Let’s Read, Mengembangkan Imajinasi Anak Lewat Cerita Bergambar

Minggu, Januari 10, 2021

Dunia anak adalah dunia yang penuh imajinasi. Anak-anak bisa bebas menjadi apa saja, suatu waktu ia bisa menjadi superhero, menjadi bunga, atau bisa juga berimajinasi menjadi seekor anak kucing yang lucu.

Sally Goddard Blythe, seorang psikolog anak menyebutkan bahwa imajinasi dapat bisa membantu seseorang untuk lebih mengenali emosi dirinya ketika merespon berbagai macam hal. 

Psikolog yang juga penulis buku The Genius of Natural Chilhood itu juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan imajinatif, seorang anak dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan lebih mudah. Ia juga akan dengan mudah memahami rasa dan emosi yang ditunjukkan oleh orang lain di sekitarnya. 

Dongeng, Gerbang Imajinasi Anak

Sebagai orang tua, tentunya kita harus mendukung perkembangan imajinasi anak sedini mungkin, salah satunya adalah dengan membacakan dongeng.

Membaca dongeng tentunya berbeda dengan mendongeng saja. Jika mendongeng, orang tua dituntut untuk bercerita secara lisan, sedangkan membaca dongeng, orang tua bisa menggunakan media buku atau e book cerita bergambar.

Tidak hanya membantu dan memudahkan orang tua dalam bercerita, buku atau e book cerita bergambar juga bisa mendukung anak untuk lebih imajinatif, terlebih anak-anak usia dini yang pengetahuannya masih terbatas, sehingga harus dibantu imajinasinya lewat media yang tepat. 

Cerita Bergambar Menjadikan Dongeng Lebih HIdup

Mendongeng menggunakan cerita bergambar memiliki banyak kelebihan, khususnya untuk membantu anak memahami alur cerita dongeng. Hal ini karena didukung beberapa hal, yaitu:

1. Gambar Menarik

Gambar yang menarik tentunya akan membuat anak lebih senang saat diajak membaca dongeng, misalnya saat dibacakan dongeng fabel, anak akan tertarik saat melihat hewan-hewan dalam cerita bergambar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. 

Tampilan gambar yang menarik tentunya akan membantu anak untuk memaksimalkan kerja indera penglihatannya yang kemudian akan meneruskannya ke otak untuk menghidupkan dongeng dalam imajinasinya. 

2. Warna-Warni Ceria

Cerita bergambar biasanya memiliki warna-warna ceria pada gambarnya, ini juga bisa menjadikan dongeng lebih hidup dalam imajinasi anak. Warna yang ceria juga akan membuat anak lebih bahagia dan ceria saat dibacakan dongeng. 

3. Kalimat Lebih Sedikit

Cerita bergambar biasanya memiliki gambar yang penuh dan kalimat cerita yang lebih sedikit. Ini berguna untuk mengajak anak lebih memahami cerita lewat gambar, sehingga anak seolah diajak masuk ke dunia baru dalam cerita bergambar. 

Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak Usia Dini

Dengan membacakan dongeng menggunakan buku atau e book cerita bergambar,, diharapkan bisa menjadi gerbang imajinasi anak untuk nantinya imajinasinya bisa lebih berkembang lewat cerita-cerita yang kita bacakan, selain itu, ada banyak sekali manfaat dari membacakan dongeng lewat cerita-cerita bergambar.

1. Cerita Bergambar Menghidupkan Imajinasi 

Sejak ia berusia 6 bulan, saya sudah rutin membacakan cerita atau dongeng bergambar untuk anak saya, Ayya, sebelum tidur. 

Saya memang memilih cerita bergambar untuknya, di samping karena usianya masih balita, juga karena ia masih belum bisa membaca, sehingga cerita bergambar membantu saya untuk menjelaskan bagaimana alur cerita atau dongeng yang sedang saya baca. 

Dan, ternyata, lewat cerita bergambar ini, kemampuan imajinasi Ayya di usia 3,5 tahun berkembang pesat. Ia bisa berimajinasi menjadi siapa saja, dan apa saja. 

“Umma, aku mau jadi Putri di Istana, pakai baju bagus dan pakai mahkota,” begitulah kalimat yang sering Ayya ucapkan. Saya biasanya tersenyum dan mengangguk, lalu mengambilkan baju a la putri untuknya, kemudian menyisir rambutnya dan tidak lupa menambahkan mahkota kecil di atas rambutnya. 

Setelah selesai berdandan, ia akan langsung berlari ke depan cermin dan berputar-putar bahagia layaknya tuan putri, kemudian ia akan membangun istananya menggunakan tumpukan bantal dan guling.

Tak hanya menjadi seorang puteri, di lain hari ia bisa berimajinasi menjadi setangkai bunga dan meminta dibuatkan kostum dari kertas karyon, atau di lain waktu ia meminta dibuatkan rumah-rumahan kecil dari bantal dan selimut saat ia ingin menjadi seekor kucing. 

2. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa

Membacakan dongeng berarti kita membaca kata demi kata yang tertulis di cerita bergambar. Dalam cerita bergambar tersebut biasanya akan banyak kosakata baru yang diserap, terlebih bagi anak seusia Ayya yang masih butuh belajar banyak kosakata. 

Biasanya, saat saya mendongeng dan Ayya tidak memahami beberapa kata, ia akan bertanya. Misalnya saja Ayya pernah bertanya tentang ‘Apa itu planet’, ‘apa itu sangkar’, dan lain sebagainya. 

Pertanyaan-pertanyaan perihal kosakata yang muncul saat kita mendongeng ini tentunya bisa meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak. Selain kosakata yang ia kuasai akan semakin banyak, anak yang terbiasa dibacakan dongeng atau cerita juga memiliki kemampuan berbahasa dan bercerita dengan lebih runtut. 

3. Menumbuhkan Kecerdasan Emosional

Untuk menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak usia dini perlu rangsangan atau stimulus, salah satunya dengan dongeng atau cerita bergambar. 

Dalam dongeng atau cerita bergambar biasanya akan ada moral atau pesan cerita yang bisa dipelajari oleh anak, sehingga anak akan lebih cerdas dalam bersikap. ia juga akan mampu mengekspresikan diri dengan lebih baik sehingga mampu mengutarakan keinginan dan harapannya dengan lebih jelas.  

4. Menumbuhkan Empati

Pada dongeng atau cerita bergambar, setiap tokohnya akan menampilkan emosi yang bisa dilihat dari gambar mimik wajahnya, seperti bahagia, sedih, marah, dan beragam emosi lainnya. 

Dengan belajar beragam jenis emosi lewat gambar dan cerita, anak tentunya akan lebih peka mengenali emosi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. 

Ketika anak melihat ragam emosi orang-orang di sekitarnya, anak juga akan lebih pandai untuk bersikap bagaimana harus berhadapan saat ada orang yang bahagia, sedih, marah atau malu. Sehingga akan menumbuhkan empati pada anak. 

5. Menumbuhkan Minat Baca

Membacakan anak dongeng atau cerita bergambar juga akan menumbuhkan minat baca anak, hal ini karena dengan melihat gambar pada cerita akan membuat rasa penasaran anak meningkat, sehingga anak akan memiliki keinginan untuk memahami cerita. 

Dongeng untuk Generasi Alpha

Bagi para ibu generasi milenial seperti saya, mau tidak mau harus bisa menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan anak di era 4.0 ini. Apalagi anak-anak kita merupakan Generasi Alpha yang dekat dengan teknologi, jadi alih-alih menjadikan teknologi sebagai musuh, tentu akan lebih baik jika menjadikan teknologi sebagai sahabat. 

Pasti tidaklah mengherankan, ketika melihat anak-anak Generasi Alpha sudah piawai mengoperasikan gawai, padahal usianya masih di bawah 10 tahun, atau bahkan di bawah 5 tahun. 

Dengan kehadiran teknologi ini, kita sebagai orang tua juga tidak boleh terlena. Oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk kepentingan pendidikan anak, salah satunya dengan aplikasi Lets’ Read, sebuah aplikasi yang berisi ratusan cerita bergambar untuk anak yang menghibur dan edukatif. 

Berikut ini ada video saya dan Ayya yang membacakan salah satu cerita bergambar di Let's Read berjudul 'Kemana Tomat Pergi' karya Kak Naidi Atika Zundaro. 

Let’s Read, Perpustakaan Digital Cerita Bergambar di Era 4.0

Let’s Read merupakan perpustakaan digital yang berisi ratusan e-book cerita anak yang dipersembahkan oleh komunitas-komunitas literasi bekerja sama dengan The Asia Foundation. 

Let’s Read sendiri diprakarsai oleh Books for Asia, sebuah program literasi yang telah berjalan sejak tahun 1954. Program literasi ini pernah menerima U.S. Library of Congress Literacy Award pada Desember tahun 2017 atas inovasi dalam promosi literasi.  

Untuk Let’s Read sendiri memiliki beberapa misi, yaitu; 

1. Digitalisasi cerita bergambar

2. Pengembangan cerita rakyat yang kaya kearifan lokal

3. Menerjemahkan buku cerita anak yang berkualitas terbitan, baik dalam maupun luar negeri ke dalam bahasa nasional dan ibu.  

Keunggulan Let’s Read

Sebagai aplikasi perpustakaan digital, Let’s Read Memiliki beragam keunggulan:

1. Ratusan Buku Cerita Gratis

Let’s Read! Menyediakan ratusan buku dongeng yang bisa diakses penggunanya secara gratis. Buku-buku dongeng atau cerita bergambar yang tersedia pun tidak hanya yang ditulis penulis Indonesia saja, namun juga penulis-penulis manca negara. 

2. Bisa Diunduh dan Dibaca Offline

Baca bukunya pakai aplikasi? Habisin kuota internet, dong? Nah, tenang saja, ya, karena buku-buku cerita bergambar yang tersedia di Let’s Read bisa diunduh gratis dan bisa dibaca secara offline, kaapan saja dan dimana saja, sehingga akan lebih menghemat kuota internet. 

3. FullScreen

Aplikasi Let’s Read Ingin memberikan pengalaman membaca yang nyaman dan menyenangkan bagi penggunanya, salah satunya dengan tampilan fullscrean saat membaca di ponsel atau tablet. 

4. Cerita Bergambar Berbagai Bahasa

Cerita bergambar di aplikasi Let’s Read Tersedia dalam berbagai bahasa, tak hanya bahasa nasional dan bahasa asing, namun banyak juga cerita bergambar yang tersedia dalam bahasa daerah di Indonesia, seperti Bahasa Batak Toba, Bahasa Minang, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan lain sebagainya. 

5. Beragam Level

Let’s Read membagi buku-buku cerita di dalamnya ke dalam berbagai level, dari Tingkat 1 hingga Tingkat 5, tergantung pada usia dan kesulitan bahasa dan cerita dalam buku. Selain itu tersedia juga kategori Buku Pertamaku untuk cerita-cerita sederhana bagi yang ingin mengenalkan cerita bergambar pertama kali. 

6. Beragam Label dan Tema Cerita


Ratusan cerita bergambar yang tersedia di aplikasi Let’s Read Memiliki beragam label, dari Superhero, Adventure, Funny, Family & Friendship, dan masih banyak lagi label atau tema cerita yang bisa dipilih. 

7. Fitur Buku Unggulan

Bingung ingin membaca buku yang mana? Tenang saja, di Let’s Read  tersedia pilihan ‘Buku Unggulan’, sehingga kita bisa memilih buku-buku unggulan yang banyak dibaca oleh para pengguna Let’s Read!.

Nah, menarik sekali bukan aplikasi Let’s Read ini, selain mudah digunakan, tentunya juga sangat membantu bagi para orang tua yang merasa kesulitan mengenalkan buku bacaan pada anak.

Bagi yang belum mengunduh aplikasi ini, bisa mengunduhnya di link aplikasi let's read.  

Yuk, ajak buah hati kita belajar dan berimajinasi dengan cerita bergambar penuh edukasi bersama Let’s Read. (*)


1 komentar

  1. Let's Read ini membantu kita banget ya ngga kebingungan lagi cari buku bacaan untuk anak..

    BalasHapus