Satu Hati, Dua Tangan, Sejuta Impian

Sabtu, Mei 20, 2017


Pada 20 Februari 2017 lalu, saya resmi menjadi seorang ibu dari seorang bayi cantik bernama Rayyana Atana Kamila. Tak terhitung seberapa besar kebahagiaan saya, dan sejak itu pula saya berikrar dalam diam bahwa saya akan memberikan segala yang terbaik untuk kebahagiaan buah hati saya. Dan agar bisa merawat dan melihat tumbuh kembang sang buah hati, saya pun memutuskan untuk bekerja secara freelance di rumah sebagai co script writer dan content writer.
Officially Mom :D

Bekerja di rumah memang sudah menjadi pilihan saya, dan bukan berarti tidak banyak yang mencibir, apalagi dengan gelar magister S2 yang saya sandang. Namun, dengan tekad untuk tak meninggalkan buah hati dan merawatnya sendiri tanpa pengasuh maka saya memilih tetap bekerja sebagai freelancer di rumah. Saya tanamkan dalam hati, bahwa dimanapun saya bekerja, saya yakin ilmu yang saya dapat tak akan sia-sia.

Dulu, saat masih mengandung, dalam imajinasi saya merawat seorang bayi itu mudah, apalagi jika melihat foto-foto bayi di instagram yang lucu-lucu, namun ternyata di balik foto lucu seorang bayi ternyata ada perjuangan ibu yang harus begadang hingga pagi, siap siaga ketika bayi minta ASI, gerak cepat mengganti popok ketika bayi mengompol, dan hal-hal lainnya yang hanya ibu-ibu yang dapat merasakannya.

Sebagai istri serta sebagai ibu muda yang kemudian merangkap profesi sebagai co script writer dan content writer yang tidak memiliki asisten rumah tangga tentunya butuh perjuangan. Saya harus benar-benar bisa membagi waktu saya dengan baik. Saya harus benar-benar bisa gerak cepat, mandi kilat, agar segala kebutuhan rumah tangga, kebutuhan bayi, dan pekerjaan saya tidak terbengkalai. Bahkan, tak jarang saya harus bisa bergerak multitasking, dimana saya harus bisa menggendong bayi sambil mengetik script sinetron yang sedang kejar tayang, menggendong sambil makan, menggendong sambil menyapu, agar semua kewajiban saya dapat saya lakukan dengan baik. Apalagi saya pun masih menyusui bayi saya secara eksklusif, jadi semuanya harus benar-benar saya lakukan secara cermat dan tepat, agar buah hati mendapatkan haknya tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan saya..

Dan sebagai seorang ibu rumah tangga yang merangkap beberapa profesi lain yang menuntut tanggung jawab yang tinggi, khususnya pada deadline. Hal-hal berikut ini sering saya lakukan agar semua pekerjaan bisa saya lakukan dengan sebaik-baiknya, baik itu sebagai istri, sebagai ibu, juga sebagai co script writer dan content writer:

1. Multitasking

Hugs you everytime


Menjadi seorang perempuan yang harus melakukan beragam hal setiap hari, 24 jam rasanya tidaklah cukup. Apalagi saya hanya punya dua tangan dan tak jarang beberapa pekerjaan harus selesai di waktu bersamaan. Oleh karena itu, sebisa mungkin harus bisa multitasking ketika melakukan pekerjaan. Apabila anak minta ASI sedangkan saya juga belum makan, maka saya akan menyusui anak saya sambil makan, atau menyapu sambil menimang, dan tak jarak pula saya mengetik sambil menggendong buah hati. Kenapa hal itu saya lakukan? Karena bagi saya, anak adalah yang utama, apapun pekerjaan lain yang sedang saya lakukan, dan anak membutuhkan saya, jika memungkinkan, saya akan memeluknya sambil melakukan pekerjaan lainnya. Anak saya mendapatkan pelukan dan Aliran Sayang Ibu dalam ASI yan menjadi haknya, serta pekerjaan lainnya yang menjadi kewajiban saya juga tidak terbengkalai. Anak disayangi, rumah rapi dan deadline pun bisa ditepati.     

2. Jika Ada Waktu Luang, Tidur!
Ada yang pernah bilang pada saya, “Jadi ibu itu tahu lamanya waktu siang, dan lamanya waktu malam”. Hal ini memang benar-benar adanya. Sebagai ibu, saya harus siap begadang dan tidur hanya dua jam dalam sehari. Apalagi jika buah hati sedang tak enak badan, maka siap-siap saja tidak tidur seharian. Apalagi jika anak sedan rewel, maka bisa menidurkan bayi menjadi sebuah keberhasilan yang lebih membahagiakan daripada lulus kuliah dengan predikat cumlaude.
Ditambah lagi jika skenario sinetron sedang kejar tayang, artikel untuk content writer juga memasuki masa-masa deadline. Maka, ‘tidur’ memang menjadi sebuah anugerah. Oleh karena itu, saya seringkali mencuri-curi waktu untuk tidur. Jika anak tidur, saya pun ikut tidur, atau di tengah-tengah menyelesaikan pekerjaan, saya curi waktu untuk tidur sekadar 5 menit atau 10 menit (dengan alarm yang menyala) agar tidak kebablasan. Pokoknya, jika ada waktu luang, maka tidur harus diutamakan.

3. Makan Makanan Bergizi
Dalam pikiran saya, menjadi seorang ibu itu ‘Dilarang Sakit’, kalaupun sakit, sebisa mungkin jangan lama-lama. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya harus bisa menjaga stamina dengan selalu makan makanan yang bergizi, apalagi saya sedang dalam masa menyusui yang tentunya butuh asupan makanan dan gizi yang lebih banyak.
Saat menjalani bulan pertama menjadi ibu, saya sempat dilanda kecemasan karena ASI saya hanya sedikit sehingga menyebabkan pertambahan berat badan buah hati saya pun naiknya tidak banyak. Beragam saran dari sahabat, teman, saudara untuk makan ini dan itu, minum ini dan itu saya lakukan. Ini tentunya saya lakukan agar saya bisa memberikan ASI sebagai Aliran Sayang Ibu bagi buah hati saya. Saya yang dulu tidak suka sayur, mau tidak mau harus makan sayur, agar stamina tubuh saya terjaga, dan anak saya pun sehat dan tidak kekurangan gizi. 

4. Menjaga Hati
Sebagai wanita biasa, saya pun seringkali baper. Lihat sesuatu yang menjengkelkan, baper trus sakit hati. Lihat orang lain punya sesuatu yang nggak saya punya, iri trus baper. Padahal, baper ini sangatlah menghambat pekerjaan dan bikin hidup jadi lelah. Oleh sebab itu sebisa mungkin saya harus menjaga hati, agar tidak gampang baper, tidak gampang jengkel, serta agar tidak mudah dilanda penyakit hati seperti iri dan dengki.

Selain menjaga hati dalam arti menjaga kalbu jiwa. Saya pun juga harus bisa menjaga hati (liver), salah satu organ penting dalam tubuh saya. Hati (liver) berperan penting dalam produksi protein, albumin, serta pembersihan darah. Sehingga kesehatan hati juga menentukan kesehatan tubuh pada umumnya. Untuk menjaga kesehatan hati ini, saudara saya pernah menyarankan untuk mengkonsumsi air perasan temulawak, namun karena aktifitas saya yang banyak dan tidak memungkinkan jika harus memarut temulawak, maka saya pun mencari minuman sari temulawak yang mudah disajikan sehingga tidak membutuhkan waktu lama, dan akhirnya saya menemukan serbuk minuman Herbadrink Sari Temulawak dari Konimex yang rutin saya konsumsi setiap harinya. 

Mengenal Lebih Dekat ‘Herbadrink Sari Temulawak dari Konimex’

Herbadrink Sari Temulawak - Konimex
Menemukan serbuk minuman ‘Herbadrink Sari Temulawak' dari Konimex menjadi salah satu hal yang membahagiakan bagi saya. Pasalnya, saya tidak perlu repot ketika ingin minum sari temulawak. Selain itu minuman ini juga bisa disajikan tak hanya dalam kondisi hangat tapi juga dalam kondisi dingin dengan es batu yang tentunya sangat menyegarkan ketika diminum.

Herbadrink Sari Temulawak merupakan minuman tradisional yang diracik berdasarkan resep tradisional Indonesia serta diproses dengan teknologi yang modern. Herbadrink Sari Temulawak diolah dari bahan-bahan alam pilihan, yaitu Ekstrak Curcuma Xanthorrizha Rhizoma 2,2 gram yang setara dengan 800 mg Rimpang segar Temulawak yang dipadukan dengan gula serta bahan alami lainnya. 

Herbadrink Sari Temulawak ini berkhasiat untuk membantu memelihara kesehatan hati, menurunkan lemak darah, mengurangi radang sendi, dan membantu menjaga fungsi lambung serta menambah nafsu makan. Dan yang lebih penting lagi, Herbadrink Sari Temulawak ini juga berkhasiat untuk melancarkan ASI sehingga bisa meningkatkan produksi ASI, cocok untuk saya yang masih menyusui buah hati secara eksklusif.

Saya memang seorang ibu rumah tangga biasa, namun saya mempunyai sejuta impian yang harus saya wujudkan bersama keluarga tercinta, maka dari itu selain harus bekerja keras dengan dua tangan saya, saya juga harus menjaga kesehatan satu-satunya hati yang saya miliki dengan mengkonsumsi Herbadrink Sari Temulawak dari Konimex. Karena jika bukan diri kita sendiri yang menjaganya, lalu siapa lagi? (Richa Miskiyya) (Facebook : Richa Miskiyya, IG : @richamiskiyya)

Read More

Sukses Berbisnis Dengan Kartu Kredit Yang Tepat

Minggu, Januari 01, 2017


Memilih Kartu Kredit yang Tepat


Apabila Anda ingin memulai bisnis, tahukah Anda kartu kredit dapat menjadi pendamping yang sangat berguna dalam menjalankan bisnis? Kita semua tahu apa itu kartu kredit dan bagaimana cara kerjanya. Dengan menggesekan kartu kredit Anda dapat membayar secara kredit hingga tanggal jatuh tempo tagihan kartu kredit. Ketika Anda tidak membayar tagihan maka bunga akan dikenakan dan jika membayar lunas maka tidak ada bunga. Akan Tetapi, bagaimanakah cara kartu kredit bisnis dapat membantu kehidupan berbisnis Anda? 

Sebuah kartu kredit bisnis dapat menjadi salah satu cara terpraktis untuk mengakses kredit jangka pendek dan dapat meningkatkan kemampuan berbelanja dari perusahaan Anda. Akan tetapi, sama seperti dengan sumber kredit lainnya, kartu kredit memiliki biaya dan harus digunakan dengan bijak. Marilah kita lihat apakah sebenarnya kartu kredit bisnis tersebut dan keuntungannya sebagai alat finansial perusahaan.

Apakah Kartu Kredit Bisnis?
Kartu kredit bisnis memberikan pengusaha akses mudah ke dana kredit dengan limit tertentu untuk melakukan transaksi. Sama halnya dengan kartu kredit perorangan, sebuah kartu kredit bisnis memiliki iuran tahunan dan suku bunga standard. Kartu kredit bisnis pun memiliki cara kerja yang tidak berbeda dengan kartu kredit lainnya. Perbedaan utamanya akan terletak pada jumlah limit dan fitur serta status kartu lebih diperuntukan untuk kepentingan berbisnis. Anda dapat mendapatkan kartu kredit bisnis melalui aplikasi kartu kredit online melalui website seperti AturDuit.com.

Perbedaan Kartu Kredit Bisnis Dengan Pinjaman Bisnis
Kartu kredit bisnis selalu dipasarkan sebagai salah satu pengganti dari pinjaman untuk berbisnis. Namun ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan antara kedua produk ini.
Perbedaan yang paling jelas yaitu kartu kredit memberikan kredit dengan fleksibel, sedangkan untuk pinjaman lebih bersifat tetap. Dengan kata lain, Anda dapat meminjam mencapai batas kredit limit dengan kartu kredit dan melunasinya di tanggal jatuh tempo, kemudian Anda dapat meminjam lagi. Sedangkan pinjaman, setelah mendapatkan kredit maka Anda hanya dapat mengajukan aplikasi berikutnya apabila pinjaman pertama lunas.

Perbedaan berikutnya terletak pada bunga dan jumlah pinjaman. Pinjaman bisnis umumnya memiliki jumlah pinjaman jauh lebih besar dibanding kartu kredit dan bunga yang bersifat tetap. Jadi Anda dapat menggunakan pinjaman untuk membeli peralatan perusahaan, dimana biasanya akan bersifat jangka panjang.

Keuntungan Dari Kartu Kredit Bisnis
Ada beberapa keuntungan yang dapat dipertimbangkan untuk pengusaha mengajukan kartu kredit bisnis. Diantaranya adalah:
1.      Kualifikasi yang mudah
Bagi perusahaan baru yang tidak memiliki catatan kredit di BI checking, mendapatkan pinjaman bisnis mungkin akan lebih sulit ketimbang mengajukan kartu kredit bisnis sebagai sarana kredit.

2.      Praktis
Kartu kredit merupakan salah satu alat transaksi terpraktis. Pengusaha tidak perlu mengambil uang jumlah besar di ATM untuk bertransaksi dan tanpa memerlukan menulis cek.

3.      Dana Cadangan
Dengan kartu kredit, pengusaha dapat memiliki dana cadangan ketika piutang dagang belum diperoleh ataupun ketika penjualan rendah sehingga bisnis tidak memiliki cash.

4.      Kemudahan Transaksi Online
Meningkatnya pengusaha melakukan transaksi online atau memiliki bisnis online dengan supplier, membuat kartu kredit sebagai saran termudah untuk melakukan transaksi online.

5.      Membantu Pembukuan Usaha
Selain mendapatkan laporan bulanan, sebagian besar kartu kredit bisnis memberikan pengusaha akses untuk mengecek rekening mereka secara online. Sehingga di akhir tahun, ringkasan rekening dapat membantu pada pembukuan pengusaha dalam hal pengeluaran. Dan ini dapat juga sebagai salah satu alat bermanfaat dalam pemeriksaan dan memonitor pengeluaran karyawan.

6.      Reward dan Fitur
Banyak kartu kredit bisnis menawarkan berbagai program reward dan fitur menarik seperti diskon, Mielage untuk penerbangan dan banyak lagi. Beberapa kartu juga dapat membuat Anda berhemat dengan cash back yang mereka miliki. Salah satu contoh kartu kredit bisnis yang dapat Anda dapatkan adalah kartu kredit BCA.

7.      Membuat Catatan Kredit
Dengan menggunakan kartu kredit bisnis secara penuh tanggung jawab - seperti membayar tagihan tepat waktu, membayar sesuai total tagihan dan tidak menggesek lebih dari limit kredit – dapat membantu membuat catatan kredit yang positif di BI checking untuk bisnis Anda. Yang dimana di kemudian hari dapat memudahkan Anda sebagai pemilik usaha untuk mendapatkan pinjaman bisnis dengan suku bunga lebih rendah.

Jadi kartu kredit bisnis adalah salah satu pilihan yang dapat dikonsider untuk membiayai usaha Anda. Pastikan Anda memahami cara penggunaan, biaya, dan keuntungan dari masing-masing kartu kredit bisnis sebelum mengajukannya. Dan selalu memonitor penggunaan kartu kredit tersebut.
Read More