6 Alasan Membersihkan Bulu Menggunakan Veet Hair Removal Cream

Jumat, Juni 21, 2019

Apakah kamu termasuk wanita dengan kondisi bulu di badan yang cukup lebat seperti saya? Saya tahu, rasanya pasti tidak nyaman dan rasa percaya diri menurun. Bahkan, saat masa sekolah dulu, saya memilih menutupi bulu-bulu di tangan menggunakan jaket, juga memilih menggunakan kaus kaki panjang hingga lutut untuk menutupi bulu lebat yang ada di kaki. 

Waktu berlalu, saya kemudian memilih untuk berhijab saat ada di bangku sekolah menengah atas. Langkah saya menutup aurat ini ternyata cukup membantu saya lebih percaya diri karena bulu-bulu lebat di tangan dan kaki tak lagi terlihat. Tapi, ternyata kepercayaan diri itu perlahan luntur, saat masa pubertas itu, saya kembali merasa tak nyaman dengan tumbuhnya bulu di ketiak karena menyebabkan bau badan saya kian menyengat.

Hingga kemudian saat kuliah, saya melihat iklat Veet di televisi yang dibintangi oleh Astrid Tiar, dan mulai mencoba menggunakannya. Jika dihitung sampai sekarang ini, saya sudah menikah dan memiliki anak, saya sudah bersahabat dengan Veet selama kurang lebih 5 tahun. Ada banyak hal yang membuat saya jatuh cinta dengan Veet sehingga nyaman menggunakannya hingga sekarang.

1. Tidak Menyakiti Kulit

Unsplash.com/brettjordan
Sebagai wanita yang memiliki bulu lebat, sudah beragam cara pernah saya lakukan untuk membersihkan bulu-bulu di tangan, kaki, juga ketiak. Dari melakukan shaving (mencukur), memotong bulu dengan gunting, mencabut bulu dengan pinset, dan yang paling konyol saya pernah mencontoh waxing di televisi dengan cara abal-abal, menggunakan lakban yang ditempelkan di kaki dan tangan kemudian menariknya dengan cepat, hahahaha. 

Apa jadinya? Semua yang saya lakukan itu rasanya sakit banget di kulit. Setelah shaving, biasanya kulit saya akan lecet karena pisau cukur dan menghitam pada bagian bekas ditumbuhi bulu, saat mencabut bulu dengan pinset juga rasanya sakit banget, belum lagi saat waxing abal-abal menggunakan lakban, pastilah nyeri rasanya.

Berbeda halnya ketika saya menggunakan Veet Hair Removal Cream, karena menggunakan cream yang lembut dan spatula yang tidak tajam, bulu-bulu di badan bisa bersih tanpa menyakiti kulit.

2. Memahami Jenis Kulit Wanita

intragram.com/veetindonesia
   
     Setiap wanita tentunya istimewa, salah satunya dengan memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Inilah yang sangat dipahami oleh Veet Hair Removal Cream, karena menyediakan 3 (tiga) varian berbeda untuk kulit wanita-wanita istimewa, yaitu
  •      Veet Hair Removal Cream pink yang mengandung lotus milk dan jasmine untuk kulit normal.
  • ·      Veet Hair Removal Cream  biru yang mengandung aloe vera dan vitamin E untuk kulit sensitif
  • ·      Veet Hair Removal Cream hijau yang mengandung Shea Butter dan Lily untuk kulit kering.  
     Nah, lengkap, kan? Kita sebagai wanita bisa memilih Veet mana yang cocok dengan kondisi kulit masing-masing.
3. Memiliki Keharuman Menawan

Veet Lotus Milk dan Jasmine Favoritku / Dok. Pribadi
Meskipun Veet adalah produk penghilang bulu, tapi Veet memiliki keharuman yang menawan. Sejak awal menggunakan Veet 5 tahun lalu, saya sudah memilih Veet Hair Removal Cream untuk kulit normal. 

Produk Veet yang saya gunakan ini beraroma Lotus Milk dan Jasmine, sehingga kulit saya tetap harum setelah penggunaan Veet, termasuk juga kulit ketiak saya, wanginya yang lembut dan tidak menyengat tentunya membuat saya lebih percaya diri. Ingin bulu hilang dan kulit wangi? #BeAConfidentYou with Veet Hair Removal Cream

4. Tekstur Lembut dan Melembabkan Kulit

instagram.com/veetindonesia
Produk Veet Hair Removal Cream ini memiliki tekstur semacam lotion yang lembut berwarna putih. Dan yang lebih keren lagi, produk Veet Hair Removal Cream yang baru menggunakan Teknologi Silk and Freash, sehingga Veet tidak hanya menghilangkan bulu saja, tetapi juga melembabkan kulit hingga 24 jam. Nah, manfaatnya banyak banget, kan?

5. Terdaftar BPOM
Dokumentasi pribadi
Salah satu hal yang seringkali jadi perhatian ketika akan membeli suatu produk skincare adalah mengenai legal tidaknya produk tersebut, sudah terdaftar di BPOM ataukah belum? Mengandung bahan berbahaya ataukah tidak? Hal ini memang perlu diketahui, apalagi menyangkut produk yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Untuk menggunakan Veet sendiri saya tidak khawatir, karena Veet mengandung bahan-bahan yang aman, dan sudah terdaftar di BPOM dengan No: NA 17160800012. Jadi buat kamu, gak usah ragu lagi buat pakai Veet buat menghilangkan bulu, karena aman banget dan tentunya legal.

6. Penggunaan Mudah dan Cepat

instagram.com/veetindonesia
Dan yang paling saya suka dari Veet Hair Removal Cream adalah penggunaannya cepat dan mudah. Cukup 3 (tiga) langkah, dan cukup 3-5 menit saja. Caranya sebagai berikut:

  • Aplikasikan Veet pada bagian punggung spatula, kemudian oleskan Veet Hair Removal Cream secara merata ke bagian bulu yang ingin dihilangkan.
  • Selanjutnya tunggu kurang lebih 3 menit. Apabila bulu cukup tebal, bisa ditunggu hingga 4-5 menit. Tapi jangan lebih dari 6 menit, ya.
  • Setelah dirasa cream sudah bekerja, bersihkan sisa cream pada bulu menggunakan spatula, maka bulu-bulu akan ikut tertarik dan terpotong bersama dengan cream. Bilas dengan air lalu keringkan.
Bulu di kulit pun hilang, kulit menjadi bersih cemerlang. Mudah banget, kan?
Buat kamu yang baru pertama kali menggunakan Veet, jangan  lupa untuk melakukan tes reaksi pada kulit lebih dulu, oleskan cream pada area yang dituju, kemudian tunggu hingga 24 jam. Apabila tidak ada reaksi berlebih, maka penggunaan bisa dilanjutkan.

Veet Hair Removal Cream hanya boleh digunakan di kaki, tangan, ketiak, dan garis paha atas, jadi jangan gunakan di kepala, wajah, hidung, mata,paranal, telinga, puting dan genital, juga bagian tubuh lainnya. Jangan juga gunakan pada kulit yang luka, tahi lalat, dan vena varikosa.

Nah, itulah kisahku bersama Veet Hair Removal Cream, teman setiaku sejak 5 tahun lalu, ta hanya membantu melenyapkan bulu di kulit, tetapi juga menjadikanku lebih percaya diri. Yuk, #BeAConfidentYou with Veet Hair Removal Cream.

   

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe