Belajar Jadi Orang Tua dan Sahabat untuk Anak

Jumat, Juli 03, 2020

Judul              : Anak Juga Manusia
Penulis           : Angga Setyawan
Penerbit         : Nourabooks, Jakarta
Tebal               : 175 halaman
Cetakan          : Pertama, Mei 2013
ISBN               : 978-602-7816-32-9

Anak adalah anugerah indah yang diberikan Tuhan bagi para orang tua. Namun, terkadang ada beberapa orang tua yang tidak mampu memahami jika anak adalah anugerah, dan justru dipandang sebagai beban. Ini bisa dilihat dari beberapa berita yang kerap tayang di televisi maupun tercetak di surat kabar tentang orang tua-orang tua tak bertanggung jawab yang tega membuang bayinya atau menyiksa anaknya karena alasan rewel.

Pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya terjadi? Apa benar seorang anak itu nakal atau orang tua tersebut yang belum siap untuk menjadi orang tua? Orang tua pastinya berharap agar anak-anaknya menjadi anak yang baik, akan tetapi orang tua lupa, apakah mereka sudah menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya atau belum.

Dalam buku Anak Juga Manusia ini dibahas mengenai bagaimana memosisikan anak di dalam keluarga dan bagaimana orang tua harus bersikap kepada anaknya. Banyak orang tua menganggap jika anak yang nakal disebabkan karena kegagalan mereka mendidik anak, padahal sebenarnya justru kegagalan itu sudah dirancang sendiri oleh orang tua.

Bukan hanya anak yang memiliki tugas untuk belajar, akan tetapi orang tua juga punya kewajiban untuk terus belajar bagaimana untuk menjadi orang tua yang baik. Banyak cara yang dapat orang tua lakukan, melalui browsing, membaca buku parenting, ikut seminar dan pelatihan, konsultasi dengan konsultan pendidikan anak, dan bukan orang tua tidak mampu melakukan itu semua, tetapi karena orang tua tidak berusaha untuk mampu (halaman 4).

Anak itu serupa kertas putih yang mana tergantung orang tua bagaimana akan menulis atau menggambar di atasnya. Sejak anak kecil, orang tua seharusnya mampu membangun kedekatan dengan anak. Lebih banyak mendengar daripada bicara, dan buka hati agar anak nyaman dan bersedia untuk bercerita apapun kepada orang tua (halaman 12).

Orang tua yang tidak mampu menjalin kedekatan dengan anak, akan membuat anak merasa jauh dengan orang tua sehingga lebih memilih bercerita pada teman-temannya. Apabila teman-temannya baik tentu tidak masalah. Namun, apa jadinya jika anak bergaul dengan teman dan lingkungan yang salah?

Orang tua harus menyediakan waktu untuk anak. Peran orang tua sangat vital bagi perkembangan anak. Orang tua adalah model bagi anak dan juga menjadi benteng terakhir bagi anak (halaman 14).

Orang tua seringkali menjejali anak dengan bermacam les dengan harapan anaknya akan menjadi pintar dan serba bisa, akan tetapi orang tua juga sering lupa dengan fondasi utama pendidikan anak yaitu, ‘Pendidikan Rumah’ yang juga menjadi salah satu judul bab di buku ini.

Dalam buku ini juga dijabarkan mengenai bagaimana orang tua harus bersikap untuk menghadapi kemampuan anak. Setiap anak pastilah memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan kemampuan anak. Anak mendapat nilai 50 dalam pelajaran Matematika bukan berarti anak tersebut bodoh? Karena bisa jadi keunggulan kemampuan anak bukan di Matematika tetapi di Kesenian.

Oleh karena itu, orang tua harus bisa membimbing anak untuk dapat menemukan dan menumbuhkan kemampuan yang dimiliki anak dan jangan lantas mengucapkan kata’bodoh’ atau ‘nakal’ pada anak, karena hal itu secara tidak langsung akan masuk ke dalam alam bawah sadar si anak dan ia akan mengonsep dirinya jika ia itu anak yang bodoh.

Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang, melakukan penelitian jika air memiliki struktur yang bisa berubah bentuk sesuai yang kita pikirkan, katakan, atau inginkan terhadap air itu atau sesuai bagaimana perasaan kita terhadap air tersebut. Kemudian diketahui pula jika tubu manusia sebagian besar susunannya adalah air, sehingga orang tua harus berhati-hati dengan apa yang diucapkannya pada anak.

Apa yang orang tua katakan pada anak, jika mereka percaya di level bawah sadarnya, tubuhnya yang sebagian besar adalah air akan membentuk struktur yang mengikuti apa yang diucapkan (halaman 43).

Orang tua harus bisa mengonsep segala sesuatu yang positif dalam pikiran anak, jangan biasakan membentak anak jika ia melakukan kesalahan atau tak bisa melakukan sesuatu seperti yang orang tua harapkan, pahamilah hal tersebut sebagai proses pembelajaran.

Thomas Alva Edison, penemu bola lampu dan orang yang paling banyak mematenkan penemuannya, ternyata ia pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh dan idiot. Namun, ibunya tak marah dan justru memeluk erat dan mengatakan pada Thomas, ‘Nak, mulai saat ini, kamu akan belajar dengan Ibu’.

Nancy Elliot, ibu Thomas Alva Edison, dengan sabar juga selalu menjawab pertanyaan Thomas, jika dia tak mampu ia akan mengajak Thomas untuk menemui seseorang yang dianggap bisa menjawabnya, atau ia akan mengajak Thomas ke perpustakaan untuk mencari jawaban. Bahkan, pernah ibunya membantu Thomas mencari sebuah jawaban di buku perpustakaan selama hampir satu bulan (halaman 87).

Dari buku Anak Juga Manusia ini, memberikan pengetahuan bagi para orang tua untuk bisa lebih memahami anak dan menjadi sahabat bagi anak. Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca para orang tua dan juga para calon orang tua agar dapat memahami lebih dalam bagaimana menjadi orang tua dan sahabat yang baik untuk anak, karena anak juga ingin dimengerti. (*)
Read More

Selena dan Nebula: Pertarungan Antara Cinta, Ambisi, dan Egoisme dalam Diri

Selasa, Juni 30, 2020


Judul Buku   : Selena

Penulis          : Tere Liye – Diena Yashinta (Co-Author)

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Tahun            : 2020

Tebal              : 368 halaman


Novel Selena merupakan novel ke-8 dalam seri Bumi. Menceritakan tentang sosok Selena atau Miss Keriting


Selena merupakan buku ke-8 dalam seri Bumi, di buku ini akan diungkap tuntas mengenai siapa sebenarnya sosok Selena atau Miss Keriting, guru Matematika di sekolah Raib, Seli, dan Ali.

Kisah dalam buku ini bermula tatkala Jem, ibunda Selena meninggal dunia. Atas wasiat Jem, Selena pun diminta menemui pamannya, Raf yang tinggal di kota Tishri. Hidup Selena yang awalnya begitu miskin dan tersisih dari kemajuan zaman ketika berada di distrik tempatnya tinggal, berubah drastis ketika ia tinggal bersama Paman Raf, Bibi Leh, dan kelima sepupunya Am, Im, Um, Em, Om.

Selena adalah satu dari sekian banyak penduduk klan bulan yang memiliki kekuatan. Akan tetapi kekuatan tersebut tidak pernah muncul maksimal, hingga ia sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan tatkala gagal memunculkan kekuatannya itu.

Paman Raf yang memiliki perusahaan konstruksi memperkerjakan Selena di penggalian dan pemasangan lorong kereta bawah tanah, hingga kemudian Selena  mendaftarkan diri ke Akademi Bayangan Tigkat Tinggi (ABTT), namun gagal.

Selanjutnya Tamus datang dan menawarkan bantuan pada Selena agar bisa masuk ke ABTT. Sebagai gantinya Tamus meminta Selena untuk melakukan beberapa tugas. Selena tak sadar, bahwa tugas-tugas dari Tamus yang ia laksanakan itu menjadi awal dari semua petaka.

Selena, Keberanian, dan Ingatan Fotografis
Membaca Selena kita akan dibawa masuk ke dalam sebuah cerita yang sangat detil dan runtut. Seolah-olah kita diajak berkelana bersama ingatan fotografisnya.

Semua yang ia lihat, yang ia sentuh, yang ia dengar, semuanya ditulis begitu detil di buku ini. Dan tak bisa dipungkiri, cerita yang diungkapkan terlalu detil memang membuat pergerakan bab demi bab terasa lambat.

Namun, hal ini tak dapat dihindari juga, karena seorang Selena memang memiliki kelebihan ingatan fotografis dan pandangan mata yang tajam. Maka semua yang ia lihat akan terekam dalam ingatannya, begitu kuat, begitu detil.

“Kamu memang tidak pandai menghilang atau menguasai teknik Klan Bulan lainnya, tapi matamu setajam elang Pegunungan Berkabut. Ingatanmu sekuat gurat air di sungai-sungai jauh. Kamu punya bakat hebat” (halaman 9).

Sosok Selena muda, remaja berambut keriting yang berani, keras kepala, dan siap melanggar peraturan kapan saja, akan mengingatkan kita pada sosok Merida dalam animasi Disney berjudul Brave.

Dilihat dari tampilan fisik dan usianya, sosok Selena dan Merida remaja yang memiliki rambut keriting tentunya sangatlah mirip. Begitu juga dengan keberanian, serta sikap keras kepala dan masa bodoh dengan aturan.

Bedanya, Merida terlahir dari keluarga kerajaan, sedangkan Selena berasal dari kalangan rakyat jelata di Klan Bulan. 

Asal-usul Selena yang bukan berasal dari keluarga kaya atau bangsawan inilah yang membuat kemunculan Mata dan Tazk dalam lingkaran persahabatannya menjadi perpaduan yang pas.

Mata dengan asal-usul darah murni pewaris Klan Bulan, juga Tazk yang memiliki kakek seorang mantan Panglima Pasukan Bayangan. Hal ini membuat persahabatan mereka terlihat sempurna.

Ibu Kota Sentris dan Ketimpangan Sosial
Selain di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT), latar kisah Selena muda di buku ini berlangsung di kota Tishri, ibu kota Klan Bulan.

Kota Tishri seolah menjadi gambaran betapa kemajuan teknologi itu ada, namun ketimpangan sosial juga tak kalah nyata. Adanya sekat perbedaan antara Kota Tishri bagian bawah tanah dan Kota Tishri bagian permukaan menjadi contohnya.

Pembagian wilayah di dalam Kota Tishri ini layaknya kita ketika memandang banyak kota-kota besar di dunia ini memiliki kemegahan dan hal-hal yang menakjubkan, padahal sebenarnya kota-kota besar tersebut juga memiliki sisi gelap yang jarang dipertontonkan pada dunia. 

Seperti Kota Tishri permukaannya diisi rumah-rumah balon di atas tiang, dihuni untuk kalangan elite. Sedangkan di bagian perut bumi untuk kelas menengah ke bawah.

Ketimpangan sosial ini tidak hanya terjadi di dalam Kota Tishri saja, namun juga di Klan Bulan pada umumnya. Dari cerita Selena, bisa diketahui jika Kota Tishri sebagai ibu kota memiliki sisi modern yang bergerak dengan teknologi tinggi.

Berbeda dengan Distrik Sabit Enam, kampung halaman Selena. Meskipun sama-sama dalam Klan Bulan, namun perbedaannya begitu nyata. Termasuk juga ketakjuban Selena ketika menerima 9.900 Kredit sebagai gaji pertamanya bekerja pada Paman Raf.

“Aku menelan ludah. Sebaliknya seumur-umur aku beum pernah melihat uang sebanyak ini. Dulu. Ibu terpaksa meminjam uang dari tetangga sebanyak 275 Kredit untuk membayar tunggakan listrik kami, agar listrik kami tidak dipadamkan.” (halaman 53).

Klan Bulan ini mengingatkan kita pada Indonesia, dimana selama ini, pembangunan, teknologi, dan kemajuan berpusat di ibu kota Jakarta, melupakan tanah-tanah lain yang gersang dan tak tersentuh kemajuan.

ABTT, Kawah Candradimuka Tiga Sahabat
Novel bertajuk Selena ini mayoritas bercerita tentang kehidupan Selena saat di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi. Bagaimana perkuliahannya, siapa saja dosennya, dan bagaimana ABTT ini membentuk Selena, Mata, dan Tazk menjadi petarung serta pengintai yang ulung.

ABTT serupa kawah candradimuka bagi Selena, Mata, dan Tazk dimana menjadi tempat yang sangat berpengaruh dalam peningkatan kemampuan mereka.

Akademi Bayangan Tingkat Tinggi diceritakan terletak di Lembah Gajah. Entah kenapa ini mengingatkan pada salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Gajah Mada.

Entah kebetulan atau tidak, Penggambaran ABTT mirip dengan UGM, selain terletak di kawasan yang rimbun, jauh dari ibu kota negara, juga di dalam UGM terdapat kawasan bernama ‘Lembah UGM’.

Aktifitas perkuliahan Selena, Mata, dan Tazk menjadi paling banyak yang diceritakan. Memang terkesan membosankan karena pembaca diajak mengikuti cerita rutinitas yang berulang dalam beberapa bab.

Latar tempat hanya berputar-putar di asrama, ruang kelas dan kantin. Apalagi tidak ada masalah dan persoalan yang benar-benar membuat adrenalin pembaca berdegup kencang, karena mayoritas masalah Selena, Mata, dan Tazk hanya berkisar pada mata perkuliahan dan nilai-nilai mata kuliah saja.

Untungnya kisah rutinitas ini mulai terasa menarik ketika Selena harus mengikuti mata kuliah ‘Malam dan Misterinya’, karena mata kuliah ini menjadi pondasi petualangan-petualangan Selena selanjutnya. 

Terlepas dari kisah Selena di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi yang tidak terlalu menggugah adrenalin, namun setiap detil yang dikisahkan Selena terasa penting dan patut untuk diingat, karena semuanya akan saling berkaitan dalam kisah selanjutnya tentang Klan Nebula. (*)

Judul Buku   : Nebula

Penulis          : Tere Liye – Diena Yashinta (co-author)

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Tahun            : 2020

Tebal              : 376 halaman


Novel Nebula adaah novel ke-9 dalam seri Bumi. Nebula ini bercerita tentang kehidupan Klan Nebula


Jika ingin membaca buku ke-9, Nebula. Maka sangatlah penting untuk membaca buku ke-8, Selena, terlebih dulu. Karena semua petualangan yang ada di novel Nebula, memiliki keterkaitan erat dengan cerita Selena, Mata, dan Tazk selama di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi.

Bahkan, hal ini juga dicantumkan penulis di halaman awal buku. ‘Catatan: Kalian sebaiknya telah membaca buku SELENA sebelum membaca buku NEBULA.’

Dibandingkan buku Selena, maka buku Nebula ini memiliki petualangan yang lebih seru dan membuat penasaran. Di buku ke-9 ini, Selena, Mata, dan Tazk masuk ke tahun keempat perkuliahan di ABTT, di buku ini juga perlahan terungkap perasaan tiga sahabat ini.

Tak hanya itu saja, ambisi Selena yang ingin bertualang ke klan lain, membuatnya harus memecahkan beragam teka-teki hingga ia mendapatkan kunci untuk membuka portal antar klan.

Pembaca juga seolah diajak untuk merasakan betapa mendebarkannya menjadi seorang pengintai, harus keluar masuk ruangan, bersembunyi, dan mendapatkan petunjuk yang dicari dengan beragam cara.

Dalam buku Nebula ini akhirnya dimulai petualangan Selena, Mata, dan Tazk melewati portal menuju Klan Nebula. Sebuah petualangan yang menguji persahabatan mereka.

Nebula dan Kata yang Akrab di Telinga
Membaca Selena dan Nebula seakan membawa kita masuk ke dalam imajinasi dunia paralel yang terasa nyata, dimana banyak kata dan ungkapan yang akrab di telinga.

Jika di novel Selena, beberapa kata yang akrab seperti tim bola terbang PAR-SIB, PAR-SIJA merujuk pada tim sepak bola PERSIB dan PERSIJA. Pada Nebula terdapat ungkapan-ungkapan tugas akhir perkuliahan yang juga muncul, seperti scriptie yang bisa dipastikan padanan kata skripsi.

Tak hanya ungkapan atau nama tim bola dan tugas akhir. Nama-nama orang terkenal pun dijadikan rujukan dalam penulisan novel ini.

Seperti halnya dalam buku Selena, disebutkan nama Ter-E Liy-E sebagai pengarang yang novelnya sedang dibaca oleh Mata. Maka, di buku Nebula juga ada penyebutan ing HBB sebagai dosen mata kuliah ‘Teknologi dan Rekayasa’ di kelas Selena, yang akan mengingatkan kita pada sosok Almarhum BJ. Habibie.  

Selain beberapa nama yang familiar di telinga tersebut, ada juga penyebutan nama boyband ECHO yang mirip dengan boyband Korea EXO. Namun, ternyata, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh ECHO lebih merujuk pada boyband BTS.

Jika BTS memiliki lagu ‘Love Your Self’ dan ‘Fake Love’, maka ECHO memiliki lagu ‘Cintai Dirimu Sendiri’ dan ‘Cinta Palsu’. Bahkan untuk lirik ‘Cinta Palsu’ yang dinyanyikan ECHO  mirip dengan terjemahan lagu ‘Fake Love’ dari BTS.

“Aku menatap potongan video klip dengan sembilan anggota boyband sedang menari dan subtitle lirik lagu di bawahnya: ‘Jika itu untukmu aku bisa. Berpura-pura bahagia bahkan ketika aku sedih. Jika itu untukmu aku bisa. Berpura-pura menjadi kuat bahkan ketika aku terluka’.” (halaman 9-10).

Lirik ini sangatlah mirip dengan terjemahan lagu Fake Love dari BTS berikut:

Neol wihaeseoramyeon nan
(Jika itu untukmu)
Seulpeodo gippeun cheok hal suga isseosseo
(Aku bisa berpura-pura bahagia bahkan ketika aku sakit)
Neol wihaeseoramyeon nan
(Jika itu untukmu)
Apado ganghan cheok hal suga isseosseo
(Aku bisa berpura-pura kuat bahkan ketika aku terluka)

Penggunaan lirik terjemahan dari BTS ini bisa jadi karena penulis menganggap pembaca Novel Tere Liye memang sudah akrab dan banyak menggemari lagu-lagu Korea, terutama dari boyband BTS yang sedang naik daun.

Selain itu, penggunaan lirik tersebut bisa juga sebagai upaya untuk lebih menghidupkan dunia Paralel dalam imajinasi pembaca, antara Klan Bulan yang diwakili ECHO dan Klan Bumi yang diwakili BTS.

Belajar Kesederhanaan dari Klan Nebula
Sesampainya di Klan Nebula, Selena, Mata, dan Tazk disuguhi pemandangan yang jauh berbeda dari Klan Bulan. Jika Klan Bulan selalu berlomba menemukan teknologi-teknologi baru. Maka Klan Nebula hidup sederhana tanpa adanya teknologi.

“Kami hidup sederhana di Klan Nebula. Kami tidak membutuhkan teknologi dan pengetahuan itu, apalagi kekuatan. Klan ini damai dan tenteram.” (halaman 289)

Ya, begitulah kehidupan di Klan Nebula, mereka merayakan kehidupan yang bersahaja, menyayangi kehidupan dan menghormati alam sekitar.

Seringkali, kemajuan teknologi memang melenakan manusia, setiap hari manusia terlalu mengandalkan gadget tanpa tahu ada apa di sekitarnya. Seperti yang dikatakan Kosong,

“Semakin maju teknologi, memang semakin banyak waktu yang dihemat manusia, tapi kualitas hidup mereka menurun. Waktu dan kemudahan hanya digunakan untuk hal sia-sia, memelototi gadget di tangan.” (halaman 299)

Belajar dari Kesalahan-Kesalahan Selena
Di buku ke-8, meskipun cerdas, Selena digambarkan sebagai biang onar dan kerap bikin sebal, dan di buku ke-9 ini, perkembangan watak Selena dibuat menjadi kian menyebalkan. Ada beberapa kesalahan Selena yang bisa menjadi pembelajaran untuk pembaca.

Pertama. Ambisius. Meski sudah diperingatkan Ox dan Bibi Gill untuk tidak mencari portal menuju Klan Nebula, Selena tak mengindahkan hal tersebut. Ia tetap bersikukuh mencarinya bersama Mata dan Tazk. Termasuk juga ketika Tazk memperingatkan Selena agar tidak mengambil cawan keabadian, namun Selena menganggap semua peringatan itu hanya angin lalu.

Kedua. Tidak Peka. Selama ini Selena memiliki mata yang tajam bagai elang, tapi hatinya justru sebaliknya. Selena tidak bisa memahami perasaan Tazk dan Mata. Selena tidak peka dan terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri.  

Ketiga. Terbutakan Cinta. Selena terlalu naif memandang suatu hubungan, hingga ia pun terbutakan cinta yang mengakibatkan munculnya sikap egoisme dan pengkhianatan dalam dirinya. Selena tak sadar sikap tersebut menjadi kunci pembuka sebuah kehancuran besar.

Berbicara tentang kesalahan di novel ini. Ada kesalahan yang entah disadari atau tidak oleh penulis.

Pada halaman 129, Saat Selena duduk berdua bersama Tazk di kantin, Tazk menanyakan tentang renovasi Tower Sentral. Dan saat itu Selena terkejut karena Tazk tahu tentang renovasi tersebut. Tazk juga mengatakan bahwa ia mendengar dari perbincangan Selena dengan Mata dan Ev.

Padahal, jika kembali ke halaman 99, ketika Selena duduk bersama Tazk di kereta terbang menuju Kota Tishri. Ada percakapan antara Selena dan Tazk yang menyebut renovasi Tower Sentral.

“Kamu sendiri akan berlibur kemana?”

“Mungkin menghabiskan waktu di Perpustakaan Sentral. Atau mungkin membantu paman Raf. Dia mengerjakan proyek renovasi di Tower Sentral.”
(halaman 98-99).

Tentunya agak aneh bukan jika selanjutnya Selena terkejut saat Tazk bertanya tentang proyek tersebut. Entah Selena lupa atau ia terlalu terlena dan tak menyadarinya karena terpesona dengan wajah tampan Tazk.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada di novel Selena dan Nebula. Kedua novel ini layak untuk dibaca, terutama untuk para penggemar serial Bumi. Hal ini karena novel Selena dan Nebula ini menjadi pembuka banyak rahasia, tak hanya tentang asal-usul Selena, tapi juga asal-usul Raib.

Kedua buku ini juga menjadi pintu gerbang petualangan baru di Klan Aldebaran, sebuah petualangan yang layak ditunggu.  (*)
Read More

5 Strategi Cerdas Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Senin, Juni 29, 2020


Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bukan hanya makanan dan pakaian terbaik, namun juga pendidikan dan sekolah terbaik.

Saat ini biaya pendidikan terus menanjak, oleh sebab itu orang tua harus berpikir cepat untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak, meskipun tabungan tersebut baru akan digunakan beberapa tahun ke depan.

Pentingnya persiapan tabungan pendidikan anak ini juga sebagai wujud cinta dan dukungan orang tua pada anak untuk meraih cita-citanya di masa mendatang. 

Tabungan Pendidikan Anak sangatlah penting untuk dipersiapkan sejak dini
Sudahkah Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Ada beberapa strategi cerdas yang bisa dilakukan orang tua dalam mempersiapkan tabungan pendidikan anak ini. Apa sajakah itu?
      
     1.      Menentukan Masa Menabung
Strategi pertama adalah menentukan masa menabung. Hal ini berkaitan dengan kapan tabungan pendidikan ini akan dipergunakan. Apakah untuk biaya anak masuk sekolah menengah atau akan dipergunakan saat anak akan masuk bangku perkuliahan.

Pilihan jangka waktu menabung ini tergantung masing-masing orang tua, bisa 5 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun. Semuanya tergantung dari kapan tabungan pendidikan anak ini akan digunakan.
      
     2.     Menentukan Jumlah Tabungan Pendidikan
Setelah mengetahui berapa lama rentang waktu untuk menabung. Selanjutnya adalah menentukan berapa jumlah tabungan pendidikan yang akan dikumpulkan.

Penentuan jumlah tabungan ini bisa dilihat dari kenaikan rata-rata biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya. Tak bisa dipungkiri bila kenaikan biaya pendidikan di Indonesia terbilang tinggi, yaitu mencapai 15%-20% per tahunnya. Maka dari itu, tabungan pendidikan anak harus dipersiapkan sebaik mungkin.
      
     3.     Menabung di Awal Bulan
Cara menabung di awal bulan memang terdengar klasik, namun cara ini terbilang jitu dan cukup berhasil. Apabila menabung di akhir bulan, maka bisa jadi uang yang dimiliki tidak ada sisa sehingga kita pun akhirnya gagal menabung.

Berbeda halnya jika menabung di awal bulan, maka uang yang ditabung benar-benar uang yang disisihkan, bukan yang disisakan. Atau bisa juga menggunakan cara autodebet, dimana uang di tabungan orang tua akan terdebet otomatis ke tabungan pendidikan anak.
      
      4.     Menabung Sedini Mungkin
Banyak orang tua yang terlambat mengalokasikan dana untuk tabungan pendidikan anak karena menganggap sekolah atau kuliah masih jauh di masa depan.

Padahal, salah satu strategi terbaik dalam mempersiapkan tabungan pendidikan anak adalah dilakukan sedini mungkin. Jangan menunggu anak dewasa baru mulai menabung untuk pendidikan.

Jangan sampai juga karena keterlambatan pengalokasian dana untuk pendidikan, menjadi penyebab pupusnya masa depan anak untuk sekolah dan kuliah.
      
      5.     Hindari Perilaku Konsumtif Berlebihan
Budaya menabung harus diperkenalkan pada anak sejak dini, termasuk juga mengajarkan pentingnya menabung untuk pendidikan.

Apabila anak menginginkan sesuatu yang harganya terlalu mahal. Katakan terus terang bahwa dibandingkan membeli barang yang mahal, lebih baik uangnya ditabung dan digunakan untuk biaya sekolah atau kuliah.

Termasuk juga jika anak menginginkan pesta untuk ulang tahunnya. Tak perlu mengadakan pesta ulang tahun mewah dimana harus menyewa arena bermain dan sebagainya,  karena akan membutuhkan budget yang tidak sedikit.

Berikan opsi lain untuk merayakan ulang tahun dengan pesta kecil yang sederhana bersama anggota keluarga saja, berikan contoh pada anak bahwa kebahagiaan pesta tidak melulu tentang kemewahan, namun yang penting adalah kebersamaan.

Itu dia 5 (lima) strategi cerdas mempersiapkan tabungan pendidikan anak. Dan yang harus selalu diingat, memberikan pendidikan yang baik pada anak adalah bentuk warisan atau bekal yang penting, karena ilmu yang didapatkan bisa digunakan oleh anak sebagai pegangan dan pijakan untuk melangkah di masa depan. 
Read More