karena tidak selamanya bersama pasangan itu suatu kesempurnaan. Hidup itu bukan berdasarkan apa pandangan orang, tapi berdasarkan apa yang membuat kita nyaman dan bahagia. Itu yang terpenting.
Read More