Prognosis: Film Animasi Tanpa Kata Namun Penuh Cinta

Rabu, Desember 02, 2020

Bagi penggemar stand up comedy, tentunya tak asing dengan nama Ryan Adriandhy, pemenang Stand Up Comedy Indonesia Season 1 yang digelar Kompas TV tahun 2011.

Ryan memang lama tak muncul di layar kaca, meski begitu bukan berarti ia tak berkarya, karena kini ia kembali dengan sebuah prestasi baru atas karya film animasi garapannya bertajuk Prognosis. 

Berawal dari Thesis

Beberapa tahun terakhir, Ryan memang melanjutkan kuliah animasi di Amerika, tepatnya di School of Film and Animation, Rochester Institute of Technology. Dan sebelum wisuda, Ryan berhasil menyelesaikan Thesis dalam bentuk film animasi pada tahun 2019.

Ryan banyak bercerita tentang film animasinya ini di akun twitternya @Adriandhy, termasuk bagaimana ia bercerita bahwa film ini membuatnya belajar banyak hal, tentang kesabaran, semangat, juga menikmati proses. 

Baca Juga: TILIK, Bu Tejo dan Realita di Sekitar Kita

Tanpa Kata

Film animasi 2D ini berkisah tentang seorang anak yang menemukan sebuah robot luar angkasa saat ia mencari barang-barang bekas di sungai dekat rumahnya. Robot yang ia bawa, ternyata diam-diam bergerak dan merekam segala hal yang terjadi di dalam rumah. 

Film Prognosis yang berdurasi 10 menit 24 detik ini dibuat tanpa kata, hanya ada beberapa hentakan atau lenguhan ekspresif dari tokoh-tokohnya.  Meski begitu, setiap orang yang menontonnya akan tahu bahwa ekspresi tokoh yang ada dalam film ini lebih kuat daripada sekadar kata-kata. 

Seperti halnya ekspresi yang diperlihatkan dalam hubungan anak dan ayah di film ini. Hubungan mereka begitu dingin setelah kepergian ibu dari anak tersebut. Sang Ayah tak pernah tahu bagaimana cara mengekspresikan cinta untuk anaknya, karena ia sendiri terkurung dalam kehilangan dan kerinduan yang teramat dalam pada istri tercinta.  

Baca Juga: Kepingan Rindu yang Berserakan dalam Film Natalan

Ekspresi Terabaikan

Sang anak laki-laki yang selalu melihat ekspresi dingin dari ayahnya tentunya menganggap bahwa ayahnya tak sayang padanya. Sang anak pun terlihat mencari perhatian ayahnya, salah satunya ketika anak laki-laki menukar gelas minum ayahnya dengan robot yang ia temukan. 

Ekspresi terabaikan dari diri anak laki-laki tersebut juga terlihat tatkala ia mencoret bahkan mengganti gambar wajah ayahnya dengan gambar robot. 

Sang ayah sendiri terlihat tak mampu mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya pada anaknya, karena ia hanya bisa menangis seorang diri di kamar, meratapi kehilangan dan kerinduan.

Untuk menutupi perasaannya, sang ayah selalu berusaha tegar, keras dan dingin, meski dalam hati yang terdalam terasa remuk redam.

Pemenang FFI 2020

Saya melihat Ryan telah berusaha keras dalam pembuatan film ini, ia tak hanya memberikan goresan dan gambar yang menakjubkan, tapi ia juga menyelipkan cinta pada setiap adegan di film ini, hingga setiap penonton yang menontonnya mampu merasakan makna yang tersimpan di film animasi pendek ini.

Dari apa yang Ryan sajikan di Film Prognosis ini, maka tak heran jika akhirnya Film Prognosis menjadi pemenang FFI 2020 kategori Animasi Pendek Terbaik.  

Film untuk Keluarga Indonesia

Hubungan dingin antara ayah-anak seperti yang ada di Film Prognosis ini sebenarnya banyak dialami para orang tua dan anak. Tak hanya orang tua tunggal yang bisa mengalaminya, namun juga orang tua yang masih lengkap (ada ayah dan ibu) juga bisa memiliki hubungan dingin dengan anak. 

Tak bisa dipungkiri, ada banyak orang tua tak bisa mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya pada anak, begitu juga sebaliknya. Hingga hubungan orang tua dan anak akhirnya mengalami kekakuan, bahkan bisa jadi diam-diam tumbuh kebencian. 

Saya berharap Prognosis bisa menjadi tontonan bersama keluarga Indonesia, dimana anak dan orang tua bisa sama-sama belajar tentang cinta meski tanpa kata-kata, karena sesekali orang tua dan anak perlu untuk saling berpelukan atau bergandengan tangan untuk mengekspresikan rindu dan cinta.  

Bagi yang ingin menonton Film Prognosis ini bisa ke channel youtube milik Ryan Adriandhy :)





14 komentar

  1. Bagus resensi ceritanya jadi kepo sama filmnya..sepertinya masalah hubungan ortu dan anak yg sulit mengekspresika cinta selalu berulang ya mbak..karena setiap orang tumbuh dengan pola pikir masing2 sehingga pnya persepsi yang berbeda dalam berekspresi

    BalasHapus
  2. Betul sekali kak, miris kalau mendengar hubungan anak dan orang tua yang sangat dingin begini, kenapalah bukan anak yang berusaha mencairkan hubungan dengan orang tua.. Duh

    BalasHapus
  3. Kok aku sedih ya mbak baca kisah ayah dan anak itu. Karena kehilangan ibu dan istri, dua orang yang seharusnya saling menguatkan malah ada jarak

    BalasHapus
  4. Keren ya.. karya yg luar biasa. Ternyata banyak Indonesia yg berbakat.

    BalasHapus
  5. terima kaish rekomendasi filmnya mbak icha, aku otw nonton baru pertama nih nonton animasi buatan indo tanpa suara

    BalasHapus
  6. Langsung nonton. Jadi inget, masa kecilku juga tidak dekat dengan ayah. Sampai sekarang sih tepatnya

    BalasHapus
  7. Wah, aku baru tau ada animasi keren ini. Bakalan meluncur ke Chanel youtubenya nih. Pengen nonton juga

    BalasHapus
  8. Keren Ryan ya kak..tugas thesis berakhir jadi karya spektakuler yang dapet penghargaan pula..
    Nanti mau nonton sama Anak film prognosis ini

    BalasHapus
  9. Jujur Aku paling suka animasi maupun film kartun dan aku sampai kepo apa sih dimaksud sista tentang animasi yang satu ini, aku sampai nonton videonya yang berdurasi 10 menit yang sista share di artikel ini keren banget ya meskipun tanpa kata-kata hanya bermain dengan ekspresi bisa menghasilkan cerita yang menghanyutkan

    BalasHapus
  10. aku baru tau ada animasi yang sekeren ini. Nanti kutonton deh. Keren nih dapat penghargaan juga

    BalasHapus
  11. suka banget sama film animasi, pesan moralnya banyak dan penuh haru. makasih mba udah sharing film ini. bagus ya film prognosis ini. pantes dapat penghargaan.

    BalasHapus
  12. Saya paling suka nonton film animasi, krn alur ceritanya menarik, tapi film ini saya blm pernah nonton, jadi pengen nonton deh pas lagi luang

    BalasHapus
  13. Keren kak kisahnya, menarik. Btw akhirnya gimana kak. apakah ayahnya menyadari sikap dinginnya. Kisah animasi yang menyentuh hati nih.

    BalasHapus
  14. Makasih rekomendasi filmnya kakakku, auto cari ini so penasaran dg alur ceritanya

    BalasHapus