5 Fakta Unik Tentang Bakpia yang Harus Kamu Tahu

Minggu, Oktober 04, 2020

Ada banyak sekali makanan khas yang ada di Indonesia, tiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan pulau-pulau lainnya memiliki beragam makanan khas yang tentunya hal ini jadi warisan kuliner tersendiri bagi bangsa Indonesia yang patut dilestarikan. 

Biasanya, orang-orang akan mencoba makanan khas suatu daerah jika sedang travelling. Misalnya ketika berada di Jakarta, ingin menikmati kerak telor. Saat pergi ke Bali ingin makan sate lilit, atau ketika pergi ke Makassar pengen makan coto makassar. 

Memang sih beberapa masakan khas daerah lain pasti sudah tersebar di seantero negeri, tapi tentunya akan jadi pengalaman berbeda kalau mencobanya di daerah khasnya. Selain makanan khas yang bisa dinikmati di tempat saat travelling, pastinya kita juga ingin membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah.  Oleh-oleh ini biasanya kita pilih yang tahan lama dan tidak basi ketika dibawa kembali ke kota asal. 

Bakpia (Sumber: instagram.com/christina_leny)


Kali ini saya ingin membahas tentang salah satu makanan khas daerah Yogyakarta yang sering dijadikan buah tangan para wisatawan untuk keluarga, teman, atau kolega di tempat asalnya, yaitu Bakpia.  

Jika berkunjung ke Yogya, Bakpia pasti menjadi salah satu oleh-oleh yang sering dijadikan pilihan para wisatawan untuk dibawa pulang ke kampung halaman. Namun, tahukah kamu ada beberapa fakta unik tentang kue berisi kacang hijau ini?

1. Hasil Pertukaran Budaya Cina dan Jawa

Bakpia bukanlah kue asli yang berasal dari Jawa atau Yogyakarta, melainkan berasal dari budaya cina yang dibawa oleh para pendatang. Nama Bakpia sendiri berasal dari sebutan kue Cina Tou Luk Pia yang memiliki arti Kue berisi daging. Masyarakat Cina membuat Tou Luk Pia dengan bahan daging babi. Namun, ketika masuk ke Yogyakarta yang mayoritas warganya adalah muslim, maka isi kue tersebut diganti dengan kacang hijau. 

Baca Juga: 4 Kampung Wisata Tradisi yang Wajib Kamu Kunjungi Ketika Berlibur Ke Yogyakarta

2. Asal Bakpia Pathuk

Bakpia paling terkenal adalah Bakpia Pathuk. Sebutan ini berasal dari nama sebuah kampung bernama Pathuk yang warganya sebagian besar bekerja sebagai pembuat kue Bakpia. Kampung Pathuk berada di Jalan Pathuk atau saat ini lebih dikenal dengan nama Jalan KS. Tubun.

3. Merk Dagang Angka

Apabila kamu sering membeli Bakpia sebagai oleh-oleh saat datang ke Yogya, tentunya kamu tak akan asing dengan merk dagang Bakpia yang sebagian besar berupa angka, seperti ‘Bakpia 125’, ‘Bakpia 75’, ‘Bakpia 145’, dan masih banyak lagi. Ternyata merk dagang ini ada artinya, pembuat bakpia pada zaman dulu belum terlalu piawai dalam membuat sebuah merk dagang, oleh karena itu mereka menggunakan nomor rumah sebagai merk. Misalnya, produsen bakpia yang tinggal di rumah nomor 125, maka nama Bakpianya adalah ‘Bakpia 125’. 

Baca Juga: 4 Minuman Khas yang Wajib Kamu Nikmati Saat Berkunjung ke Yogyakarta

4. Bakpia Aneka Rasa

Jika dulu bakpia hanya dikenal sebagai kue berisi kacang hijau, maka seiring perkembangan zaman, bakpia pun ikut berkembang. Sekarang kamu bisa memilih bakpia dengan beragam isi, seperti kacang merah, keju, cokelat, durian, hingga ubi ungu. 

Baca Juga: 5 Hal Unik dan Khas yang Akan Kamu Temukan di Sekaten Yogyakarta

5. Bakpia Pemegang Rekor MURI

Pada tahun 2010, dibuat sebuah Bakpia terbesar dengan diameter 2,6 meer, garis lingkar 8,25 meter, serta memiliki berat dua ton. Pembuatan bakpia raksasa ini menggunakan oven yang dirancang khusus serta melibatkan juru masak sebanyak 29 orang. Bakpia raksasa ini juga mendapatkan Rekor MURI sebagai Bakpia terbesar di Indonesia dan di dunia. 

Ternyata Bakpia adalah oleh-oleh Khas Yogyakarta yang tak hanya lezat, namun juga menyimpan keunikan dalam sejarah dan rasa yang dimilikinya. Kalau kamu datang ke Yogyakarta, biasanya banyak pedagang eceran di tempat wisata yang akan menawarkan bakpia sambil berkeliling. Namun, dari segi rasa tentunya tidak dijamin enak. 

Oleh karena itu, apabila ingin membeli bakpia yang lezat bisa langsung datang ke toko atau outlet oleh-oleh yang cukup besar. Biasanya akan tersedia beragam bakpia dengan berbagai merk sehingga kita bisa memilih. 

Atau jika penasaran dengan proses pembuatannya, bisa juga langsung datang ke pabriknya. Beberapa outlet Bakpia sekarang ini juga memiliki pabrik mini pembuatan bakpia, sehingga selain berbelanja, kita juga bisa melihat proses pembuatan bakpia di outlet tersebut.  

Meskipun sekarang juga menjamur bakpia kukus yang mana proses memasaknya dikukus sehingga lebih empuk. Namun, bakpia asli Yogya yang dimasak dengan cara dipanggang tetap jadi primadona, karena dimasak dengan cara dipanggang inilah akan menciptakan tekstur yang crunchy di luar, namun tetap empuk di dalam. 

Nah, ingin merasakan kelezatan Bakpia? Yuk berwisata ke Yogyakarta. (*) 


15 komentar

  1. Aku belum pernah ke Jogja kak.. tapi Alhamdulillah sering makan bakpia. Suka banget akutu kak..
    Bakpia keju favorit aku. Eh tapi aku masih kepo sama bakpia matcha.. kepengen beli online aja rasanya. Hehe

    BalasHapus
  2. Aku pas belum koronces tu, pengajian dikasih panitia 1 box bapia, enak banget rasanya. Beli di Jogja kayaknya.

    BalasHapus
  3. Kalo ke Jogja gak beli bakpia rasanya ada yg kurang. Saya sering beli bakpia 125. Sambil lihat cara bikinnya. Suka yg basah dan masih hangat.

    BalasHapus
  4. Ipeh pernah nonton national geography dan ternyata, banyak banget makanan khas daerah kita. Yang emang sumber awalnya itu dari cina ya, kak. Dan dimodifikasi lagi jadi sesuai sama selera orang indonesia.

    Sama kaya bakpia ini, yang sesuai banget sama lidahku. Terutama yang rasanya coklat

    BalasHapus
  5. baru tau kalau bakpia yang selama ini sering saya makan adalah Hasil Pertukaran Budaya Cina dan Jawa

    BalasHapus
  6. bakpia tuh enak kalo pas nemu yang enak haha, saking banyaknya nama kadang suka bingung mana yang enak soalnya nomernya banyak. tapi sekarang ada bakpia kukus, itu enak banget coklat atau kejunya meleleh gitu. duh jadi ngiler haha.

    BalasHapus
  7. Kak aku kangen bakpia yogya yang langsung ke tempat pengolahannya itu loh, aku lupa namanya itu kalau beli masih panas enak banget , sukanya kacang hijau/ original.

    BalasHapus
  8. Bakpia ini memang menu khas banget. Apalah artinya ke jogja kalau nggak makan bakpia ya kak hihihi. Salah satu makanan yang nggak ngebosenin bakpia ini

    BalasHapus
  9. AKU SUKAK BANGET BAKPIA. lucunya pas awal tahun suami tugas ke jogja, aku pasti minta oleh2 salah satunya kue ini. dan isinya ada yang greente dong..duh bahagia bgt,,meski cm flavor ya..kacang ijonya msh berasa tp love deh

    BalasHapus
  10. saya sebenarnya tidak terlalu suka bakpia namun karena skrng ada varian isi coklat jadi saya suka deh, hehehe

    BalasHapus
  11. Jadi pengen ke jogja lagi... menikmati langsung proses pembuatan bakpia..dulu sempat mampir ke toko oleh2.. didalamnya ada proses pembuatan bakpianya..

    BalasHapus
  12. Jadi ingatttt, El beberapa hari lalu pengin bakpia. Kira-kira kalau dikirim dari Yogya ke Sumsel basi gak ya mbak?

    BalasHapus
  13. Bakpia aku paling suka dan baru tahu lho kalau sudah memecahkan rekor muri, keren banget ya

    BalasHapus
  14. Bakpia Yokyakarta memang rasanya khas ya kak, aku suka bakpia rasa kacang, campur gula merah. manisnya gak terlalu manis dan digigit sedikit langsung dimulut lumer.

    BalasHapus
  15. Kayaknya enak banget nih kak bakpianya, jadi pengen nyobain deh. Soalnya pernah liat tapi blm pernah mencoba, kapan2 pengen deh penasaran sama rasanya

    BalasHapus