The Amazing Travelling With Tripanzee & Gagas Media (1)

Selasa, Desember 01, 2015


Tepat satu bulan lalu, 28 Oktober 2015 saya berangkat ke Ubud-Bali, tepatnya ke acara sastra Internasional, Ubud Writer and Reader Festival 2015. Saya menyebut ini perjalanan istimewa, karena saya datang ke acara istimewa, dengan orang-orang istimewa, dan dengan cara yang menurut saya istimewa pula. 


Untuk datang ke acara UWRF banyak penulis yang mengirimkan karyanya berupa cerpen, puisi, atau essai. Saya pun begitu, pernah mengirimkan karya saya agar bisa diundang di acara bergengsi tersebut pada tahun 2014, namun ternyata saya belum beruntung. Akhirnya pada Tahun 2015 ini, saya tidak mengirimkan karya ke panitia UWRF, takut ditolak lagi, hahaha.

Lalu bagaimana caranya saya bisa datang ke UWRF? Apa saya mendaftar jadi volunteer? Tidak. Apa saya datang dengan biaya sendiri ke UWRF? Jawabannya juga, Tidak.

Saya adalah tipe orang yang percaya dengan kekuatan doa dan impian, apabila keduanya disatukan maka semesta pun akan ikut memberikan dukungan hingga impian itu bisa terlaksana dengan cara yang tak disangka-sangka, dan itu saya alami berkali-kali, salah satunya adalah impian saya untuk pergi ke UWRF yang akhirnya terwujud. Alhamdulillah. \(^_^)/ 

Travel Young – Gagas Media
Februari 2015, saya yang nggak sengaja lihat tweet dari @GagasMedia tentang rencana event lomba berhadiah jalan-jalan ke UWRF 2015 bersama Alanda Kariza penulis muda sekaligus founder @SinergiMuda dan @IndonesianYouth. 

Awalnya saya kira Gagas Media akan mengadakan lomba menulis, secara latar belakang Gagas Media adalah penerbit buku. Ternyata ketika pengumuman persyaratan lomba dikeluarkan pada bulan Maret, lomba yang bertajuk #TZTravelYoung ini adalah lomba foto travelling yang bekerjasama dengan Tripanzee, sebuah sosial media tempat kita bisa upload foto-foto travelling kita. 

Lomba ini berlangsung selama 5 bulan, dari Maret – Juli, tiap bulannya ada masing-masing tema yang diberikan. Saya ikut di periode pertama dengan tema ‘It’s So Me’, foto di destinasi wisata yang paling menunjukkan kepribadian kita. 

It's So Me
Agak bingung mau kirim foto travelling yang mana, tapi secara saya ini tipe orang oportunis yang nggak mau menyia-nyiakan kesempatan jalan-jalan gratis ke Ubud, apalagi bareng Alanda Kariza, nggak boleh terlewatkan deh pokoknya. Dengan kecepatan kilat seperti keinginan untuk secepatnya melupakan mantan, saya obrak abriklah folder ‘Jalan-jalan’ di laptop  buat cari foto yang paling pas dengan tema ‘It’s So Me’. Akhirnya saya upload deh foto pas travelling ke Tamansari, Yogya ke sosmed Tripanzee, dan jeng jeng jeng … Saya terpilih jadi pemenang #TZTravelYoung periode Maret. Yeaaayyy. 

#TZTravelYoung Goes To UWRF 2015
Dibanding pemenang periode April, Mei, Juni, Juli. Saya adalah pemenang yang menunggu keberangkatan paling lama, 7 bulan euy, tapi sensasi nunggunya itu lho tetep nyenengin. Kayak nunggu pacar yang mau ngelamar, eaaaaa #kodeplis.

Sebenarnya saya agak galau juga, karena jadwal wisuda saya ternyata tanggal 29 Oktober 2015. Wiiiih, yah, saya pun harus memilih, dan akhirnya saya pilih terbang ke Bali. Wisuda bisa diundur, tapi pergi ke UWRF bareng Gagas Media dan Alanda Kariza belum tentu bisa terulang, ye kaaaaan?  

Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, para pemenang dan pendamping dari Gagas Media sepakat untuk berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Selain saya, ada 3 pemenang lain, serta 1 pendamping dari Gagas Media yang berangkat tanggal 28 Oktober 2015. (1 pemenang lain baru menyusul berangkat di hari Sabtu, 31 Oktober 2015).

#TZTravelYoung

Tak butuh waktu lama untuk saling akrab, secara kami orangnya memendam bakat heboh ya, hahaha. Kehebohan pertama udah selfie-selfie di ruang tunggu Terminal 3. Saya kenalin satu-satu deh ya, selain saya, ada @acheeel, seorang akuntan dan traveller yang sudah menjelajah berbagai tempat di Indonesia, @HerdianaHS, Travel and Fashion blogger yang sudah travelling ke berbagai tempat di Indonesia dan dunia, blognya (deluxshionist.com) masuk 10 Top Blogger Indonesia versi ASEAN UP, dan @Fahrul_Khakim, penulis novel dari Malang yang hobi bertualang dan kami didampingi editor Gagas Media, Mbak @Widya_Oktavia, editor keren yang baiiiiiikkkk dan sabaaaaaarrrr banget :D


#TZTravelYoung Day 1
Setelah terbang dari Jakarta-Denpasar, kami masih harus menempuh perjalanan 1,5 jam menuju Ubud, dan akhirnya sampailah kami ke tempat yang akan jadi ‘rumah’ selama beberapa hari ke depan, yaitu Ubud Inn Resort. 

Suasana rindang di Ubud Inn Resort
Hari pertama di Ubud, kami belum ikut acara UWRF, karena memang UWRF 2015 baru dibuka pada 29 Oktober 2015. Jadi, hari pertama kami habiskan untuk saling mengenal lebih dekat antara pemenang, pendamping, para editor Gagas Media yang datang ke Ubud dan tentunya dengan Alanda Kariza yang sudah sampai lebih dulu di Ubud. 

With Alanda Kariza

Alanda ini udah baik, cantik, pinter, low profile, pokoknya inspiratif banget deh. Jalan bareng Alanda selama 5 hari itu berasa ketularan aura positifnya, :D 

#TZTravelYoung Day 2
Hari ke-2 di Ubud (29 Oktober 2015), kami registrasi dulu untuk free pas selama 4 hari agar bisa ikut semua sesi, selain dapat free pass, kami juga dapat free book program untuk panduan semua rangkaian program dan pengisi acara UWRF 2015. 

Book Program UWRF 2015

Hari pertama UWRF, kami ikut beberapa sesi diskusi, yaitu ‘Journalism Is My Religion’ yang diselenggarakan di NEKA dengan pembicara Janet Steele dan Andreas Harsono. 

Siang hari, kami berpencar, Herdi, Fahrul, dan Mbak Iwid datang ke sesi lain, sedangkan saya dan achel memilih untuk menonton film ‘Indonesia Raja’ di Museum of Marketing yang letaknya ada di dalam Museum Puri Lukisan. 

Indonesia Raja ini adalah kompilasi beberapa film indie karya anak bangsa dari berbagai kota di Indonesia. Sayangnya saya dan achel datang terlambat dan hanya bisa nonton 3 film saja, yaitu  ‘KREMI’, ‘MASA SIH?’, dan ‘BESOK SAYA TIDAK MASUK SEKOLAH’, meski hanya bisa nonton 3 film, tetap two tumbs up buat sineasnya, keren-keren banget filmnya.  

Malam harinya, kami excited banget dengan satu Film Program yang diadakan di Taman Baca, yaitu Nonton dan Diskusi film ‘We Are Moluccans’ (Cahaya dari Timur) bareng Glenn Fredly dan M Irfan Ramli, dalam sesi diskusi ini dijelaskan jika film ini berdasar dari kisah nyata yang benar-benar terjadi.

Talked About 'We Are Moluccans'
Gara-gara diskusi ini saya juga baru tahu kalau ini film ini adalah film Debut, debutnya Glenn sebagai produser film, debutnya M.Irfan Ramli sebagai penulis skenario, dan debutnya Chicco Jericho sebagai aktor film. Meski debut, film ini adalah film berkualitas dan berhasil menyabet banyak penghargaan dan memberikan kita pembelajaran bahwa, berbeda bukan berarti tidak bisa berdamai.

Selain diskusinya yang kece, acara ini jadi makin kece banget karena saya bisa foto bareng Glenn, secara biasanya cuma nonton di tv atau nonton di konser yang cuma bisa lihat dari jauh, hehehe. 

With Glenn Fredly


#TZTravelYoung Day 3
Hari ketiga (30 Oktober 2015), di sesi pertama, kami datang ke NEKA untuk mengikuti sesi ‘An Imagined Country’ dengan pembicara Ali Syamsudin Arsi, Raditya Dika, Raedu Basha, dan Eka Kurniawan. 

Siangnya, kami ke INDUS untuk ikut sesi ‘Passport To…” dengan pembicara Patrick Burgess, Antoine Cassar, Hyeonseo Lee, Mazin Qumsiyeh, dan Ayu Utami.

Sorenya, kami berpencar, Herdi, Achel, dan Fahrul ikut Book Launches ‘Gateway to Nuswantara (Gerbang Nuswantara)’ di Lamak. Sedangkan saya, Mbak Iwid, dan Alanda memilih tetap tinggal di INDUS untuk mengikuti sesi ‘Funny Talks’ bersama Raditya Dika dan Nazeem Hussain. 

Sesi Funny Talks ini adalah salah satu sesi favorit buat saya, karena di sesi ini saya bisa tertawa lepas gara-gara celotehan Raditya Dika. The best session lah buat saya \(^_^)/

Funny Talks Session

With Raditya Dika

Selesai Funny Talks, Mbak Iwid dan Alanda kembali ke hotel, sedangkan saya memilih tetap tinggal karena sebelum maghrib saya ingin datang ke Joglo Taman Baca karena ada book launch Antologi emerging writer dari Indonesia bertajuk ’17.000 Islands of Imagination’. 

Malam harinya, kami kembali berperncar, Herdi, Achel, dan Fahrul pergi ke Taman Baca untuk menonton Arts Program ‘Imagine Two Islands Bali & Kalimantan’, sedangkan saya, Mbak Iwid, Mbak Eli + Mbak Rara (editor Bukune & Gagas) memilih pergi ke Pura Dalem Ubud untuk menonton Tari Kecak.
Untung saja hari itu adalah hari Jum’at, sehingga ada jadwal pertunjukan Tari Kecak, karena dalam seminggu hanya ada 2 kali pertunjukan, di hari Senin dan hari Jum’at pukul19:30 WITA dengan harga tiket Rp 80.000,-/ orang. Yeaaah, ini adalah cara kami mengakhiri malam di Ubud dengan hal yang menyenangkan ^_^

Tari Kecak at Pura Dalem, Ubud
Huffttth, ceritanya sampai Day 3 dulu ya, biar nggak capek bacanya, hehe. Ingin tahu cerita selanjutnya? Baca lanjutannya di episode 2, ya. Masih ada cerita tentang wisata kulinernya juga lhooo. Don’t miss it. ^_^

You Might Also Like

1 komentar

  1. Wuaaaa seru banget. Memang ya, kalo punya impian, semesta pasti mendukung. Lanjut ke episode duaaa~

    BalasHapus

Subscribe