ASUS ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582), Laptopnya Content Creator Profesional

Sabtu, Januari 08, 2022

Menjadi content creator profesional tentunya berbeda dengan content creator amatir. Tidak hanya dilihat dari sisi jam terbang yang lebih banyak, content creator profesional juga harus memiliki kinerja yang baik dari sisi kualitas serta produktifitas sehingga bisa beragam permintaan klien. Maka dari itu, content creator level profesional butuh gadget istimewa seperti  ASUS ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582).


Tidak hanya powerful, ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) juga dirancang khusus supaya para content creator profesional bisa bekerja lebih maksimal dan produktif di setiap projectnya. Memiliki dua layar touchscreen membuat ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) ini sangat cocok digunakna untuk pekerjaan multitasking sehingga penggunaan layar ganda bisa memberikan berbagai keuntungan dalam setiap aktivitas penggunaannya. 

Berikut ini merupakan alasan kenapa ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) ini adalah laptop terbaik bagi content creator profesional saat ini. 

1. Mendukung Windows 11

ASUS ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) merupakan laptop modern yang mendukung sistem Windows 11. Pengguna laptop ini bisa menggunakan Windows 11 tanpa adanya biaya tambahan. Peningkatan sistem untuk Windows 11 ini diberikan bagi perangkat yang bisa memenuhi syarat pada akhir tahun 2021 jelang tahun 2022. Untuk setiap perangkat memiliki syarat waktu berbeda-beda, sedangkan untuk fitur tertentu membutuhkan hardware spesifik (lihat aka.ms/windows11-spec). 

Fitur terbaru yang ada pada Windows 11 salah satunya ialah Widgets. Anda bisa menemukan berita terbaru, daftar tugas hari ini, foto favorit, juga pembaruan cuaca esok hari dengan lebih mudah. Adanya Widgets ini juga akan membantu menemukan konten penting untuk anda, dengan begitu hidup anda akan lebih mudah dan teratur. Widgets juga bisa menunjukkan meeting yang harus anda lakukan, anda bisa mendapat pengingat untuk jadwal kalender serta tugas anda.

2. Gratis Office Home & Student 2019 Seumur Hidup

Aplikasi office juga sangat dibutuhkan para content creator, salah satunya dengan pembuatan tabel jadwal atau script. Pada laptop ini anda juga menikmati semua manfaat PC lengkap, termasuk juga Office Home & Student 2019. Aplikasi Office dengan versi lengkap juga akan bisa membantu para content creator untuk memaksimalkan semua aktivitas. 

ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) ini dilengkapi 100% aplikasi Office asli yang tentunya anda akan mendapat pembaruan keamanan secara rutin agar perangkat, program, serta data anda terlindungi. 

3. Warna Lebih Kaya dan Akurat

Teknologi layar ASUS OLED memiliki tingkat reproduksi warna yang tinggi dan akurat, sesuai dengan standar industri perfilman kekinian. ASUS OLED mampu mereproduksi 100% warda yang ada di color space DCI-P3 atau setara 133% warna di color space sRGB. Adanya kemampuan ini bisa memberikan tampilan visual yang lebih kaya warna dan dengan detail yang lebih baik. 

Tapi ada hal yang perlu diketahui juga, bahwa percuma memiliki reproduksi warna tinggi namun tidak mempunyai akurasi warna yang tinggi juga. Maka dari itu, laptop dengan teknologi layar ASUS OLED sudah dikalibrasi sejak awal sehingga laptop yang menggunakan ASUS OLED bisa menampilkan warna yang sangat akurat. 

ASUS OLED juga mempunyai standar kalibrasi warna tinggi yang juga sudah memperoleh sertifikasi PANTONE Validated Display. Oleh karena itu karya yang anda buat akan memberikan hasil lebih maksimal dengan penggunaan teknologi layar ASUS OLED.

Tidak hanya itu saja, ASUS OLED juga sudah memiliki sertifikasi DisplayHDR 500 True Black dari VESA, yang artinya anda bisa menikmati beragam konten multimedia berformat HDR secara sempurna. 

Pengalaman visual terbaik serta dukungan untuk pembuatan konten dengan format HDR ini hanya bisa anda dapatkan melalui laptop yang sudah menggunakan layar ASUS OLED.

4. Lebih Aman untuk Kesehatan Mata

Paparan radiasi sinar biru dari layar laptop adalah penyebab utama kelelahan pada mata, bahkan dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan mata. Namun, anda tidak perlu khawatir saat menggunakan ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) ini karena teknologi layar ASUS OLED yang digunakan mempunyai fitur Eye Care sehingga bisa mengurangi paparan radiasi sinar biru hingga 70%. Sehingga mata akan lebih nyaman dan kesehatan mata juga bisa terjaga saat menggunakan laptop ini. 

Biasanya, pengurangan paparan radiasi sinar biru pada layar laptop dilakukan dengan cara mengurangi tingkat reproduksi warna biru. Namun, apabila cara ini dilakukan tentunya bisa mengurangi tingkat akurasi warna sehingga membuat kualitas visual jadi sangat buruk. 

Berbeda dengan Fitur Eye Care pada ASUS OLED yang bukan hanya sekadar mengurangi radiasi sinar biru namun juga mempertahankan kualitas reproduksi serta akurasi warna. Dengan cara menggeser sprektrum biru, maka ASUS OLED bisa mengurangi radiasi sinar biru tanpa mengurangi akurasi dan kualitas warna. Metode ini juga sudah memperoleh sertifikasi Low Blue Light serta Flicker Free dari TÜV Rheinland.

5. Layar Ganda untuk Para Profesional

ASUS ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) hadir dengan adanya ScreenPad Plus yang sudah dilengkapi adanya mekanisme khusus agar bisa memberikan pengalaman komputasi portabel paling baik di kelasnya. 

Layar kedua dengan ukuran 14 inci akan terangkat secara otomatis kemudian membentuk sudut 9,5 derajat ketika laptop digunakan, sehingga tampilan konten lebih mudah untuk dilihat. 

ScreenPad Plus yang ada pada ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) juga dirancang supaya nyaman digunakan dengan stylus. Pengguna laptop ini akan mendapat ASUS Pen terbaru, dimana stylus pen ini memiliki fitur 4096 pressure-level sehingga cocok digunakan pada ScreenPad Plus yang posisinya sudah disesuaikan secara ergonomis dan sudah dilengkapi dengan software ScreenXpert 2 yang memiliki kemampuan sangat interaktif. 

ScreenXpert 2 ini memiliki banyak peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Selain desain antarmuka yang lebih interaktif serta mudah digunakan, ScreenXpert 2 ini juga memiliki fitur baru bernama Control Panels. 

Fitur ini akan muncul di panel kontrol khusus ketika pengguna ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) menjalankan aplikasi Adobe After Efe\fect, Photoshop, Premiere Pro, serta Lightroom Classic. Ke depannya, ASUS juga akan menghadirkan dukungan aplikasi kreatif lain dalam fitur panel kontrol khusus ini. 

6. Performa Terbaik untuk Para Profesional

ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) ini memiliki tenaga prosesor High Performance 10th Gen Intel Core i9 yang memiliki konfigurasi 8 core serta 16 thread. Prosesor ini juga didukung RAM DDR4 dengan kapasitas 32GB dan penyimpanan M.2 NVMe Pcle SSD 3.0 x 4 dengan kapasitas 1 TB. Semua komponen tersebut menjadikan ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) selalu gesit dan prima dalam beragam situasi. 

Tak hanya itu saja, untuk grafis ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582) menggunakan chip grafis NVIDIA GeForce RTX 3070 dengan basis pada Ampere yang juga merupakan chip grafis RTX generasi kedua. Chip grafis kelas profesional ini juga sudah dilengkapi dengan adanya RT core, Tensor core, serta streaming multiprocessor yang bisa memberikan performa grafis dengan kualitas visual yang lebih baik. Chip grafis tersebut juga sudah mendapatkan dukungan teknologi RTX yang menjadikan fitur AI assistance dan hardware-accelerated ray-tracing bisa berjalan dengan lebih baik. 

Anda ingin menggunakan laptop dengan teknologi layar ASUS OLED? Saat ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 42.999.000,- (*)



Read More

Gerakan Literasi Sekolah: Mulai dari Guru untuk Literasi yang Lebih Maju

Rabu, Desember 15, 2021

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) mulai dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016. Gerakan ini memiliki tujuan yang sangat bagus, seperti pemberantasan buta aksara, peningkatan minat baca, serta peningkatan budaya literasi masyarakat.

Namun, setelah 5 (lima) tahun berselang, gerakan ini bisa dikatakan hanya jalan di tempat.  Tak banyak sekolah di Indonesia yang berhasil melaksanakan gerakan ini. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab kenapa gerakan ini tidak punya gaung, bahkan jika siswa atau siswi ditanya mengenai gerakan ini, bisa jadi banyak yang tidak tahu. 


Quo Vadis Gerakan Literasi Sekolah

Lalu, mau dibawa kemana Gerakan Literasi Sekolah ini? Apa hanya berlaku seremonial belaka dengan adanya Pekan Literasi yang hanya satu minggu setiap tahunnya? 

Gerakan Literasi Sekolah seharusnya menjadi program yang harus terus menerus dikawal dan tidak boleh diabaikan. Apalagi dengan adanya GLS ini banyak harapan yang ditumpukan, seperti berkembangnya Sumber Daya Masyarakat di Indonesia. 

Harus diingat juga, beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana Indonesia memiliki jumlah masyarakat dengan usia produktif yang cukup banyak. Beberapa tahun lagi, mereka yang berada di usia produktif atau di usia kerja, merupakan siswa sekolah di masa sekarang. Apa jadinya jika mereka tidak dibekali dengan literasi yang memadai? 

Ranking PISA dan Masa Depan Literasi di Indonesia

Pada tahun 2019, ranking PISA (Program for International Student Assessment) menunjukkan Indonesia berada pada urutan ke-62 dari 70 negara, atau sama artinya dengan termasuk ke dalam 10 negara dengan tingkat literasi paling rendah. 

Berdasarkan standar UNESCO, setiap orang seharusnya memiliki minimal 3 buku baru setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia sendiri rasio total jumlah bacaan pertahunnya hanya 0,09. Apalagi dibandingkan dengan negara Asia Timur seperti Jepang, China, dan Korea yang setiap orang rata-rata mempunyai 20 buku baru setiap tahunnya, tentunya tingkat jumlah bacaan orang Indonesia sangatlah timpang. 

Lalu, kenapa masyarakat Indonesia tidak gemar membaca buku? Ada banyak sebab sebenarnya, beberapa diantaranya seperti berikut ini:

1. Buku Bukanlah Kebutuhan Penting

Masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggap bahwa buku bukanlah benda yang penting untuk dimiliki. Buku hanya berguna saat sekolah atau kuliah, jika sudah lulus atau bekerja buku tidaklah penting. Padahal ada banyak jenis buku di dunia ini, namun bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, buku yang penting dan berguna hanyalah buku pelajaran.

2. Harga Buku Mahal

Tidak bisa dipungkiri bahwa harga buku memang termasuk mahal, maka tidak semua orang bisa memiliki buku dengan mudah. Apalagi toko buku-toko buku kebanyakan hanya tersedia di kota-kota besar saja, tentunya semakin menjadikan masyarakat semakin jauh jaraknya dengan buku. Meskipun saat ini sudah terbantu adanya toko buku online, namun tetap saja ada rasa yang berbeda ketika kita masuk ke toko buku kemudian berjalan di antara banyak buku sambil mencium wangi buku-buku baru. 

3. Distribusi Buku Tidak Merata

Distribusi buku di Indonesia tidaklah merata, selain karena penerbit dan percetakan buku mayoritas berada di Pulau Jawa, juga karena ongkos kirim buku ke berbagai wilayah Indonesia sangatlah mahal, terutama untuk tujuan di luar Pulau Jawa, karena sering terjadi ongkos kirimnya lebih mahal daripada harga bukunya. 

Beberapa waktu lalu, sempat ada angin segar dari pemerintah dengan adanya pengiriman buku gratis ke Taman Baca Masyarakat ke seluruh Nusantara yang dilayani oleh PT. Pos Indonesia. Namun, kebijakan tersebut tidak berlangsung lama, hal ini konon terjadi karena banyaknya orang yang menyelewengkan layanan ini dengan mengirimkan buku ke perseorangan, bukan ke Taman Baca Masyarakat. 

4. Bukan Kebiasaan yang Populer

Membaca bukan kebiasaan yang populer di tengah masyarakat Indonesia, bahkan orang yang gemar membaca banyak dianggap sebagai kutu buku dan susah bergaul. Orang Indonesia secara turun-temurun juga lebih banyak memiliki tradisi lisan dalam perkembangan budaya seperti dongeng dan legenda, ini juga bisa menjadi faktor tidak populernya kebiasaan membaca bagi masyarakat Indonesia.  

Indonesia Darurat Membaca

Meski minat baca buku masyarakat Indonesia rendah, namun berdasarkan data dari wearesocial per Januari 2017, masyarakat Indonesia rata-rata menatap layar gadget kurang lebih 9 jam/hari. 

Pernah lihat bagaimana berita-berita clickbait begitu ramai dengan komentar yang bahkan sangat jauh dari isi beritanya? Ya, ini karena Indonesia sudah darurat membaca, bahkan hanya sekadar meng-klik link beritanya saja. Hanya dengan membaca judul berita atau artikelnya saja sudah langsung merasa yakin bahwa isi beritanya senada dengan judulnya. Maka tidaklah heran jika masyarakat Indonesia menjadi sasaran empuk provokasi dan penyebaran hoaks. 

Sepertinya sudah tidak terhitung jumlahnya, netizen Indonesia yang akhirnya harus berurusan dengan kepolisian karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong lewat media sosial.

Sampai kapan situasi ini harus terus dipelihara? Ingat, Indonesia sudah mengalami situasi darurat membaca, sekarang kitalah yang harus bisa mengubah situasi tersebut. 

Mulai dari Guru

Mengingat masyarakat Indonesia masih sedikit yang aware dengan masalah literasi, maka membangkitkan semangat literasi bisa dimulai dari sekolah. Siapa yang memulai, jawaban terbaiknya tentu adalah mulai dari guru. 

Guru menjadi motor penggerak pendidikan di sekolah, selain itu guru juga menjadi orang yang paling dekat dengan siswa, jadi guru harus bisa menjadi role model literasi bagi para siswanya. 

Saya masih ingat, saat saya masih duduk di kelas 3 SD, wali kelas saya membawa sebuah kardus besar berisikan buku-buku cerita bantuan dari pemerintah. Ya, wali kelas saya harus susah payah menggotong kardus ke dalam kelas, karena sekolah saya berada di kampung dengan ruangan yang minim sehingga tidak memiliki ruang perpustakaan.

Di dalam kardus yang dibawa oleh guru saya, ada banyak sekali buku cerita yang bisa kami pilih dan kami baca. Saya masih ingat dengan jelas, saat itu saya memilih salah satu buku yang bercerita tentang seorang anak yang pergi haji bersama orang tuanya. 

Saat itu, ada rasa bahagia yang membuncah di dada, itu pertama kalinya saya membaca buku cerita, karena orang tua memang tidak memiliki cukup uang untuk membelikan saya buku cerita atau mendaftarkan diri untuk berlangganan majalah. 

Meski begitu, karena satu buku cerita itulah, saya kemudian jatuh cinta pada membaca. Ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Najwa Shihab, “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!”

Dari pengalaman saya waktu kecil itulah, saya yakin bahwa guru bisa menjadi jembatan terbaik untuk mengenalkan literasi pada siswanya, beberapa di antaranya dengan cara berikut: 

1. Bangun Lingkungan Ramah Literasi

Guru bisa membangun lingkungan ramah literasi dan semua itu bisa dimulai dari kelas. Misalnya saja setiap seminggu sekali, Guru mengajak siswa untuk belajar di perpustakaan dan minta siswa untuk mencari buku yang mereka sukai di luar buku pelajaran. Biarkan anak bereksplorasi dan jadilah jembatan untuk anak agar ia bisa jatuh cinta dengan buku.

2. Kenalkan Nama-nama Penulis

Siswa bisa jadi lebih kenal nama-nama artis atau idol dibandingkan nama-nama penulis. Maka dari itu, guru bisa mulai mengenalkan nama-nama penulis dan buku-buku yang ditulisnya. Kenalkan bahwa penulis tidaklah kuno dan membaca bisa menjadi sesuatu hal yang mengasyikkan. 

3. 1 Bulan 1 Buku

Bentuk klub buku dan minta siswa untuk membaca minimal 1 buku setiap bulannya, terserah buku apa saja yang penting cocok untuk usianya (bisa novel, buku motivasi, atau buku ensiklopedia) dan berikan hadiah bagi siswa yang paling banyak membaca buku di akhir tahun pelajaran. 

4. Tugas Literasi

Manfaatkan teknologi untuk memberikan tugas literasi, salah satunya ialah dengan menggunakan platform mengajar KOCO Schools. Guru bisa mengunggah tugas-tugas literasi seperti puisi atau cerpen dengan lebih mudah lewat KOCO Schools. 

5. Membaca Bersama

Adakan kegiatan membaca bersama, dimana setiap siswa bisa meminjam buku pilihan mereka di perpustakaan kemudian membaca buku yang dipinjam dalam waktu bersamaan. Biasanya, siswa akan lebih suka melakukan kegiatan bersama-sama daripada sendirian. 

6. Berikan Contoh

Sebelum meminta siswa untuk membaca buku, tanyakan terlebih dulu pada diri sendiri, sebagai guru, apakah sudah rajin membaca buku setiap harinya? Jika belum, ayo mulai giatkan membaca dan berikan contoh konkret pada siswa.  

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menguatkan Gerakan Literasi Sekolah dimana guru menjadi ujung tombak sukses tidaknya gerakan tersebut. Sebagai Guru Abad 21, tentunya guru harus bisa mengawal anak-anak mengarungi zaman dan memberikan bekal masa depannya dengan kebiasaan baik membaca buku. (*) 

 


Read More

Blogwalking Asik, Rumah Istimewa Para Blogger

Jumat, Desember 03, 2021

Saya membuat blog sejak tahun 2008, yang awalnya hanya berisi curhatan belaka, kini berubah menjadi salah satu sumber penghasilan. Perubahan ini tidak serta merta berlangsung begitu saja sehingga bisa mendapatkan job. Ada banyak jalan yang harus ditempuh, salah satunya adalah dengan menaikkan jumlah pembaca. 

Ada beberapa cara menaikkan jumlah pembaca blog, salah satunya adalah dengan blogwalking. Apa itu blogwalking? Blogwalking adalah kita ‘berjalan-jalan’ ke halaman blog lain, membaca blog tersebut dan meninggalkan komentar, sehingga nantinya kita akan mendapat kunjungan balik dari blogger lain. 

Mengenal Blogwalking Asik

Awalnya saya tidak paham bagaimana caranya agar bisa mendapat kunjungan balik dari blogger lain setelah kita melakukan blogwalking. Hingga kemudian, sahabat saya, Hadi Kurniawan, seorang guru PNS dan blogger mengenalkan saya pada grup whatsapp Blogwalking Asik. 

Saya lupa kapan tepatnya masuk ke grup whatsapp Blogwalking Asik ini, yang pasti sih sudah lebih dari 1,5 tahun saya ada di WAG ini. Jika banyak Whatsapp grup yang toxic dan bikin nggak betah dan pengen keluar grup tapi sungkan, maka beda dengan grup whatsapp Blogwalking Asik ini. Saking nggak pengennya terdepak dari grup, bahkan ada challenge bikin tulisan blog tentang grup ini. 

Grup whatsapp Blogwalking Asik ini memang benar-benar lebih dari sekadar grup whatsapp, karena selain bisa blogwalking blog milik blogger lain, ada banyak hal lain yang bikin saya betah berada di grup ini. Apa saja?

Bertemu Banyak Blogger Keren

Grup ini berisi banyak blogger keren dari segala profesi, ada guru, ibu rumah tangga, dokter, dosen, akuntan, pedagang dan masih banyak lagi profesi lainnya. Meskipun nggak sedikit blogger yang memiliki profesi mentereng, tapi mereka nggak pernah jumawa, bahkan dengan senang hati berbagi ilmu yang mereka miliki. Apalagi adminnya juga keren dan baik banget, ada mbak Rini Novita Sari dan Mbak Hani Widiatmoko. Love banget, deh. 

Banyak Peluang Job

Silaturrahmi itu bisa membuka pintu rejeki, ya salah satunya silaturrahmi antar blogger yang dilakukan lewat grup whatsapp Blogwalking Asik ini. Saya mendapat beragam job menulis lewat grup ini yang artinya menjadi pemasukan dan rejeki. Alhamdulillah banget.

Canda Tawa Setiap Hari

Seperti namanya, grup ini asik banget, nggak terlalu kaku dan isinya ngomongin blog, optimasi, dan segala macamnya yang kadang bikin kepala pusing. Tapi di grup ini selalu ada saja yang bisa dijadikan bahwan candaan, bikin penghuninya selalu happy. 

Meskipun kadang ada yang di’bully’, tapi sebenarnya itu bukan bully, ya, hanya sekadar candaan. Bahkan saking bahagianya di grup ini, orang yang merasa dibully pun nggak mau lho keluar dari grup, hahaha. Pasti tahulah ya siapa, hahaha. 

Masih ingat banget kejadian awal-awal grup ini ada, ada salah satu anggota grup yang heboh dan merasa ditipu karena membayar domain mahal hingga ratusan ribu. Setelah ditelusuri, ternyata dia salah beli, bukan cuma domain yang dibeli, tapi juga hosting selama 1 tahun, padahal blog miliknya itu pakai blogspot yang nggak perlu hosting luar. Akhirnya tetap dibayar dan hostingnya nggak kepake. Serius lawak banget waktu itu, sampe pada heboh satu grup. Wkwkwwk. 

Tempat Cari Solusi

Punya masalah? Cari solusi atau sekadar tempat curhat? Bisa lho di WAG Blogwalking Asik. Di sini bebas curhat apapun, asal sopan dan tidak SARA. Mau curhat soal sekolah anak atau bahkan soal pupuk tanaman, bisa banget di grup ini, dan anggota lain yang ada di grup akan menanggapi dengan sepenuh hati. Nggak ada yang toxic dan julid. 

Rumah Para Juara Lomba

Notifikasi grup rame? Bisa dipastikan lagi ada yang menang lomba blog di grup, dan banyak yang ngasih ucapan selamat. WAG Blogwalking Asik ini bisa dibilang rumahnya para juara lomba. 

Setiap ada pengumuman pemenang lomba blog, hampir bisa dipastikan, salah satu atau bahkan salah dua, salah tiganya adalah anggota Blogwalking Asik. Dan asiknya lagi, anggota lain yang nggak menang atau nggak ikutan lomba akan dengan senang hati mengucapkan selamat kepada pemenang.

Seperti saya, pengen gitu diucapin selamat, tapi mau gimana ya jarang ikut lomba, hahaha. Tapi tetep sih, melihat banyak teman di grup Blogwalking Asik yang menang lomba itu bikin saya semangat buat ikutan lomba juga, meski ya sampai sekarang lebih banyak malasnya, hehehe. 

Nah, itu dia beberapa alasan yang bikin saya betah untuk’tinggal’ di WAG Blogwalking Asik, dan bikin saya nggak mau terdepak dari grup, hehehe. Harapan saya buat grup ini semoga makin solid, makin menyenangkan, dan selalu bisa memberikan aura positif untuk para anggotanya. Semoga makin banyak juga yang menang lomba, termasuk saya. Hahaha. Saranghae Blogwalking Asik. (*)

 


Read More

Belajar Aksara-aksara di Nusantara bersama Program Merajut Indonesia

Senin, November 29, 2021

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan budaya, termasuk juga di dalamnya kekayaan intelektual berupa aksara-aksara yang hidup di tengah-tengah kebudayaan berbagai suku dan adat istiadat. Sebut saja aksara Jawa, aksara Sunda, aksara Bali, aksara Lontaraq, aksara Bima, aksara bilang-bilang dan beragam aksara lainnya.


Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini bisa dibilang asing dengan aksara-aksara yang ada di Indonesia, bahkan anak-anak muda sekarang justru lebih familiar dengan aksara dari bangsa luar seperti aksara hangeul dari Korea Selatan. 

Namun, ada secercah harapan yang muncul dari salah satu pemuda Indonesia yang juga penggiat aksara Nusantara, Ridwan Maulana. Kecintaannya akan aksara Nusantara ini membuat Ridwan tertarik untuk membuat sebuah buku tentang aksara Nusantara yang kemudian ia beri judul ‘Aksara-Aksara di Nusantara Seri Ensiklopedia’.

Berbincang tentang Aksara-aksara di Nusantara 

Buku yang ditulis oleh Ridwan Maulana ini akhirnya dibedah dan dibincangkan pada Jumat, 26 November 2021, pukul 19:30 – 20:30 WIB lewat Live IG @merajut_indonesia yang dipandu oleh penulis Evi Sri Rezeki.

Perbincangan yang berlangsung selama 1 jam tersebut menguak berbagai sisi lain tentang aksara-aksara di Nusantara ini. Termasuk juga bagaimana perjuangan Ridwan Maulana dalam menulis buku tersebut. 

Ridwan Maulana bercerita bahwa penyusunan buku tersebut membutuhkan waktu selama 2 tahun, dan itu ia lakukan seorang diri. Tak hanya dalam penulisannya saja, namun juga termasuk editing, layout, semua itu ia lakukan seorang diri.

Tak Banyak yang Menguasai Aksara Nusantara 

Ada beberapa alasan kenapa ia melakukan penyusunan tersebut seorang diri, salah satunya adalah karena ada banyak bagian dalam buku tersebut yang berisikan teks khusus berupa aksara Nusantara. Sedangkan tidak banyak orang yang menguasai aksara-aksara tersebut. Tidak ingin terjadi kerancuan atau kesalahan, maka ia pun menyuntingnya sendiri.

Bahkan, agar tidak terkena kesalahan copyright, Ridwan menulis aksara-aksara Nusantara di bukunya dengan font buatannya sendiri.

Ridwan mengakui bahwa memang masih sedikit orang yang tertarik belajar aksara Nusantara, dan itu juga yang membuatnya termotivasi untuk menulis buku ‘Aksara-Aksara di Nusantara Seri Ensiklopedia’. Ia berharap dengan buku tersebut banyak orang yang akan lebih mudah belajar aksara-aksara di Nusantara, karena ia tak ingin orang-orang mengalami kesulitan untuk belajar aksara-aksara Nusantara seperti yang ia alami. 

Perkembangan Aksara di Nusantara

Aksara-aksara di Indonesia banyak dipengaruhi oleh keberadaan Hindu, Budha, juga Islam. Hingga kemudian muncul aksara-aksara Nusantara termasuk juga pegon. 

Dalam perbincangan, Ridwan menyebut bahwa aksara menjadi salah satu bentuk peradaban suatu bangsa, meskipun begitu banyak suku di Indonesia yang tidak memiliki aksara. Menurut Ridwan, suku-suku yang tidak memiliki aksara, memiliki kekuatan lain di penceritaan secara lisan. 

Golongan Aksara-aksara di Nusantara

Aksara-aksara di Nusantara terbagi ke dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:

- Aksara yang masih dipakai, seperti aksara Jawa, aksara Sunda, aksara Bali 

- Aksara yang sudah tidak dipakai, seperti aksara pasca pallawa

- Aksara kontroversial, seperti aksara Minang, aksara Gayo, dan aksara Cirebon.

Pembelajaran Aksara-aksara Nusantara di Indonesia

Sebagai sebuah kekayaan intelektual, aksara Nusantara harus terus dilestarikan, ada beberapa tips yang diperlukan dalam hal belajar aksara Nusantara ini. 

1. Mindset

Mindset dalam memandang aksara Nusantara sebagai sesuatu yang kuno dan tidak dibutuhkan harus diubah. Kita harus memiliki mindset bahwa aksara Nusantara harus terus dipelajari agar bisa terus lestari hingga anak cucu nanti. 

2. Menemukan Komunitas

Sesuatu itu bisa menjadi hal yang menyenangkan apabila kita memiliki teman atau komunitas, begitu juga dalam belajar aksara-aksara Nusantara, dimana kita bisa mencari teman atau komunitas yang sama-sama menyukai aksara-aksara Nusantara kemudian bisa mempelajarinya bersama.

3. Media Belajar

Saat ini ada banyak media belajar yang bisa digunakan untuk mempelajari aksara-aksara Nusantara. Selain buku Aksara-aksara di Nusantara karya Ridwan Maulana, kita juga bisa belajar aksara-aksara Nusantara bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) lewat program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN)

Penguatan Aksara Nusantara di Pelajaran Sekolah

Salah satu cara untuk lebih memasyarakatkan aksara Nusantara adalah dengan menjadikannya sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Namun, sayangnya hingga saat ini belum ada mata pelajaran yang khusus untuk mempelajari aksara-aksara Nusantara.

Adapun pelajaran yang berkaitan adalah pelajaran muatan lokal bahasa daerah yang aturan pembelajarannya tergantung pada daerah masing-masing. Seperti yang pernah saya pelajari di sekolah dulu yaitu muatan lokal Bahasa Jawa. 

Pada pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa ini, siswa tak hanya belajar terkait seluk beluk Bahasa Jawa, termasuk juga aksara Hanacaraka. Saya bersyukur pernah belajar aksara Jawa dan hingga sekarang masih ingat huruf-hurufnya. 

Meski begitu, berharap sekali di kemudian hari ada pelajaran khusus aksara Nusantara di sekolah, sehingga siswa bisa belajar beragam aksara Nusantara, tidak hanya aksara daerahnya saja. (*)







Read More

Gaya Hidup Lebih Hemat dan Cermat dengan blu by BCA Digital

Sering merasa susah mengatur keuangan? Ingin membuka rekening baru untuk tabungan masa depan tapi malas antre di bank? Tenang, sekarang semua ini bukan masalah lagi karena mengatur keuangan hingga membuka rekening tabungan baru bisa dilakukan semudah dan secepat masak mie instan, lho, karena sekarang ada rekening blu by BCA digital. 

review aplikasi blu
blu by BCA Digital

Mengenal blu by BCA Digital

Beberapa bulan terakhir, saya sering mendengar tentang blu by BCA Digital. Sebelum membaca banyak review aplikasi blu, tadinya, saya kurang paham, apa sih blu ini? Saya kira blu adalah jenis layanan BCA, semacam BCA mobile, tapi ternyata sama sekali berbeda.

blu by BCA Digital
blu Mulai Langkahmu 

Aplikasi blu by BCA Digital merupakan aplikasi perbankan berbasil mobile yang diluncurkan oleh Bank BCA Digital. Jadi, meskipun sama-sama memiliki bendera BCA, namun Bank BCA dan Bank BCA Digital itu berbeda. 

Bank BCA Digital dikembangkan dari hasil akuisisi Bank Royal di tahun 2019 hingga kemudian diluncurkan aplikasi blu pada 2 Juli 2021. 

Pembukaan Rekening lewat Aplikasi Telkomsel redi 

Setelah berselancar di internet untuk mencari tahu dan membaca review aplikasi blu. Saya pun akhirnya tertarik untuk membuka rekening, apalagi melihat adanya bendera BCA yang tentunya memiliki layanan excellent untuk para nasabahnya.


Review Aplikasi redi
Aplikasi Telkomsel redi

Saya akhirnya memilih pembukaan rekening lewat Telkomsel redi karena saya menggunakan nomor Telkomsel. Hah, aplikasi Telkomsel redi? Apaan lagi sih ini? Apa hubungannya dengan blu by BCA Digital? Tolong review aplikasi redi dikit, dong. 

Okey, okey, biar kalian nggak penasaran, berikut review aplikasi redi secara singkatnya, ya. Semoga bisa mencerahkan, hehe.  

Jadi, aplikasi Telkomsel redi ini adalah kelanjutan dari layanan m-banking Telkomsel yang sudah ada sejak tahun 2002. Telkomsel redi mengintegrasikan beragam layanan perbankan dalam satu aplikasi saja, jadi nggak perlu ribet harus unduh banyak aplikasi perbankan, cukup dengan Telkomsel redi saja, termasuk untuk pembukaan rekening blu by BCA Digital. 

redi x blu

Caranya juga gampang banget, pertama unduh aplikasi Telkomsel redi, lalu pilih bank utama lalu pilih rekening blu by BCA digital. Untuk pendaftaran rekening baru, pilih ‘Saya bukan Nasabah BCA’.

Selanjutnya kita akan diarahkan untuk mengirim foto KTP dan langkah terakhirnya kita akan melakukan video call langsung dengan customer service. Karena berbasis digital dan pembukaan rekening bisa dilakukan dimana saja, maka dari itu, sebelum video call dimulai ada beberapa hal yang harus dipersiapkan:

- Menyiapkan e-KTP

- Menggunakan browser google chrome

- Punya koneksi internet yang lancar

Saat melakukan pendaftaran rekening kemarin, saya masuk antrean no 19, dan tidak sampai 1 menit, saya sudah masuk panggilan dengan customer service. Saya pun dilayani dengan ramah dan cepat. Awalnya customer service mengatakan untuk menunggu 1x24 jam untuk aktivasi rekening, tapi ternyata hanya butuh waktu tak sampai 1 jam, rekening blu saya sudah aktif, yeay!

Lewat Telkomsel redi ini kita bisa transfer, pindai QR, bayar tagihan, top up e money hanya dengan satu aplikasi saja, dengan sumber dana rekening utama yang kita masukkan ke Telkomsel redi. Kita juga bisa mengatur pengingat di aplikasi ini biar nggak kelewatan saat harus bayar tagihan setiap bulannya. 

Saat ini ada 24 bank yang bisa dimasukkan ke aplikasi Telkomsel redi ini. Tapi sebelum memasukkan bank ke aplikasi redi, pastikan dulu sms banking yang didaftarkan adalah nomor telkomsel yang sama dengan yang digunakan di Telkomsel redi, ya. 

Nah, bagi pengguna nomor Telkomsel yang membuka rekening blu by BCA Digital lewat Telkomsel redi, ada bonus kuota 6 GB lho. Setelah melakukan video call dengan CS akan mendapat kuota data 1 GB, dan selanjutnya lakukan setoran minimal Rp 100.000,- dan 1 kali transaksi QRIS dengan blu sebagai sumber dana, maka akan mendapat tambahan kuota 5 GB. Reward kuota ini paling lambat diberikan 8 hari kerja. 

Kenapa Pilih blu by BCA Digital?

Punya rekening blu by BCA Digital ini asyik banget dan saya pun merasa aman. Tahu sendiri kan bagaimana BCA sangat perhatian dengan keamanan para nasabahnya. Hal ini juga terjadi pada rekening blu by BCA Digital. Selain penggunaan pin, blu by BCA Digital juga menerapkan penggunaan password, jadi ada dobel keamanan. Selain itu, HP yang digunakan untuk aktivasi blu juga harus mengaktifkan screen lock, jadi keamanan rekening sangat terjaga. Benar-benar aplikasi bank digital terbaik, deh. 

Selain keamanan blu by BCA Digital yang oke punya, layanan yang dimiliki aplikasi keuangan terbaik ini juga beragam dan tentunya bisa membantu saya untuk lebih hemat dan cermat dalam mengatur keuangan.  

- bluAccount

Setelah melakukan pendaftaran dan dilakukan verifikasi, kita akan mendapatkan nomor rekening yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Meskipun berada di bawah bendera BCA, namun kita tidak bisa melakukan setor tunai lewat teller atau ATM BCA. Tapi tenang saja, meski tidak bisa setor tunai, kita masih bisa melakukan tarik tunai lewat ATM BCA dengan memasukkan nomor pelanggan dan kode transaksi yang ada akan muncul di aplikasi blu.

Kenapa harus pakai nomor pelanggan dan kode transaksi? Hal ini karena blu by BCA Digital memang tidak memiliki kartu debit fisik. Tapi, tentunya hal itu tidak menghalangi kemudahan bertransaksi, karena ATM BCA memiliki fitur transaksi tanpa kartu, jadi tarik tunai menggunakan blu by BCA Digital lebih mudah. 

Lalu apa saja transaksi yang bisa dilakukan selain tarik tunai lewat ATM BCA? Kita bisa transfer, top up e money, bayar tagihan, pembayaran lewat kode QRIS, dan yang terbaru, kita juga bisa melakukan pembayaran lewat BCA virtual account. 

Untuk penerimaan transfer, tujuan untuk bank kita juga berbeda, ya. Tidak menggunakan BCA, namun BCA Digital. Harap dibedakan, ya, agar transaksi transfer antar bank bisa berjalan dengan lancar. 

Misalnya saja, ada seorang teman ingin melakukan transfer ke rekening blu saya, maka rekening yang saya berikan adalah:

BCA Digital (blu) – Kode Bank 501

No. Rekening 0012 xxxx xxxx

A.n. Richa Miskiyya

Oh, ya, hal lain yang saya suka dari aplikasi bank digital terbaik ini adalah kita bisa copy paste nomor rekening dengan mudah. Tahu sendiri kan gimana repotnya kalau ada teman minta nomor rekening tapi kita nggak hafal nomor rekening kita sendiri. 

Nah, aplikasi keuangan terbaik ini tahu banget kebutuhan nasabahnya. Dengan blu, kita nggak perlu ketik ulang di chat kalau ada orang lain yang ingin transfer dan meminta nomor rekening kita, cukup copy paste aja. Meskipun kelihatan sepele, tapi membantu banget. 

- bluSaving

Rekening blu by BCA Digital ini juga memiliki sub rekening yang disebut pocket, ada bluSaving, bluGether, dan bluDeposit. 

Aplikasi Bank Digital Terbaik
Layanan blu by BCA Digital

Adanya bluSaving ini memudahkan banget dalam pengelolaan budget, karena kita bisa buka hingga 10 tabungan dengan tujuan yang berbeda-beda, seperti untuk hadiah, pendidikan, barang impian, rumah, liburan, juga pensiun.

Kita bebas memberi nama masing-masing tabungan itu dan bebas juga dalam pengisian nominalnya. Selain itu, suku bunga tabungannya juga terbilang tinggi, yaitu 3% p.a (per annum / per tahun).  

Jadi, dengan adanya bluSaving ini, kita bebas untuk menentukan target tabungan. Kalau malas melakukan setor dana ke bluSaving atau takut lupa, kita bisa juga aktifkan fitur autodebet agar tersimpan secara otomatis. 

- bluGether

Hal unik lain dari blu by BCA Digital ini adalah adanya pocket bluGether. Jadi, pocket ini bermanfaat banget untuk kebutuhan pengelolaan dana bersama, seperti patungan a la Indonesia. Dengan pocket ini kita bisa mengundang account lain maksimal 24 orang (25 orang termasuk creator), jadi pocket ini semacam bendahara, ada creator dan member.  

Creator bisa menarik member baru dan juga menarik dana, sedangkan member nggak bisa. Meski begitu, jangan khawatir, karena setiap creator menarik dana, maka member lain juga akan mendapatkan notifikasi, jadinya lebih transparan. 

Buat yang punya grup arisan bisa banget pakai pocket ini, atau buat yang merencanakan keuangan jelang pernikahan bersama pasangan juga bisa banget menggunakan bluGether. Untuk bluGether ini juga ada bunga 3% per tahunnya. 

- bluDeposit

Ingin punya deposito? Tenang, sekarang bikin deposito mudah banget, karena ada bluDeposit. Fitur deposito BCA Digital ini menawarkan bunga hingga 4% per tahun, dengan bunga berjenjang 3,5%  p.a untuk saldo antara 1 juta-10 juta, 3.75% p.a untuk saldo < Rp 100 juta dan 4.00% p.a untuk saldo >= Rp 100 juta.

Kita bisa memilih tenor mulai dari 1 sampai 12 bulan dengan minimal dana Rp 1 juta. Selain itu, kita juga bisa bebas memilih jenis deposito ARO, Non ARO, atau ARO+ sesuai kebutuhan.  

Selain itu, kita juga bisa membuka lebih dari 1 deposito lewat blu by BCA Digital ini. Trus bisa nggak menarik dana sebelum jatuh tempo? Bisa banget, hanya saja kita nggak akan dapat bunga, ya. Penarikan dana sebelum jatuh tempo juga nggak bisa dilakukan di hari pembukaan deposit dan 2 hari jelang jatuh tempo. 

Lebih Cermat dengan Tracker

Sering merasa kebingungan kemana saja aliran dana kita?  Ingin melakukan pencatatan tapi malas? Tenang saja, karena blu by BCA Digital memiliki fitur Tracker yang mencatat pengeluaran dan pemasukan kita. Jadi kita bisa lebih cermat lagi dalam mengelola keuangan. 

bluReward untuk Nasabah

Kalau denger kata ‘hadiah’ atau ‘reward’ pasti senang, kan? Hehehe, saya juga gitu. Makin happy karena di blu by BCA Digital ini banyak reward yang diberikan untuk nasabah. 

Aplikasi Keuangan Terbaik
bluRewards

Buat tahu apa saja reward yang kita dapat, bisa klik menu simpanan, kemudian ‘bluAccount’ kemudian klik ikon ‘kado’ di pojok kanan atas, maka akan muncul reward apa saja yang bisa kita dapatkan.  

Gratis Biaya Admin

Biaya admin memang terdengar sepele, tapi apabila kita termasuk orang yang sering transfer kesana-kemari, maka biaya admin bank bisa jadi penyebab ‘bocor halus’ keuangan kita. Untungnya blu by BCA Digital ini gratis biaya pembukaan rekening, penutupan rekening, admin bulanan, biaya rekening pasif (6 bulan), biaya di bawah saldo minimum, dan gratis tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA. 

Nasabah baru juga akan mendapat kuota transfer gratis sebanyak 20x ke bank lain selama 2 bulan, di bulan ke-3 dan seterusnya nasabah bisa mendapat bebas 20x biaya transfer apabila saldo rata-rata minimal 1 juta rupiah. Sedangkan untuk transfer ke sesama blu atau ke rekening BCA, bebas biaya admin selamanya.

Nah, itu dia review aplikasi blu, ada beragam fitur menarik dan layanan kekinian yang ada di blu by BCA Digital. Kita juga bisa melakukan transaksi dengan tenang karena blu by BCA digital ini sudah terdaftar di OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan. 

Setelah baca review aplikasi blu di atas, sekarang saatnya kamu buat download aplikasi blu by BCA Digital di aplikasi blu Apple, aplikasi blu Android, atau bisa juga daftar melalui aplikasi redi. Yuk, mulai atur keuangan lebih mudah, aman, dan nyaman dengan blu by BCA Digital (*)  


Read More

Cara Memajukan Usaha Kecil dengan Bantuan LPDB Mitra Koperasi

Rabu, November 17, 2021

Bukan hanya memulai usaha tetapi ketika pemilik usaha ingin mengembangkan tentu perlu banyak biaya. Untung saja sekarang ini sudah ada LPDB mitra koperasi di Indonesia yang bisa menjadi solusi atas permasalahan permodalan. 

LPDB Mitra Koperasi
LPDB Mitra Koperasi

Perlu diketahui LPDB merupakan lembaga yang dibuat oleh pemerintah dengan mengemban tugas melaksanakan dan mengelola dana bergulir untuk pembiayaan berbagai KUMKM. Bukan hanya pinjaman modal namun juga bisa berbentuk pembiayaan lainnya, inilah kesempatan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi.

Adanya koperasi saat ini memang memiliki peran yang cukup penting bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Namun sering kali koperasi individu hanya memiliki modal yang kecil artinya terbatas hanya dari permodalan para anggota saja. 

Bahkan untuk bisa bertahan saja cukup sulit bagi koperasi itu sendiri, inilah peran penting dari LPDB. Sebagai mitra koperasi, ada beberapa bentuk bantuan yang bisa Anda manfaatkan seperti:

1. Pemberian pinjaman modal.

2. Pemberian pinjaman modal barang.

3. Pemberian pinjaman kebutuhan alat elektronik.

4. Pemberian pinjaman kebutuhan bahan baku dan masih banyak lagi lainnya.

Sebagai pelaku usaha, mendengar adanya bantuan permodalan dari mitra koperasi LPDB tentu akan senang. Apalagi LPDB mitra koperasi di Indonesia langsung dinaungi oleh pemerintah dan kementerian koperasi, sehingga keamanan dan kepercayaan sudah bisa jelas terjamin.

Ditambah lagi bunga yang dikenakan pada setiap kali pinjaman tergolong lebih ringan dari pada jenis koperasi pada umumnya. Tentu ini menjadi kesempatan Anda pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dan banyak bukan?

Sampai saat ini LPDB terus melakukan usahanya dengan menyalurkan dana bergulir untuk para pelaku usaha mikro, kecil sampai dengan menengah. Ini artinya pemerintah memiliki peran penting dalam kemajuan ekonomi masyarakat menengah kebawah. Apalagi dalam masalah permodalan, karena dengan LPDB mitra koperasi sudah bisa menjadi solusi. Sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membangun usaha karena masalah permodalan. 

Nah, tunggu apa lagi mulai usaha dan besarkan bisnis Anda dengan permodalan yang besar namun bunga lebih ringan.

 

 


Read More

Nostalgia Game Jadul di Solitaire.org

Minggu, November 07, 2021

Saya pertama kali mengenal komputer saat saya masih kelas 5 atau 6 SD di tahun 2000an. Saat itu, sepupu saya yang sudah kuliah dibelikan komputer oleh orang tuanya dan akhirnya bikin saya kepo dengan benda canggih ini. 

Sepupu saya pun akhirnya mengajari saya menggunakan komputer dan mengajak saya bermain game-game yang ada di komputer. Salah satu game yang bikin saya ketagihan adalah game solitaire. 

Saya ingat betul, saya begitu senang dengan game ini dan bisa duduk selama berjam-jam untuk menyelesaikan game solitaire. Sekarang, setelah belasan tahun berlalu dan saya rindu memainkan game ini lagi, ternyata teknologi sudah makin berkembang dan game kesayangan saya ini tak lagi tersedia di setelan windows terbaru. Hingga kemudian saya bisa tersenyum gembira karena saya bisa memainkan game ini di Solitaire.org

Dan lebih membahagiakannya lagi, di website Solitaire.org, saya tak hanya bisa memainkan game solitaire saja, namun saya juga bisa menemukan dan memainkan beragam game jadul lainnya. 

Tak Perlu Download

Pengen main game tapi malas download? Tenang aja, di Solitaire.org ini kita bisa tinggal pilih dan main game yang kita inginkan tanpa perlu download lebih dulu. Asyik, banget, kan? Apalagi di website ini juga tersedia banyak banget game-game jadul yang bikin kita bernostalgia. 

Di website Solitaire.org ini, selain solitaire, ada banyak permainan yang terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:

- Card Game

- Mahjong Solitaire Tile Game

- Hidden Object Game

- Match 3 Games

- Logic Puzzle Games

- Word Games

- Other Fun Arcade Games

Solitaire Klondike

Solitaire Klondike

Nama klondike mungkin terasa asing untuk masyarakat Indonesia, padahal nama ini merupakan nama lain dari Solitaire itu sendiri. Ada beberapa cara bermain kartu solitaire, seperti freecell, pyramid, spyder, tripeaks, dan Golf.  Dan apabila kita ingin bermain solitaire dengan gaya klasik seperti yang sering dimainkan di microsoft windows, kita bisa memilih Solitaire Klondike, pada game ini kita cukup mengurutkan kartu dari K, Q, J, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, hingga A dengan warna selang-seling hitam dan merah, sebagaimana permainan game solitaire klasik yang kita kenal selama ini. 

Zuma Legend

Zuma Legend

Game selanjutnya yang menjadi favorit saya di website ini adalah Zuma Legend. Mendengar nama Zuma pastinya sudah nggak asing lagi, kan? Ya, betul banget, ini game dimana kita harus menembakkan bola berwarna dari mulut katak raksasa ke arah bola-bola lain dengan warna sama hingga membentuk minimal 3 baris bola. Terus tembakkan bola, jangan sampai bola masuk ke lubang.  

Zuma Legend yang ada di Solitaire ini berada dalam kategori Match 3 Games. Zuma Legend memiliki 100 Level yang tentunya akan bikin kita terus tertantang untuk memainkannya hingga level tertinggi.

Hidden Kitchen

Hidden Kitchen

Selain Solitaire dan Zuma, ada game lain yang menjadi favorit saya dan bikin saya penasaran, yaitu Hidden Kitchen. Game ini masuk dalam kategori Hidden Object Game. Sebagaimana namanya, game ini dimainkan dengan cara mencari benda-benda tersembunyi yang ada di dapur. 

Setiap levelnya diberi batasan waktu, untuk level pertama diberi waktu 5 menit, setelah naik level, maka waktu akan berkurang 20 detik. Ada 10 level di game ini, dan untuk level terakhir memiliki waktu 1 menit 40 detik. 

Apabila kita memilih benda yang salah, maka akan mengurangi 5 detik waktu yang kita miliki. Setiap benda yang berhasil ditemukan nilainya 10 point, dan apabila menggunakan petunjuk akan dikenakan 50 point. 

Nah, itu dia game-game favorit saya di Solitaire.org. Kalo kamu, game jadul apa nih yang jadi favorit kamu? Yuk temukan game jadul favorit kamu di Solitaire.org (*)

  


Read More