[HOTEL REVIEW] STAYCATION DI SOLO PARAGON HOTEL & RESIDENCES

Selasa, Oktober 29, 2019

Pengen liburan, tapi yang deket-deket aja. Selain karena susah nyamain hari libur antara saya dan suami, juga karena mikir budget. Hihihi. April lalu, mumpung ada tanggal merah di hari jumat, akhirnya kami sepakat buat liburan di Jogja-Solo, dan menginap di Hotel Solo Paragon. 

Salah satu alasan terbesar menginap di Hotel Solo Paragon adalah karena dekat dengan Stasiun Balapan, Solo. Kereta Kalijaga Solo-Semarang yang akan membawa kami pulang berangkat pukul 05:30 pagi, jadi sebisa mungkin kami mencari hotel yang nyaman dan dekat dengan stasiun, dan akhirnya terpilihlah Hotel Solo Paragon yang jarak tempuh ke Stasiun Balapan hanya 10 menit menggunakan taksi online. 

Solo Paragon Hotel & Residences

Serasa Menginap di Mall
Letak Hotel Solo Paragon berdampingan dan terkoneksi dengan Solo Paragon Mall, jadi ada jalan khusus yang bisa dilewati dari Hotel menuju Mall. Bisa dibayangin kan jadinya serasa menginap di Mall, hehehe. Enaknya sih mau cari sesuatu, mau makan di Mall, atau bahkan mau nonton di bioskop yang ada di Mall gampang banget. 

Untuk jalan masuk menuju Hotel Solo Paragon memang tidak di tepi jalan raya, namun harus masuk jalan kecil terlebih dahulu. Tapi nggak perlu khawatir, karena meski lewat jalan kecil, tapi bisa dilalui oleh dua mobil bersisian.

Konsep Hotel Solo Paragon sendiri mengusung desain kontemporer yang dipadukan dengan unsur tradisional, secara letaknya di Solo yang dekat dengan keraton. Unsur tradisionalnya sendiri terlihat kental di area pintu masuk, lobi, dan selasar menuju lift. 

Ornamen Tradisional Solo Paragon Hotel

Ornamen Sepeda Onthel
Di depan pintu lobi terdapat kereta kencana, kemudian di lobi hingga area selasar menuju lift terdapat banyak ornamen etnik seperti tampilan batik dan canting, becak, juga sepeda onthel yang semuanya bisa dijadikan latar berfoto oleh para tamu.   

Kamar Minimalis dengan View Kota Solo
Sebagaimana kamar hotel kebanyakan, kamar di Hotel Solo Paragon ini mengusung konsep minimalis dengan tampilan view Kota Solo. Awalnya kami memesan kamar tipe superior dengan single bed karena bawa anak balita yang kalo tidur bisa muter-muter kayak gangsing.

Kamar Superior Double Bed

Fasilitas di Kamar
Tapi, entah kenapa saat check in, untuk Superior Single Bed habis dan tersisa Superior  Double Bed, yasudahlah ya. Akhirnya demi keamanan si kecil biar gak gelundung, saat mau tidur, dua kasur harus kami pepetin jadi satu. Hoho.

Untuk fasilitas di kamar juga standar hotel pada umumnya, meja, kursi, TV, kulkas, AC, almari, dan ada brankasnya juga. Sedangkan untuk kamar mandi menggunakan shower bukan bath up.

Fasilitas
Setelah rebahan bentar di hotel, kami langsung keluar kamar dan turun ke bawah. Di area mencari arena bermain anak. Saat mau booking kamar di sini, arena bermain anak menjadi nilai plus yang dimiliki oleh hotel ini.

Area Luar Kids Club

Area Dalam Kids Club
Area bermain anak atau Kids Club terdapat di sudut taman, di dekat kolam renang dan gym. Saat kami masuk ke dalam Kids Club kondisinya sepi dan lumayan berantakan, tapi it's okey sih, jadinya Ayya bisa main lebih leluasa. Harapannya sih semoga ke depannya, perawatan di arena Kids Club ini lebih diperhatikan lagi, selain ditambah mainannya juga ditambah buku-buku ceritanya. 

Dining Room
Sarapan di Hotel Solo Paragon terbilang lengkap, dari mulai menu Jawa hingga western. Untuk yang memiliki balita juga tak perlu khawatir, karena tersedia high chair untuk si kecil duduk saat sarapan.

Dining Room
Kami menginap di Hotel Solo Paragon 2 malam, untuk hari pertama kami sarapan di hotel, tapi untuk hari kedua kami gak sarapan di hotel karena harus check out dan naik kereta pagi. Suami menginformasikan hal ini ke bagian resepsionis, dan ternyata untuk yang check out lebih awal dan tidak sempat sarapan di hotel. Solo Paragon Hotel menyediakan sarapan yang bisa dibawa pulang, bener-bener keren nih pelayanannya.

Untuk sarapan yang bisa take away, tersedia dua menu pilihan, nasi goreng dan mie goreng yang bisa diambil ketika check out. Lumayan kan bisa dimakan di kereta, hehehe.

Tersedia Oleh-oleh
Saya termasuk orang yang mewajibkan diri sendiri buat beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah setelah bepergian. Tapi saat staycation ini kami agak malas beli oleh-oleh dari Jogja karena berat bawanya, apalagi kami naik Prameks dari Yogya ke Solo sambil bawa balita.

Becak dan Oleh-oleh
Saat sampai di Solo sudah agak malam karena kami memang naik Prameks pukul 19.30, sampai di Solo pukul 20:30, dan mau ke pusat oleh-oleh akhirnya udah tutup semua. Haduuuh, bingung kan? Akhirnya kami ingat jika di dekat lobby ada display beragam macam jajan dan kue yang didisplay di atas becak. Akhirnya suami turun ke lobby dan dapet deh oleh-olehnya. Selain oleh-oleh berupa makanan ringan dan kue, di sini juga terdapat butik yang menjual baju batik, jadi tamu hotel bisa mampir ke butik yang ada di dekat lobi jika ingin membeli batik untuk dikenakan sendiri atau untuk oleh-oleh.

Nah, demikian review seputar Solo Paragon Hotel and Residences. Kalau ditanya pengen nginep lagi di sini atau enggak? Kalau ada kesempatan sih pengen menginap sini lagi. Recommended, bintang 8/10 dari saya.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Bisa banget sarapannya di bawa pulang karena check out pagi? Kok keren sih,Twin? Dan sepeda onthel-nya itu lho, bikin aku pengen motret eh dipotret di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kaget twin, sarapannya bisa dibawa pulang. Pelayanannya oke banget deh.
      Ke sini deh twin, berasa nginep di Mall wkwkwk

      Hapus

Subscribe