Pengalaman Staycation di Kayu Arum Resort Salatiga

Selasa, Mei 12, 2020

Salatiga adalah salah satu kota kecil yang cukup sejuk udaranya karena memang terletak di dataran tinggi. Jaraknya yang cukup dekat, hanya 1 jam perjalanan dari tempat tinggal keluarga saya di Purwodadi, membuat saya bersama Om, Tante, dan beberapa sepupu memutuskan untuk staycation di Salatiga, tepatnya di Kayu Arum Resort. 


Kami melakukan perjalanan ini jauh sebelum adanya covid-19, jadi masih bebas mau ke mana saja. Saat menuju ke Kayu Arum Resort, kami agak kesulitan mencarinya karena letaknya tidak berada di tepi jalan protokol, namun masuk ke dalam gang. Meski lumayan jauh dari jalan besar, ternyata Kayu Arum Resort ini adalah resort bintang tiga.

Tempat parkirnya tidak terlalu luas, dan tampak ornamen tradisional menghiasi pintu masuknya. Melangkah menuju lobby resort, antara pintu masuk dan pintu lobby disekat oleh kolam ikan di sebelah kanan dan kiri, membuat suasanan terasa homey dan feel comfortable.

Sentuhan tradisional di resort ini semakin terasa saat masuk ke lobby, selain ornamen-ornamen antik dengan nuansa Jawa, juga ada welcome drink berupa minuman rempah. Sayangnya saya tidak bisa memotret di bagian lobby karena di tembok tertempel larangan untuk memotret.  

Check in terasa cukup lama, karena ada beberapa hal mendetail yang disampaikan oleh petugas resepsionis. Jauh lebih mendetail daripada hotel-hotel yang pernah saya inapi. Petugas resepsionis menjelaskan beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan, seperti merokok dan memindah/menggeser barang-barang di kamar seperti meja dan tempat tidur. 

Apabila hal tersebut dilanggar akan ada denda antara 500 ribu hingga 800 ribu rupiah. Saya menelan ludah, lumayan banyak juga ya dendanya, setara dengan biaya bermalam satu malam di sini.

Menuju kamar, pemandangan di dalam resort terasa rindang, karena kami harus melewati halaman terbuka yang cukup luas sebelum akhirnya sampai di bangunan tempat kamar kami berada. 

Taman dan Bangunan tempat kamar kami berada.
Kamar Bernuansa Kuno dan Antik

Saya, anak saya, dan dua sepupu saya usia SD dan SMP dapat kamar standard twin bed. Kebetulan suami saya sedang ada acara di kantornya, jadi tidak bisa ikut. Saya melihat suasana kamar, terasa masuk ke sebuah bangunan kuno. Apalagi ditambah langit-langit yang tinggi dan jendela yang besar, kesan kuno itu semakin terasa. 

Kamar Bernuansa Masa Silam
Tak hanya pada bagian jendela dan langit-langitnya saja, perkakas seperti lemari, tempat tidur, meja, hingga kusen memiliki desain kuno dan antik. Awalnya saya pikir resort ini adalah bangunan lama, tapi saya tidak menemukan info tersebut di internet, selain itu, untuk desain lemari meskipun terkesan kuno namun letaknya mirip desain hotel kebanyakan, jadi menurut saya resort dan kamar ini memang sengaja didesain tradisional semacam ini. 

Meja dan Alat Tulis
Berbicara tentang tempat tidur dan meja lampunya terbuat dari kayu yang sangat berat, jadi memang butuh tenaga untuk menggesernya, mungkin ini juga yang menjadi alasan kenapa dilarang memindahkan barang-barang di kamar, takutnya habis dipindahin gak dibalikin lagi seperti semula karena berat.  

Ukuran tempat tidurnya cukup sempit, meskipun twin, tapi ukurannya terbilang kecil, bahkan untuk tidur saya dan anak saya yang masih balita saja sempitnya minta ampun, akhirnya saya mengalah dan tidur-tidur ayam.

Sedangkan tempat tidur satunya yang ditempati dua sepupu saya, mereka juga susah tidur, karena harus dempet-dempetan dan saling sikut sebab tempat tidur yang sempit.  Selain itu saya menilai kamarnya terlalu gelap, meskipun semua lampu dinyalakan, masih terasa gelap, jadi terkesan suram.

Compliment untuk Tamu yang Menginap
Untuk kamar mandinya terbilang bersih dengan penggunakan shower dan sekat kaca, dan saya paling suka sih compliment yang tersedia di kamar termasuk lengkap, selain perlengkapan mandi, tersedia juga lotion nyamuk, alat cukur, dan alat jahit.      

Ruang Makan di Bangunan Terpisah

Saat sarapan, kami menuju ke bangunan lainnya, bangunan ini berseberangan dengan bangunan kamar kami, jadi kami harus melewati area taman yang cukup luas. 

Bangunan Tempat Ruang Makan Berada
Menu Sarapan Ayya
Sarapan di sini terbilang lengkap, ada western dan tentunya ada masakan Jawa, karena terlalu sibuk menyuapi Ayya, saya terlewat untuk memotret beberapa menu dan spot yang ada di ruang makan ini.

Di ruangan ini tersedia beberapa jenis meja, ada meja dengan dua kursi, dan ada juga meja besar dengan banyak kursi, jadi jangan khawatir bagi yang datang bersama keluarga besar seperti saya.

Ruang Terbuka Hijau yang Nyaman

Karena hari sebelumnya, kami sampai di hotel terbilang sore, kami baru bisa menikmati hotel keesokan harinya setelah sarapan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, taman atau ruang terbuka hijau di Kayu Arum Resort luas dan terbilang nyaman. 

Ayya dan Gelembung Sabun
Ayya berlarian senang menikmati sinar matahari dan rumput yang hijau. Selain itu terdapat beberapa bangku yang nyaman di tengah taman. Bagi yang ingin melihat pemandangan taman dari sudut lain, bisa duduk di area bar dan cafetaria yang ada di sudut taman.


Area Bar dan Cafetaria

Selain taman dengan rerumputan yang hijau, di sisi lain terdapat kolam renang yang cukup besar. Tapi saya hanya memotret kolam renang dari jauh karena terlihat banyak orang yang sedang berenang, jadi kalau saya datang cuma foto-foto aja takut bikin pengunjung lain nggak nyaman.    

Hal menarik lain yang ada di resort ini yaitu terdapat banyak sekali pohon-pohon besar yang rindang, di masing-masing pohon dilengkapi tulisan nama-nama pepohonan tersebut,seperti pohon kayu manis, pohon akasia, dan pohon mahoni. 

Meikmati Suasana Taman
Saat menginap di sini saya juga melihat banyak meja-meja dengan tamplak kain putih dtata sedemikian rupa di sekitar taman, dilihat dari banner yang dibentangkan akan diadakan reuni salah satu SMA dari Magelang.

Suasana out door nya memang menyenangkan untuk dijadikan area pertemuan, tak hanya cocok untuk ajang reuni, tempat ini sepertinya juga cocok untuk menyelenggaran resepsi pernikahan out door berkonsep simple romantic.

Alamat  : Jalan Magersari, Ringinawe, Tegalrejo, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah 50733
Harga    : Rp 435.000 – Rp 810.000

14 komentar

  1. feelnya kayak dirumah ya, adem, halaman tamannya juga terlihat luas.
    memang untuk kamarnya terkesan old, mungkin memang dibuat kesan vintage.
    jarang-jarang ada hotel yang menyediakan autan, ehh disana ada ya

    BalasHapus
  2. Saya cuma lewat aja nih kalau ke Salatiga dari sSemarang ke Purworejo hehe..tapi setelah tau ada penginapan kayu Arum ini jadi pengen nyobain jg nginep disini..bagus ya view dan suasana penginapannya.

    BalasHapus
  3. Halamannya enak banget, luas gitu. Bisa nikmatin pagi sambil berjemur terus meditasi. Enak kali ya. Biar mood kembali oke. Rasanya aku ingin berlibur...

    BalasHapus
  4. Adem banget tempatnya ya mbak. Cocok untuk menenangkan diri atau nyelesain naskah buku di sana. Jadi tempat wedding juga cocok dengan nuansa alam ^^

    BalasHapus
  5. Ada kelebihan dan juga ada kekurangannya ya kak. Tapi kenapa ya gak boleh poto-poto di lobby? Ada alasan kah kak?

    BalasHapus
  6. Resort kayu Arum ini keren banget ya Kak Ica, ditambah lagi cuaca Kota Salatiga yang dingin Pasti enak banget buat honeymoon kesana. Jadi tambah pengen banget berkunjung ke Salatiga.

    Btw dengan dekorasi yang serba tempo masa lalu gitu ada kejadian mistis mistis nggak Kak? Hihihi kepo kan jadinya

    BalasHapus
  7. Kayaknya memang desain "kuno" itu konsep yang dipilih sama pengelola resort Mbak, biar ada kesan tertentu. Cuma aturannya yang pakai denda gede itu memancing rasa penasaran saya, apa memang dulunya pengunjung suka iseng merokok dan memindahkan barang ya.

    BalasHapus
  8. Garden view, halamannya hijau luassss. Enak nih buat anak-anak kejar-kejaran.

    BalasHapus
  9. Wah auto penasaran dengan penginapan model seperti ini, classic banget sesuai namanya ya sista kayu Arum, aku membayangkan mencium aroma kayu gitu waktu ngiap di sana

    BalasHapus
  10. wah asri banget ya mba tempatnya, jadi pengen liburan. udah lama banget nih di rumah aja. pengen selesai pandemi ini terus jalan-jalan hihi. makasih ya mba sharingnya

    BalasHapus
  11. lokasinya lumayan dekat dari aku mbak, aku di boyolali sehingga tidak usah nginap di situ, tapi kalo sewaktu-waktu bosan di rumah akan aku coba, harganya juga tidak terlalu mahal dan fasilitasnya juga bagus

    BalasHapus
  12. Tempatnya asri ya, lalu ada taman yang bisa buat ngumpul sambil ngobrol santai
    seru!

    BalasHapus
  13. Enak banget kayaknya tempatnya ya. Bikin betah itu mah. Adem. Pengen deh main ke sana.

    BalasHapus