Belajar Mencintai dan Membangun Negeri dari Sosok B.J. Habibie

Sabtu, Agustus 20, 2016


Delapan puluh tahun lalu, tepat pada tanggal 25 Juni 1936 lahir seorang anak yang tumbuh menjadi sosok cerdas, pantang menyerah, dan memiliki visi membangun negeri. Ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, memberi nama Bacharuddin Jusuf Habibie.

Sejak kecil, Habibie ternyata juga memiliki bakat serta minat di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan ia bercita-cita menjadi seorang insinyur, sebuah cita-cita masa kanak-kanak yang akhirnya terwujud, pada tahun 1954 ia berhasil menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknik Mesin.

B.J. Habibie (Sumber : tempo.co)

Impian Tanpa Batas


Habibie muda memiliki impian tanpa batas, dan untuk meraih impian itu, ia tak hanya berdiam diri, melainkan terus melangkah dan pantang menyerah. Habibie begitu berani mengambil keputusan untuk berkuliah di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman.

Keputusannya untuk pergi ke Jerman memang tidaklah mudah, bukan hanya karena jauh dari tanah air dan ibunda yang dicintainya, tapi juga karena keterbatasan dana yang dimilikinya. Habibie berkuliah di Jerman memang bukan karena beasiswa, namun dengan biaya pribadi. Hal ini bukan karena Habibie tak mampu atau gagal meraih beasiswa, akan tetapi karena semangat ibundanya yang ingin mendukungnya secara penuh, termasuk soal biaya kuliah. Ini terkait sumpah sang ibu ketika ayahanda Habibie meninggal bahwa ibundanya akan membiayai seluruh pendidikan anak-anaknya dari hasil jerih payahnya. Atas dukungan ibundanya lewat usaha katering dan rumah indekos di Bandung, Habibie pun menjalani studinya di Jerman.

Meski mendapat dukungan dana dari ibunda, bukan berarti hal tersebut dapat memenuhi semua kebutuhan Habibie selama berkuliah di Jerman. Habibie begitu rela menahan lapar dan berpuasa, serta lebih memilih menghabiskan waktunya di perpustakaan agar lupa dengan rasa lapar yang melilit perutnya. Di saat liburan, Habibie lebih memilih mengambil mata kuliah agar cepat selesai karena ia tidak ingin mengecewakan keluarganya yang sudah membiayainya.

Tak hanya rajin di bidang akademik, Habibie juga rajin ikut dalam organisasi. Bahkan ia juga menginisiasi seminar PPI se-Eropa yang mempertemukan seluruh mahasiswa Indonesia di benua biru. Bahkan demi terlaksananya seminar ini, Habibie sampai jatuh sakit yang parah dan hampir meninggal dunia.

Namun, Tuhan begitu sayang dengan Habibie, hingga masih memberikan umur panjang untuk Habibie. Dengan kerja keras serta jiwa pantang menyerah, akhirnya Habibie bisa menyelesaikan studi S1 dan S2 nya di Jerman.

Selepas S2, Habibie memutuskan untuk menikah dengan kawan SMA nya, Ainun. Meski telah mendapatkan gelar yang mumpuni, bukan berarti perjuangan Habibie berhenti, karena Habibie harus mulai mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilnya serta mencari biaya untuk melanjutkan studi S3 nya, dan demi itu semua, Habibie dan istri harus rela tinggal di apartemen kecil serta hidup sederhana.

Asa yang Mengangkasa

"Pengalaman tak bisa dipelajari, tapi harus dilalui”- B.J. Habibie

Pengalaman memang tak bisa dipelajari, karena ia harus dijalani dan dilalui, itulah yang terpatri dalam diri Habibie. Beragam pengalaman coba ia jadikan pelajaran, tak hanya pengalaman yang menggembirakan, namun ia juga belajar arti kehidupan di setiap tantangan dan permasalahan yang dilaluinya.

Habibie dan Industri Pesawat Indonesia (sumber : viaberita.com)


Habibie pun belajar bahwa untuk menggapai asa dan cita-cita tak hanya diperlukan kepintaran semata, namun yang terpenting adalah ketekunan dan keuletan. Akhirnya kerja keras Habibie pun tak sia-sia, lulus dari studi S3 nya, Habibie mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan penting di Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB), Hamburg-Jerman. Berkat ketekunan yang dimilikinya, karir Habibie melesat hingga ia berhasil menjadi direktur teknologi MBB, sejak tahun 1969 hingga tahun 1973.



Habibie meraih kesuksesan itu saat usianya belum menginjak 40 tahun. Ia banyak menyumbangkan hasil penelitian mengenai termodinamika, kosntruksi, serta aerodinamika pesawat. Rumusan teori-teorinya pun dikenal luas dan masih digunakan di dunia penerbangan dunia hingga kini. Beberapa teorinya yang terkenal adalah ‘Habibie Factor’, ‘Habibie Theorem’, serta ‘Habibie Methode’.

Habibie menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, ia telah berhasil membawa asa dan cita-citanya terbang mengangkasa layaknya pesawat udara yang dibuatnya. Habibie pun telah membuktikan bahwa jangan pernah meremehkan mimpi atau cita-cita sekecil apapun, karena dengan kerja keras, impian dan cita-cita itu bisa diraih dalam genggaman.
 

Cinta Habibie untuk Ibu Pertiwi

Sebagai seorang ilmuwan di Jerman, bisa dikatakan Habibie telah memiliki segalanya. Kekayaan, jabatan, nama baik, juga keluarga yang bahagia. Jika Habibie mau, cukuplah ia tinggal di Jerman selamanya, dan tak perlu kembali ke Indonesia.

Namun, Habibie tidaklah seperti itu. Semua yang ia lakukan di Jerman bukanlah untuk kepentingan dirinya pribadi, akan tetapi justru untuk membangun negeri, karena sesungguhnya, sejauh-jauhnya Habibie melangkah pergi, cinta Habibie tetaplah untuk Ibu Pertiwi dan akhirnya ke Indonesia lah ia kembali.

Dengan kebahagiaan penuh serta cinta yang utuh untuk Indonesia, Habibie pulang kembali ke Indonesia di usianya yang ke 38 tahun, tepatnya pada tahun 1974. Presiden Soeharto kala itu mengangkatnya sebagai penasihat pemmerintah dalam bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi.

Habibie memiliki janji pada dirinya sendiri bahwa ia akan memajukan teknologi penerbangan di Indonesia sebagai bukti bakti dan rasa cintanya pada ibu pertiwi. Hal itupun dibuktikannya dengan adanya pembangunan PT. IPTN (Industri Pesawat Terbang Nasional) pada 1976, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) serta laboratorium Puspitek (Pusat Penelitian dan Ilmu Pengetahuan) pada tahun 1986.


Pada tahun 1978, Habibie pun diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan sebagai Menristek (Menteri Negara Riset dan Teknologi) selama 2 dekade. Habibie mencurahkan segala daya upaya yang dimilikinya untuk memajukan industri pesawat terbang nasional, dan hal ini terbukti dengan dihasilkannya pesawat produk nasional, yaitu CN-235 serta N-250.

Tahun 1998, Indonesia bergejolak. Setelah Presiden Soeharto dilengserkan, Habibie yang sebelumnya adalah wakil presiden akhirnya menjadi Presiden Indonesia ke-3. Meski hanya menjabat sebentar sebagai Presiden, akan tetapi Habibie telah berhasil mengantarkan Indonesia keluar dari krisis ekonomi.


Setelah tak lagi menjadi Presiden, dan meski mendapat tawaran sebagai Warga Negara Kehormatan oleh Jerman. Habibie memilih untuk menolak tawaran tersebut dan tetap memilih di Indonesia agar bisa terus menerus membangun bangsa lewat Habibie Center, sebuah yayasan yang bergerak untuk memajukan demokratisasi di Indonesia berdasar pada moralitas dan integritas budaya serta nilai-nilai agama.

Habibie membuktikan bahwa untuk membangun bangsa bisa dengan berbagai cara, tak harus menjadi pejabat atau politisi, karena pembangunan bangsa tak hanya berkisar pada pemerintahan semata, akan tetapi yang tak kalah penting adalah membangun jiwa masyarakatnya.

Tahun 2016 ini, usia Habibie telah menginjak usia 80 tahun, yang mana lebih dari separuh hidupnya telah digunakannya untuk membangun bangsa Indonesia. Perjalanan cinta Habibie untuk ibu pertiwi pun terekam jelas dalam ‘Pameran Foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang dilaksanakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum’. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua – Jakarta Barat.

Acara ini tak hanya menjadi bukti karya Habibie untuk bangsa, namun juga bukti bahwa begitu banyak orang yang mencintai Habibie sebagaimana banyaknya cinta yang telah diberikan Habibie untuk bangsa ini.

Segala karya yang dilakukan Habibie murni untuk membangun bangsa ini, bukan untuk mendapatkan sanjung puji, karena seperti apa yang pernah dikatakan oleh Habibie, ‘Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain.’ (*) – Richa Miskiyya

Read More

Ingin Punya Buku? Ini Solusinya...

Rabu, Agustus 10, 2016



Memiliki buku sendiri merupakan dambaan banyak orang. Melihat nama sendiri di sampul buku akan menjadi kebanggaan, baik bagi kita sendiri maupun bagi orang-orang terdekat kita. Buku karangan kita akan banyak manfaatnya, selain sebagai ajang pamer bahwa kita sudah memiliki buku/ karya, buku karangan kita juga dapat meningkatkan prestise. Misalnya, bagi guru, memiliki buku karangan sendiri dapat menjadi bukti kapabilitas keilmuannya. Selain itu, memiliki buku karangan sendiri (bagi guru) akan menjadi poin tersendiri.
Namun, tidak semua orang memiliki kecakapan menulis sehingga ide yang ada di angan-angannya tidak dapat dituangkan dengan baik. Sebagian lainnya diberi anugerah berupa kecakapan menulis dan mampu untuk menulis namun karena kesibukannya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menulis buku.
WisataKata, sebuah agen naskah yang diperkuat belasan penulis dengan berbagai latar belakang keilmuan, menawarkan kemudahan bagi Anda yang ingin memiliki buku namun tidak sempat atau tidak mampu untuk menulis. Tawaran kerja sama itu meliputi:
A. Olah Data
Agen Naskah WisataKata menerima jasa mengolah data mentah untuk dijadikan buku. Misalnya: hasil penelitian. WisataKata akan mengolah data-data mentah hasil penelitian menjadi buku yang layak baca. Data mentah yang akan diolah oleh WisataKata harus merupakan data valid, hasil penelitian Anda (klien) sendiri, bukan plagiasi dan bukan hasil searching dari internet. Jasa olah data juga meliputi jasa re-writing atau penulisan ulang dan penyuntingan berat.
Adapun tarif yang ditawarkan WisataKata akan dihitung per halaman naskah (A4, margin normal, spasi 1,5), dengan besaran beaya Rp. 25.000 per halaman. Minimal order  100 halaman dan maksimal 150 halaman. Naskah hasil olah data akan diproses paling lama satu bulan.

B. Penulisan/ Ghost Writing
Agen Naskah WisataKata menyadari bahwa tidak setiap orang memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menulis dengan baik dan benar. Untuk itulah, WisataKata memfasilitasi mereka yang ingin memiliki buku namun tidak mampu untuk menulis buku. WisataKata menerima permintaan penulisan naskah sebagai ghost writer. Anda tinggal menyusun outline/ daftar isi, sinopsis, dan pokok-pokok pembahasan calon buku Anda, sehingga ide besar dan pengembangan buku tersebut adalah dari Anda.
Layanan penulisan buku/ ghost writing ini mencakup buku-buku atau naskah: sejarah, motivasi, kiat-kiat sukses, buku panduan, naskah fiksi (khusus novel biografi tokoh), memoar, buku-buku keagamaan (Islam), pendidikan, buku how to, dll.  
Untuk jasa penulisan, tarif yang ditawarkan WisataKata akan dihitung per halaman naskah (A4, margin normal, spasi 1,5), dengan besaran biaya Rp. 35.000 per halaman. Minimal order 100 halaman dan maksimal 180 halaman. Naskah hasil ghost writing akan diproses paling lama dua bulan.

C. Konversi
Tidak semua tulisan yang sudah jadi atau selesai ditulis layak untuk dibukukan. Sebuah naskah mentah mesti melewati proses penyuntingan bahkan proses konversi agar layak dibaca oleh khalayak. Contoh konversi naskah misalnya, dari  skripsi, tesis, disertasi, menjadi buku yang layak baca dan layak edar. Meski terkesan mudah dan kerja yang ringan, mengkonversi suatu naskah menjadi buku bukanlah pekerjaan yang sepele. Dalam kerja konversi, terdapat penyuntingan mana data yang layak atau tidak layak untuk dipaparkan, mana data yang masih kurang dan perlu ditambah, dan mana data yang perlu diedit total agar dapat dipahami oleh pembaca.
Untuk jasa konversi, WisataKata menawarkan tarif sebesar Rp. 15.000 per halaman naskah (A4, margin normal, spasi 1,5). Order minimal tidak dibatasi, dan maksimal order adalah 300 halaman. Naskah hasil konversi akan diproses paling lama dua puluh hari.

D. Jasa Edit/ Editing
Bagi Anda yang sudah memiliki naskah final namun memerlukan jasa edit untuk memperbaiki kesalahan ketik atau kesalahan ejaan dalam naskah, WisataKata menawarkan layanan editing, yang meliputi: tata bahasa, salah ketik, rasa berbahasa (agar lebih nyaman dibaca), dan finishing manuskrip.
Untuk jasa edit, WisataKata menawarkan tarif sebesar Rp. 5.000-Rp. 10.000 per halaman naskah (A4, margin normal, spasi 1,5)—tarif tergantung kondisi naskah. Order minimal tidak dan maksimal jasa edit tidak dibatasi. Jasa editing akan diproses WisataKata paling lama dua minggu.

Besaran biaya jasa di atas (poin A-D) belum termasuk harga cetak (dari naskah ke dalam bentuk buku).


E. Jasa Tambahan
Di luar jasa-jasa yang ditawarkan di atas, WisataKata juga menawarkan kemudahan-kemudahan lain bagi Anda yang ingin memiliki buku, seperti jasa layout (tata letak buku), jasa pengadaan ISBN, dan jasa cetak buku. Adapun tarif dari jasa tambahan ini dapat dibicarakan lebih lanjut antara dua pihak, sebab kondisi naskah dan sedikit-banyaknya halaman naskah akan mempengaruhi besaran tarif.

Semua layanan jasa yang ditawarkan oleh WisataKata adalah karya orisinil, merupakan karya asli yang akan digarap oleh para penulis yang kompeten di bidangnya masing-masing dan sudah berkecimpung dalam dunia pengadaan naskah minimal dua tahun. Naskah hasil garapan WisataKata bukan hasil jiplakan atau plagiasi, sehingga buku hasil kerja Agen Naskah WisataKata dapat dipertanggungjawabkan. Nama dan identitas pemesan akan dijaga oleh pihak WisataKata sehingga kerahasiaannya akan terjamin.

Kontak kami via email: wisatakata88@gmail.com atau di nomor HP: 083862777364. Kami juga menerima layanan konsultasi naskah dan pertanyaan seputar dunia penulisan dan dunia perbukuan melalui email.
Read More

Rekomendasi Hotel Dekat Pantai Seminyak Bali

Senin, Juli 25, 2016

Bali menjadi destinasi wisata Indonesia yang sangat terkenal di kalangan para wisatawan, baik mancanegara ataupun wisatawan domestik. Bahkan nama Bali jauh lebih dikenal dibandingkan Indonesia sendiri di kalangan para wisatawan mancanegara. Jangan heran jika kamu nanti mendapati banyak sekali para bule yang berlalu-lalang di tempat-tempat wisata Bali.

 Sumber: balitoursclub.net
 
Banyak sekali destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi di Bali. Salah satu tempat yang cukup banyak dikunjungi adalah Pantai Seminyak. Pantai yang memiliki pasir puntih yang landai ini terletak di Desa Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Jika ingin mengunjungi kawasan ini, saya sangat merekomendasikan untuk mengunakan rental motor atau mobil. Untuk memudahkan kamu menuju Jalan Raya Seminyak yang menjadi akses menuju Pantai Seminyak dan juga kamu bisa mengunjungi destinasi wisata lainnya.

Kamu bisa menikmati keindahan alam bawah laut saat bersnorkling atau diving di pantai ini. Atau jika sudah bosan dengan kegiatan diving atau snorkling mungkin kamu bisa mencoba sebuah wahana yang cukup memacu adrenalin kamu.

Bungee Jumping merupakan sebuah wahana pemacu adrenalin yang terletak di pinggir Pantai Seminyak. Wahana ini dilakukan dengan cara meloncat bebas dari sebuah menara yang tingginya mencapai 45 meter tanpa pegangan dan hanya ada sebuah tali yang dililitkan pada pergelangan kaki.

Sumber: piknikdong.com

Selain memacu adrenalin dari ketinggian ini juga kamu bisa menikmati pemandangan lukisan langit yang indah atau gemerlap bintang yang menerangi malam. Dan juga kamu bisa mengabadikan momen-momen kamu saat melompat bebas dari wahana ini.

Namun jika kamu tidak ingin diving, snorkling atau bungee jumping, kamu juga bisa berjalan-jalan di sekitar area Pantai Seminyak Bali atau berkuda mengelilingi pantai juga bisa kamu lakukan disini. Setelah puas berkeliling menikmati pemandangan kamu bisa mencoba mencicipi menu-menu makanan laut khas Seminyak Bali di warung-warung yang ada di pinggiran pantai.

Sumber: bali-indonesia.com

Untuk bisa menikmati itu semua pastinya kamu akan mencari penginapan yang lebih dekat dengan pantai ini kan. Selain bisa dekat dengan pantai seminyak kamu juga bisa menuju destinasi wisata lain yang berada di area Seminyak. Berikut adalah rekomendasi hotel dekat Pantai Seminyak Bali. Dan kamu bisa cek harga kamar hotel juga melalui situs booking online yang banyak terdapat di Indonesia.

Fave Hotel Sunset Seminyak
 

Sumber: Traveloka
 
Kamu akan dapat mengetahui bangunan tersebut adalah Fave Hotel Sunset Seminyak dengan melihat bangunan berwarna ungu yang bertuliskan papan logo Fave Hotel. Hotel ini terletak di Jl. Sunset Road No. 89, Seminyak–Kerobokan, Seminyak, Indonesia, 80361 dengan jarak menuju Pantai Seminyak kurang lebih 1,5 km untuk mencapai sana.

Sumber: Traveloka
 
Hotel dengan bintang dua ini memiliki konsep desain yang minimalis dengan perpaduan warna yang cerah, membuat para tamunya merasa nyaman. Kemudian hotel ini memiliki beberapa tipe kamar yaitu standard room, superior room, family triple room, dan deluxe room. Tipe-tipe kamar ini dapat kamu pilih sesuai kebutuhan dan budget yang ada. Meskipun tergolong murah namun hotel ini tetap menyediakan fasilitas yang cukup memadai dan juga menjaga mutu pelayanan kepada para tamunya.

Sumber: Traveloka
 
Berikut adalah fasilitas- fasilitas yang dimiliki oleh hotel ini: layanan kamar, area parkir, brankas, WiFi di area umum, cafe, restoran, lift, fasilitas rapat, internet kamar, fasilitas komputer/ internet, ruang keluarga, area merokok, AC, bar di kolam renang, laundry, resepsionis 24 jam, penitipan bagasi, keamanan 24 jam, layanan pijat, Spa, kolam renang outdoor, kolam renang anak, antar-jemput bandara, parkir valet, sewa mobil dan penitipan anak.

Hotel Sense Sunset Seminyak
 

Sumber: Traveloka
 
Hotel ini memiliki lokasi yang strategis dengan pertokoan, restoran, kafe, klub malam dan atraksi wisata yang ada di Seminyak. Kemudian hotel ini dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai yang dapat ditempuh sekitar 20 menit untuk sampai hotel.

Di setiap kamar terdapat TV LCD 32 inchi, AC, mini-bar, fasilitas pembuat kopi dan teh serta dilengkapi dengan pintu elektronik. Hotel ini juga memiliki sebuah restoran yang akan menghidangkan masakan-masakan khas Indonesia dan juga internasional, dan kamu akan dimanjakan setiap pagi dengan nikmatnya sarapan yang dihidangkan secara prasmanan. Selain itu juga terdapat sebuah pusat kebugaran yang memiliki perlengkapan yang cukup lengkap, spa, kolam renang dan juga pijat yang bisa merileksasi kamu setelah puas berwisata di Pantai Seminyak Bali.

Dua hotel diatas dapat dijadikan rujukan untuk menginap jika kamu sedang berwisata di Pantai Seminyak. Selain dekat dengan Pantai Seminyak Bali hotel-hotel diatas juga memilik beberapa fasilitas yang cukup menunjang kamu selama bermalam disana.
Read More

Wujudkan Impian Lewat Kamera Ponsel

Jumat, Juli 15, 2016

http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html

Di era digital saat ini, manusia memang tidak bisa dipisahkan dengan ponsel. Begitu juga dengan saya yang rasanya ada separuh napas yang hilang jika ponsel jauh dari genggaman. Mungkin terdengar berlebihan, tapi memang begitu adanya. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa ponsel dengan segala fiturnya telah banyak membantu dan memberikan kemudahan dalam kehidupan saya. Tak hanya sekadar membantu untuk melancarkan komunikasi lewat telepon, pesan singkat, ataupun fitur chatting, namun juga membantu saya mewujudkan impian-impian saya.
Ada banyak jalan dan cara untuk mewujudkan impian, dan salah satu jalan yang saya gunakan untuk mewujudkan impian saya adalah lewat kamera ponsel.

Dari Foto Wisata Menuju Pulau Dewata
Sebagai penulis yang masih belajar dan ingin terus belajar, tentunya saya ingin terus menimba ilmu tentang dunia kepenulisan, salah satunya adalah belajar dari penulis-penulis senior di Festival Sastra Internasional Ubud Writer and Reader Festival. 

Beberapa kali saya pernah mengajukan aplikasi lewat tulisan, akan tetapi ternyata jalan saya untuk bisa pergi ke UWRF belum terbuka. Hingga kemudian pada tahun 2015, ada salah satu penerbit buku besar di Indonesia yang mengadakan lomba foto travelling selama 6 bulan dengan tema-tema foto berbeda setiap bulannya.

Dengan semangat 45, saya pun membuka-buka folder foto-foto saya ketika travelling. Sebenarnya, saya sendiri tak terlalu percaya diri dengan foto-foto travelling yang saya miliki. Selain karena tempat yang sering saya kunjungi bukan tempat-tempat yang “wah” bagi para traveller, seperti Raja Ampat, Puncak Gunung Semeru, atau foto-foto senja di pantai Lombok. Ditambah lagi, foto-foto travelling yang saya miliki hanya bermodal hasil jepretan dari kamera ponsel saja.

Kebimbangan tiba-tiba melanda, namun jika tidak dicoba, tentunya saya tidak akan tahu hasilnya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikutsertakan foto saya ketika jalan-jalan ke Tamansari-Yogyakarta. Mau menang atau kalah, itu urusan belakangan, yang terpenting dicoba dulu. 

Dari Tamansari-Yogya ke Pulau Dewata
Satu bulan setelah saya mengikutsertakan foto tersebut, ternyata foto tersebut menang hingga saya akhirnya bisa terbang ke Pulau Dewata untuk mengikuti UWRF 2015 selama 5 hari, 27 Oktober 2015-31 November 2015. Hotel, Transport, Konsumsi, Tiket masuk ke UWRF semuanya ditanggung. Benar-benar liburan sekaligus belajar yang menyenangkan. Sesampainya di sana, saya masih merasa seperti mimpi, akhirnya saya bisa bertemu langsung dan menimba ilmu dari para penulis yang sebelumnya hanya saya kenal lewat buku dan puisi saja. Di UWRF saya bertemu dengan Seno Gumira Ajidarma, Eka Kurniawan, Raditya Dika, Aan Mansyur, Ayu Utami, Alanda Kariza, dan masih banyak penulis lainnya, baik penulis Indonesia, maupun penulis mancanegara. Tak hanya bincang sastra, namun di UWRF juga ada bincang film yang mana ketika itu ada bedah Film Cahaya dari Timur bersama Glenn Fredly. Bertemu dengan penulis idola tentunya tak akan lengkap jika tak berfoto atau mengambil gambar penulis tersebut. 

UWRF 2015
Funny Talk Session with Raditya Dika


Book Signing with Ayu Utami
 
Bersama Seno Gumira Ajidarma


Dinner with Alanda Kariza

Bedah Film bersama Glenn Fredly

Meskipun hanya bermodal kamera ponsel, yang terpenting tetap 'cekrek', karena bagi saya, nilai termahal dari sebuah foto adalah momen serta kenangan apa yang diabadikan dalam foto tersebut yang tak akan terulang lagi.

The Man Behind The Gun
Beberapa kali saya ingin membeli kamera, DSLR atau mirrorless. Akan tetapi hal tersebut saya urungkan hingga sekarang. Ada beberapa alasan mengapa saya tak juga membeli kamera tersebut:

1. Repot Tempat dan Berat
Saya bukan tipe orang yang suka bawa banyak barang ketika bepergian, oleh karena itu saya sering berpikir, bagaimana jadinya jika saya harus menenteng kamera kemana-mana? Selain akan memakan banyak tempat di tas, juga akan sangat berat jika saya harus mengalungkannya di lengan atau leher, apalagi saya tergolong manusia dengan body yang tipis. Sedangkan jika menggunakan kamera ponsel, tinggal di selipkan ke saku celana atau pouch kecil. Mudah, kan?

2. Kurang Ringkas
Di era teknologi seperti ini, apalagi dengan pesatnya perkembangan sosial media. Setiap momen yang didapat, tentunya selalu ingin langsung dishare ke sosial media, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Saya berpikir jika menggunakan kamera DSLR atau mirrorless tentunya akan repot jika harus memindahkan foto terlebih dulu ke PC. Beda halnya jika menggunakan kamera ponsel. Sekali ‘klik’, bisa langsung tersebar ke berbagai sosial media.

3. Masih Ada Kamera Ponsel
Saya tipe orang yang lebih mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan. Jika kebutuhan saya untuk berfoto sudah bisa diatasi oleh kamera ponsel, maka keinginan untuk memiliki kamera DSLR bisa saya turunkan menjadi keinginan ke-145.

Apabila dibandingkan dari segi kualitas foto, DSLR memang memiliki kualitas yang lebih tinggi karena memang peruntukannya untuk fotografer profesional. Akan tetapi jika hanya memiliki kamera ponsel, bukan berarti kita tidak bisa mengabadikan foto yang bagus dan kece, karena segalanya tergantung ‘The Man Behind The Gun’, bagaimana kita bisa menggunakan dan memanfaatkan kamera ponsel semaksimal mungkin. Sebenarnya ada beberapa cara agar hasil foto dengan kamera ponsel lebih maksimal:

1. Pencahayaan
Pencahayaan adalah salah satu faktor yang penting ketika mengambil foto dengan kamera ponsel. Pilih tempat dengan intensitas cahaya yang bagus agar hasil foto lebih maksimal. Berbicara tentang pencahayaan, saya sering ingin memotret sebuah produk untuk direview, karena cahaya di dalam rumah kurang memadai. Saya sering memotret di halaman rumah agar mendapat cahaya matahari yang maksimal. 

2. Komposisi Foto
Banyak orang yang sering lupa untuk memperhatikan komposisi foto ketika memotret, saya pun sering kali lupa bahkan cenderung mengabaikan karena tak ingin kehilangan momen penting. Tapi, jika kita memiliki waktu leluasa untuk memotret. Maka komposisi foto perlu diperhatikan. Bagaimana framing foto, angle foto, dan komposisi warna atau obyek dalam foto.

3. Jangan Gunakan Zoom
Seringkali untuk menangkap obyek foto yang jauh, kita sering menggunakan zoom. Padahal penggunaan zoom justru bisa menurunkan resolusi foto. Lebih baik kita mendekati obyek daripada harus menggunakan zoom.

4. Aplikasi Pihak Ketiga
Untuk memperbaharui foto agar terlihat lebih cling dan kekinian, bisa menggunakan aplikasi edit foto pihak ketiga yang banyak tersedia di playstore. Bahkan, jika tidak terlalu suka mendownload aplikasi, fitur edit foto di instagram pun bisa membuat foto lewat kamera ponsel lebih cantik dan ciamik.

Kamera Ponsel Idaman
Jika saya diminta untuk memilih perangkat untuk memotret, apakah kamera DSLR atau kamera ponsel? Maka saya akan memilih kamera ponsel, yang mana tentunya kamera ponsel tersebut harus berkualitas tinggi, seperti kamera ponsel Zenfone 2 Laser ZE550KL. 

Kenapa harus kamera ponsel Zenfone 2 Laser ZE550KL? Jika ditanyakan kenapa, tentunya alasannya sangat banyak karena Zenfone 2 Laser ZE550KL memiliki beragam keunggulan, apalagi bagi orang yang doyan foto menggunakan kamera ponsel. Kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP tentunya bisa menjadi kepuasan tersendiri bagi pecinta kamera ponsel.

Zenfone 2 Laser ZE550KL memiliki Light –Speed Shots with Laser Auto-Focus, yang tentunya sangat bermanfaat untuk menentukan fokus yang tepat ketika memotret. Selain itu, kamera ponsel ini juga mempunyai HDR Up To 400% Contrast and Brightness serta Low Light Up To 400% Light Sensitivity yang bisa bikin foto berbayang dan redup menjadi terang benderang juga foto minim cahaya jadi kinclong. 

Bagi yang suka edit-edit foto, ponsel ini juga memiliki fitur Beautification yang bisa ubah tampilan wajah jadi lebih cantik dan tampan. Pasti mau, dong? Fitur Selfie Panorama juga bisa mendukung pengambilan tampilan foto lebih luas dan lebar sehingga bisa memuat panorama lebih luas ketika berswafoto. Adanya Dual Color Real Tone Flash juga akan membuat kontur obyek foto lebih tegas dan bagus lho. 

Siapa yang tak akan tergiur dengan keunggulan-keunggulan fitur yang terdapat dalam Zenfone 2 Laser ZE550KL ini? Tak perlu lagi pusing dengan pencahayaan untuk dapat cahaya yang tepat, tak perlu bingung dengan komposisi, dan tak perlu juga mengunduh beragam aplikasi edit foto. Tinggal ‘cekrek’, ‘cekrek’, dan ‘cekrek’ dengan Zenfone 2 Laser ZE550KL semuanya bisa teratasi. Untuk lebih jelasnya tentang produk Zenfone 2 Laser ZE550KL, bisa lihat video berikut ini, pasti akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama seperti halnya saya. 

Masih ragu untuk menggunakan kamera ponsel untuk memotret? Tentunya tidak lagi, kan? Yuk, bersama kita raih mimpi dengan Zenfone 2 Laser ZE550KL yang kece badai ini. ^_^ - Richa Miskiyya

'Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com'.
Read More