Be Mine : Tiga Kisah, Dua Hati, Satu Cinta

Rabu, April 30, 2014



Judul Buku                              : Be Mine
Penulis                                     : Sienta Sasika Novel, Monica Anggen, Kezia Evi Wiadji
Penerbit                                   : Cakrawala – Media Pressindo Group
Penyunting                              : Fatimah Azzahrah
Desain Sampul                        : Mahar Mega
Penata Letak                           : Dini
Pemeriksa Aksara                    : Tika Yuitaningrum
Tahun Terbit                           : Cetakan I, 2014
Tebal                                       : 234 halaman
ISBN                                       : 978-979-383-234-0
Harga                                      : Rp 39.500,-

Cover Novela Be Mine


Blurb :
            Siapa bilang cinta tidak melihat usahamu?  Ia tahu kamu berada dalam usaha penaklukan, mengerti bahwa kamu tidak ingin menjadi penghuni abadi dalam dongeng. Ia juga siap memberikan kesempatan kepadamu berkali-kali, bahkan rela menjadi tempat berpulangmu paling manis.
            Dan siapa bilang cinta tidak butuh diungkapkan? Tiga novela ini mencoba menuturkan rahasianya...
***
“Kisah manis yang lain dari Sienta, membuatmu tersenyum-senyum sendiri saat membayangkannya, Very sweet!”
Irena Widelia (penulis Suddenly in Love dan Loving You)

“Nggak bisa pause saat membaca Tink for Peter (Pan). Selain karena perilaku Tink yang lucu, aku juga penasaran banget sama si Tink, apakah dia jadian sama Bram atau Peter? Tidak ada clue yang bisa membuatku menebak. Aku suka ending –nya yang manis, yang melibatkan nostalgia masa kanak-kanak.”
Dian Kristiani (penulis LUPITA, Lu Pikir Gua Pengemis Cinta)

“Kali ini Kezia Evi Wiadji kembali menyajikan kisah yang menyentuh hati dan menginspirasi. Cerita tentang keberanian untuk melangkah kembali dan menutup kenangan masa lalu. Lantunan manis tentang cinta kedua, kesempatan kedua, dan betapa setiap hati merindukan tempat berlabuh yang bisa disebut dengan kata ‘pulang’. Well written, sweet simple love story, Evil just love it.”
Rina Suryakusuma (penulis Lullaby dan Just Another Birthday). 

Sinopsis :
In Love With You - (Sienta Sasika Novel)
            Sienta adalah siswi yang jago gambar akan tetapi memiliki nilai akademis di urutan buntut, ia berada di urutan 200-an dari 250 siswa. Sienta yang lemah di bidang akademis menyukai cowok pintar dan populer di sekolah bernama Bintang, dan Sienta harus bersaing dengan banyak cewek lain di sekolah, salah satunya adalah Kinan, cewek cantik, populer, dan pintar yang selalu berada di sebelah Bintang.
            Suatu hari, Sienta ingin mengungkapkan cintanya pada Bintang dengan memberikan hadiah cokelat untuk Bintang. Akan tetapi Bintang menolak pemberian Sienta, bahkan tak hanya menolak saja tetapi Bintang juga mengatakan jika ia tak menyukai cewek o’on seperti Sienta.
            Hati Sienta pun panas mendengar ucapan Bintang. Sienta yang tak terima akan membuktikan pada Bintang jika ia bisa sebanding dengan sosok Kinan yang pintar. Bintang akhirnya menantang Sienta jika ia bisa masuk ke peringkat 50, maka ia akan menerima cokelat pemberian Sienta. Sienta pun akhirnya harus pontang-panting belajar demi membuktikan ucapannya pada Bintang. 

Tink for Peter (Pan) – Monica Anggen
            Peter, mahasiswa Fakultas Teknik semester awal memiliki kegemaran membaca buku cerita Peter Pan. Hingga buku cerita itu lusuh dan lecek, Peter tetap membacanya dan membawanya kemanapun ia pergi. Hal ini selalu menjadi bahan olok-olok oleh Bram, sahabat Peter di kampus dan klub basket.
            Karena terlalu sering membaca cerita Peter Pan, Peter percaya jika suatu hari ia akan bertemu dengan sosok cewek seperti Tinkerbell, kecil, imut, dan lucu. Akan tetapi dalam kesehariannya ia justru dikejar-kejar sosok Windry yang tak ia sukai, menurutnya Windry seperti sosok Wendy yang membuat Peter dan Tinkerbell menjauh.
            Suatu hari, Peter berkenalan dengan sahabat Bram bernama Tineke. Awalnya Peter merasa jika Tineke adalah sosok yang selalu mengacaukan hidupnya, akan tetapi lama-lama ia merasa bahwa ia jatuh cinta pada Tineke. Di satu sisi Peter merasakan kenyamanan ketika ia berada di dekat Tineke, akan tetapi di sisi lain ia merasa jika Tineke bukanlah seperti sosok Tink yang dibayangkannya karena Tineke memiliki tubuh yang gendut dan tukang makan, ditambah lagi Peter tak mungkin mengkhianati Bram yang juga jatuh cinta pada Tineke. 

Second Love – (Kezia Evi Wiadji)
            Tiara, seorang ibu single parent dari anak bernama Mia berusia 5 tahun. Ia didera dilema tatkala ia bertemu dengan Jimmy, ayah dari Leon, sahabat anaknya sekaligus tetangganya. Di satu sisi ia ingin setia dengan suaminya yang telah meninggal, akan tetapi di sisi lain ia pun tak bisa memungkiri jika hatinya juga terpikat pada sosok Jimmy yang juga seorang duda.
            Jimmy berusaha mendekati Tiara dengan alasan mengajak jalan-jalan Leon dan Mia, akan tetapi Jimmy pun merasa cemburu tatkala Tiara masih terus mengenakan cincin pernikahannya terdahulu serta memasang foto-fotonya dengan suaminya. Meski begitu Jimmy tak pantang menyerah meskipun hati Tiara masih tak bisa berpaling dari suaminya yang meninggal tepat di hari valentine tiga tahun sebelumnya. 

Kelebihan :
Ide Cerita
Be Mine berisi 3 (tiga novela) yang memiliki pertautan atau benang merah tentang cinta serta bagaimana perjuangan untuk mendapatkannya. Tiga novela dalam buku ini bisa dikatakan unik karena mengambil plot cerita dari tiga generasi kehidupan yang berbeda. Kehidupan cinta anak SMA, kehidupan cinta mahasiswa, serta kehidupan cinta dalam rumah tangga.
Tiga novela ini seperti memberikan porsi masing-masing untuk setiap kehidupan pembacanya yang tentunya berbeda-beda pula, para penulis pun seperti ingin mengisyaratkan bahwa di dunia ini banyak sekali kisah cinta yang terjadi, dan setiap kisahnya memiliki keunikan serta perjuangan yang berbeda, akan tetapi kekuatannya adalah satu, cinta. 

Alur Cerita
Novela yang ditulis oleh Sienta Sasika Novel, Monica Anggen, dan Kezia Evi Wiadji memiliki beragam masalah yang berbeda. Sienta Sasika Novel, Monica Anggen dan Kezia memiliki persamaan dalam menulis alur cerita yaitu dengan kisah beralur maju mundur, meski begitu tak membingungkan pembacanya.
Meskipun setiap novela memiliki ending yang mudah ditebak – tokoh A akan mendapatkan tokoh B, akan tetapi untuk menuju ending tersebut, pembaca diajak untuk menikmati perjalanan yang menyenangkan, ada tawa, geregetan dan tentu saja belajar tentang makna perjuangan cinta. 

Penokohan
Penokohan dalam setiap novela ini cukup kuat, kelebihannya di setiap novel tak ada tokoh yang memiliki karakter yang serupa.
In Love With You tokohnya cowok pintar dan cewek bodoh serta ceroboh, Tink for Peter (Pan) mengambil tokoh yang unik karena diadaptasi dari cerita anak Peter Pan namun dengan pengembangan yang tidak terpikirkan sebelumnya, dan untuk Second Love menggunakan penokohan cowok dan cewek yang berstastus single parent.
Meski dalam In Love With You, penulisnya tampil narsis dengan menampilkan namanya sebagai tokoh utama, hehe, akan tetapi penokohan yang berbeda di setiap novela membuat pembaca tak jenuh untuk menyelesaikan tiga novela dengan sensasi cerita cinta yang berbeda-beda. 

Bahasa
Bahasa tiga novela ini ringan serta mudah dipahami. Dalam In Love With You misalnya, novela yang meremaja, bahkan di beberapa bagian saya bisa tertawa ketika membacanya, misalnya :
“Kan kalian satu sekolah, jadi bisa diskusi. Pasti juga lebih kompak dan klop,” lanjut Mama.
Kompak? Main bakiak kali mesti kompak! Omel Sienta dalam hati. (hal 49-50).
Di dalam tiga novela ini juga tersebar beberapa quote, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
“Selama ini ia hanya mengetahui hitam dan putih. Sekarang ia bisa mengenali warna lain yang ia bisa goreskan dalam hidupnya, warna ... kegembiraan.” (hal 53) – In Love With You.
“Mencintai seseorang adalah menerima orang itu tanpa syarat, tanpa menuntut, tanpa niatan untuk mengubah orang itu sesuai dengan kemauan kita.” (hal 159) – Tink for Peter (Pan).
“Bahagia karena sudut kosong di hatiku kini terisi. Bahagia karena setiap detik, ada seseorang yang bisa aku bayangkan dengan jelas sosoknya. Bahagia karena di setiap tarikan napasku, aku tahu seseorang mencintaiku. Bahagia ketika mengetahui ada seseorang yang selalu siap menyediakan bahunya untukku bersandar dan menangis. Bahagia karena aku dilindungi. Bahagia karena hari-hariku kini terlihat lebih berwarna dan ceria.” (hal. 209) – Second Love. 

Point of View :
Dalam ‘In Love With You’ dan ‘Tink for Peter (Pan)’, penulis menggunakan sudut pandang ketiga akan tetapi penulis mampu melakonkan setiap tokoh dalam cerita dengan baik.
Berbeda dengan dua novel sebelumnya, novela ‘Second Love’ menggunakan Point of View ganda, yaitu dari sudut pandang Tiara dan Jimmy. Novela ketiga yang menggunakan POV berbeda, membuat pembaca tidak jenuh atau bisa dibilang mendapatkan penyegaran baru ketika membaca novela ketiga.  

Minim Typo
Buku ‘Be Mine’ ini termasuk hampir bersih dari typo. Kenapa saya katakan hampir bersih? Karena dari 231 halaman yang saya baca, saya hanya menemukan 1 (satu) typo saja yaitu :
Sekarung berat : Sekarung beras (hal.111) – Tink for Peter (Pan).
Minimnya typo ini bisa dikatakan sebagai prestasi tersendiri, selain karena tidak mengganggu pembaca menikmati novel ini, juga menunjukkan jika penyuntingan dan proses proofreader buku ini dilakukan secara detail dan tidak asal-asalan.

Pesan dan Kritik Sosial :
Novela ini tak lepas dari keberadaan kritik sosial di dalamnya, seperti yang tersurat dalam beberapa kalimat berikut ini :
“Di  Indonesia ia merasa bakat gambarnya tak dihargai. Tapi apa sih di Indonesia yang dihargai? Para peneliti memilh lari ke luar negeri. Para ekonom juga kabur ke luar negeri. Yang pada ngendon di sini cuma orang-orang yang kerjanya korupsi berjamaah.” (hal.44) – In Love With You.
Kalimat di atas menjadi sebuah kritik sosial tentang kondisi Indonesia saat ini yang mana kurang adanya penghargaan terhadap kemampuan anak bangsa. Hingga akhirnya negara Indonesia banyak diisi oleh orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi dan golongannya saja sehingga Indonesia menjadi negara yang tidak bisa mandiri serta timbul banyak korupsi di negeri ini.

Tiga Cerita, Dua Hati, Satu Cinta
Novela ini memiliki konsep yang unik, karena berisi tiga macam cerita, yang mana di dalamnya berisi lika-liku cinta antara dua hati, akan tetapi tiga novela tersebut memiliki satu kesatuan benang merah, yaitu ‘Cinta’.
Tiga novela dalam buku ‘Be Mine’ ini mencoba memotret tiga lika-liku cinta dari tiga dunia yang berbeda, yaitu dunia anak SMA, Mahasiswa, dan Young Adult. Akan tetapi tiga-tiganya bersatu dan berjalan beriringan hingga terdapat pesan yang sama yaitu ‘Cinta harus diperjuangkan dan diungkapkan’. 

Kekurangan :
Cover :
Kover novel ini memang menunjukkan jika isi buku ini tentang cinta. Akan tetapi desain kovernya terlalu ramai dan (maaf) agak norak karena terlalu banyak gambar hati yang ada. Bahkan jika saya hitung ada 53 (lima puluh tiga) gambar hati utuh dalam berbagai ukuran yang ada di kover depan dan kover belakang.
Bukankah terlalu berlebihan jika ada 53 gambar hati yang ada di kover buku ‘Be Mine’, dan sesuatu yang berlebihan tentunya tidaklah baik :).

Lembaran Lengket :
Saya tipe orang yang tidak terlalu senang jika buku milik saya rusak atau sobek. Akan tetapi ini saya dapati di beberapa halaman awal buku ‘Be Mine’ yang lengket (atau belum terpotong rapi) hingga terpaksa saya harus memotongnya sendiri dengan cutter, hingga hasilnya pun tak bisa begitu rapi. Meskipun ini adalah kesalahan teknis, tapi alangkah baiknya jika kesalahan ini bisa diminimalisir oleh penerbit.

Ala Sinetron:
Meskipun penulis dapat meramu kisah yang klise menjadi manis, akan tetapi masih banyak adegan dalam buku ‘Be Mine’ ini yang terlalu sinetronis dan terkesan dipaksakan. 

In Love With You
Dalam novela ini ada beberapa adegan yang terlalu klise, seperti Sienta, tokoh cewek ceroboh dan bodoh jatuh cinta dengan Bintang, tokoh cowok yang pintar dan populer, kemudian tokoh cowok yang tiba-tiba jadi tetangga si cewek. Persaingan antara Sienta dan Kania juga ketika tokoh Kania menabrak Sienta hingga buku-bukunya jatuh berantakan. 

Tink for Peter (Pan)
Novela ini juga banyak adegan yang dipaksakan, seperti klub basket yang masih diikuti oleh mahasiswa, adegan ketika Tineke terlempar bola. Kemudian adegan ketika Tineke dan Naya masuk ke kelas perkuliahan Bram dan Peter saat ada dosen sedang mengajar, hal ini sangat dipaksakan. Juga tentang acara valentine di kampus, lebih baik jika yang mengadakan malam valentine bukan kampus melainkan salah satu cafe, hal itu akan terlihat lebih bagus.
Ada yang janggal pula ketika Bram yang notabennya sahabat Tineke sejak SMA tidak mengetahui jika Tineke juga menyukai cerita Peter Pan, padahal mereka sangat akrab dan dekat.   
Kemudian adegan ketika Tineke disiram air dalam ember oleh teman-teman yang tidak suka padanya. Duh, sepertinya untuk kehidupan kampus seperti itu hanya ada di sinetron, tidak untuk di dunia nyata. Seharusnya penulis menulis adegan lain yang bisa dibuat lebih baik untuk menggambarkan Tineke cewek yang kuat di depan Peter tanpa harus ada adegan siram-menyiram air dalam ember.  

Second Love
Kebetulan ala sinetron juga terjadi saat pertemuan Tiara dan Jimmy di restoran Pizza, juga ketika Jimmy mendapatkan pekerjaan di Jakarta.
Bagi saya, diantara tiga novela Second Love memiliki paling sedikit kebetulan yang terjadi layaknya sinetron.   
Ide Cerita :
Ide besar masing-masing novela sebelumnya memang sudah banyak diangkat baik dalam buku fiksi atau dalam film seperti tema besar In Love With You yang mana cewek bodoh dan ceroboh jatuh cinta pada cowok pintar, ini mengingatkan saya dengan serial drama Korea ‘Who Came From The Star aka My Love From Another Star yang secara garis besar tokohnya juga memiliki karakter yang hampir serupa. 

Drama Korea - My Love From Another Star


Ide cerita tentang cinta segitiga seperti dalam Tink for Peter (Pan) juga seringkali diangkat oleh banyak penulis maupun sineas film. Begitu juga dengan kisah Second Love yang mengangkat kisah cinta antara dua orang single parent.
Meskipun berawal dari ide cerita yang klise, akan tetapi para penulis berhasil menciptakan alur yang menarik dan mampu membawa pembacanya untuk menikmati masing-masing kisah cinta hingga halaman terakhir. 

Be Mine On Top

Be Mine On The Wall
Be Mine, Please ....


            Terlepas dari semua kekurangan yang ada, buku ‘Be Mine’ yang berisi tiga novela ini mampu menghibur dan membuat pembaca lebih memahami tentang cinta dan perjuangan untuk meraihnya. Buku ini layak dikoleksi dan bisa menjadi teman minum teh yang asyik di sore hari sambil menikmati senja yang romantis. ^_^. (Richa Miskiyya)  
Read More

Love Puzzle : Merangkai Kepingan Cinta, Mimpi, dan Kenangan

Jumat, Februari 28, 2014



Judul Buku                              : Love Puzzle
Penulis                                     : Eva Sri Rahayu
Penerbit                                   : teen@noura
Penyunting                              : Ifnur Hikmah
Penyelaras Aksara                  : Novia Fajriani, Lian Kagura
Penata Aksara                         : Nurul & Anisa
Perancang Sampul                   : Fahmi Ilmansyah
Tahun Terbit                           : Cetakan I, November 2013
Tebal                                       : 286 halaman
ISBN                                       : 978-602-1606-04-9
Harga                                      : Rp 49.000,-

Blurb :
Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya.
            “Raja?” sapa Rasi.
            “Sori?” Kening cowok itu berkerut.
            “Kamu Raja, kan?” tanya Rasi lagi
            “Hmm, enggak usah sok kenal, deh,” balas Raja dingin.
Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Enggak usah nyebelin gitu, deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang, biasa aja, deh.”
Raja merespons perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Denger ya, aku enggak kenal kamu!” geram Raja penuh penekanan.
Sejak ketemu cowok itu, Rasi merasa level hatinya naik turun seperti roller coaster : kadang berbunga, kadang kesal setengah mati. Sama seperti sikap Raja yang jago sulap : kadang baik, kadang nyebelin. Ada ya orang yang seperti itu? Rasi hanya belum tahu kalau di balik semua kejadian ada misteri tersimpan. Dan takdir menuntun Rasi masuk ke labirin yang entah ke mana berujung ....

Sinopsis :
            Rasi Amanda, fotografer di klub mading sekolahnya tidak sengaja menemukan tempat yang indah untuk memotret yang kemudian menjadi tempat favoritnya, di atap BIM (Bandung Indah Mall) saat senja adalah tempat favoritnya untuk mengambil foto dengan kamera DSLR nya. Di tempat itu pula Rasi bertemu dengan Raja, seorang cowok yang juga suka menyendiri di sana dan memiliki kesukaan terhadap dunia sulap.
            Rasi mudah akrab dengan Raja karena ia tipe cowok yang ramah dan menyenangkan. Namun, di pertemuan keduanya dengan sosok Raja di stadion Basket tempat Reta, sahabatnya latihan. Raja berubah 180 derajat, ia ketus, dan bahkan tidak mengenali Rasi.
            Suatu hari saat berangkat sekolah, ia bertemu dengan seorang gadis berwajah indo jepang yang tersesat bernama Ayara Tristan. Ayara bahagia karena Rasi mau menolongnya, Ayara yang terlihat rapuh dan seringkali dibully kemudian menganggap Rasi adalah sahabat terbaiknya, dan Ayara berharap Rasi mau selalu ada di dekatnya dan tak mengkhianatinya.
            Rasi dikejutkan lagi saat mengetahui Raja bertengkar dengan Ayara di stadion basket. Rasi seperti melihat jika Raja memiliki seribu kepribadian. Sedetik baik, lembut, sedetik kemudian berubah ketus dan tak acuh, kemudian berubah lagi menjadi sosok cowok yang murah senyum.
            Berkali-kali pertemuan Rasi dan Raja yang tak disengaja, membuat degup jantung Rasi berloncatan tak karuan. Namun, Rasi juga bingung dengan perasaannya, kadangkala saat berada di dekat Raja ia merasakan hatinya bergetar, namun di lain waktu, kedekatannya dengan Raja terasa biasa saja serupa kedekatan layaknya sahabat. Rasi semakin bingung ketika Raja memintanya untuk membaca sebuah komik berjudul ‘Rescue Me’ yang mana Rasi akan menemukan pesan di dalamnya.
            Rasi kemudian mengetahui jika Ayara mencintai Raja, dan Rasi yang juga mulai merasakan rasa cinta pada Raja menjadi bimbang. Di satu sisi ia tak ingin mengkhianati Ayara yang begitu mencintai Raja, tapi di sisi lain ia tak bisa membohongi perasaannya pada Raja.
            Namun, makin lama dekat dengan Raja, Rasi seperti merasakan ada yang janggal. Ia merasa seperti berkenalan dengan dua orang Raja yang berbeda, tetapi Rasi juga bingung karena obrolannya nyambung antara satu sama lain. Hingga kemudian ia menemukan bukti jika memang ada dua orang Raja. 
            Dua orang Raja ini seperti menyimpan misterinya masing-masing, dan takdir membawa Rasi masuk ke dalam lingkaran misteri Raja dan ada Ayara juga di dalamnya. Rasi ingin keluar dari lingkaran itu, namun ia tak bisa keluar sendirian, ia harus keluar dari misteri itu bersama Raja dan Ayara. Mampukah Rasi melakukannya? Dan bagaimana caranya ia keluar dari lingkaran misteri itu? 

Kelebihan :
Ide Cerita
Love Puzzle bercerita tentang kehidupan anak kembar dengan konflik yang memang banyak dihadapi oleh saudara kembar. Memang sebelum novel ini, banyak sekali novel atau film yang bercerita tentang anak kembar. Namun novel ini terasa istimewa karena penulisnya, Eva Sri Rahayu, juga memiliki saudara kembar. Sehingga semua keadaan anak kembar bisa diceritakan oleh Eva dengan apik karena ia mengalami sendiri bagaimana kehidupan seorang anak kembar.  

Alur Cerita
Novel yang ditulis oleh Eva Sri Rahayu ini adalah novel remaja yang memang meremaja, ceritanya berkisar masalah remaja, namun tak melulu tentang cinta. Ada beragam masalah yang disajikan dalam novel ini. Dan yang menjadi kelebihan, konflik-konflik dalam novel ini padat dan runtut. Alur cerita dalam novel ini maju mundur, namun tak membingungkan pembacanya karena disajikan dengan masing-masing petunjuk di setiap halamannya. 
Sepanjang novel, pembaca akan diajak untuk diajak menebak-nebak, rangkaian kepingan-kepingan puzzle di setiap halaman dan babnya. Namun, tak jarang penulisnya mengecoh pembaca, apa yang dipikirkan, berbeda dengan apa yang ada kemudian. Membaca novel ini seperti menonton film-film drama Korea, meski akhir alur bisa ditebak, akan tetapi untuk menebak ending cerita ada banyak liku-liku dan rahasia yang harus dijawab. Mengasyikkan. 

Penokohan
Penokohan dalam novel ini juga kuat dan hidup, masing-masing tokoh memiliki ciri masing-masing sehingga pembaca seolah diajak berkenalan secara nyata dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Tokoh Raja, Rasi, dan Ayara dilakonkan dengan sangat hidup.

Bahasa
Bahasa novel ini sangat remaja, ringan dan mudah dipahami. Bahkan saya bisa menyelesaikan novel ini dalam satu waktu, saya cukup 4 jam untuk selesaikan novel ini. Meskipun begitu banyak pembelajaran yang bisa diambil dalam novel ini, seperti quote-quote yang banyak ada di novel ini, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
“Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam kenangan” (hal 68).
“Apa yang terlihat bisa menipu, tapi hati selalu tahu kebenarannya. Selalu dengarkan kata hatimu” (hal 96).
“Cinta dilahirkan, buka diciptakan. Cinta bukan ‘tidak harus memiliki’ tetapi memang ‘tidak semua cinta bisa dimiliki’” (hal 234)

Point of View :
Penulis menggunakan POV 3 dalam novel Love Puzzle ini. Meskipun dengan sudut pencerita, akan tetapi penulis berhasil melakonkan setiap tokoh dengan apik, tidak saling tertukar feel masing-masing tokoh, atau roh satu tokoh menyatu ke dalam roh tokoh yang lain. 

Setting
Setting atau latar novel ini adalah di Bandung, tempat penulis berasal, penulis yang menggunakan beberapa tempat khas Kota Bandung, membuat novel ini secara tidak langsung menjadi semacam buku promosi wisata yang mengenalkan kota Bandung karena beberapa latar cerita ada di tempat-tempat terkenal di Bandung seperti Trans Studio Bandung, Jalan Braga, dan Bumi Perkemahan Cikole.  

Bumi Perkemahan Cikole
Sumber : www.mybdg.com

Pesan dan Kritik Sosial :
Novel ini berisi banyak pesan, tak hanya tentang meraih mimpi dan persahabatan, tapi juga tentang langkah untuk move on dari kenangan. Seperti yang dikatakan oleh Ayara dalam novel ini “Kalau mau move on kan enggak boleh tanggung-tanggung, ya?” (hal 263).
 Kalimat dari Ayara ini bisa menjadi pembelajaran untuk para remaja yang katanya move on tapi masing nanggung, katanya udah move on tapi masih nyimpen foto mantan di dompet dan suka stalking twitternya ^_^. Ingat kalau move on enggak boleh tanggung-tanggung, hehe.

Tak hanya pesan untuk remaja, tapi novel ini juga sarat pesan untuk para orang tua dan calon orang tua bagaimana harus mendidik anak-anaknya, baik yang kembar maupun tidak. Sehingga bisa dikatakan, novel ini cocok untuk segala usia, baik teenager, young adult, maupun adult.

Novel ‘Love Puzzle’ juga berisikan kritik sosial, yaitu mengenai kenakalan remaja, yaitu tawuran pelajar yang kerap dilakukan remaja dan sangat menjadi perhatian pemerintah, namun hingga kini angka tawuran pelajar belum juga berkurang, bahkan saking berdampak buruk untuk remaja, bupati Purwakarta akan menerapkan sanksi Rp 20 juta bagi pelaku tawuran.

Dalam novel ini dikisahkan jika Raja merupakan remaja yang kerap tawuran, bahkan suatu ketika ada korban jiwa dalam tawuran yang mana ada Raja di dalam tawuran tersebut. 
Ketika membaca bagian ini, saya jadi ingat kasus tawuran yang menyita perhatian nasional. Kasus tawuran yang terjadi antara SMA 70 dan SMA 6 pada September 2012 silam. Dalam tawuran itu menewaskan Alawy Yusianto Putra yang dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolahnya. Ini hampir sama dengan kisah Dion, siswa berprestasi yang tewas dalam tawuran di novel ‘Love Puzzle’.

Diceritakan jika Dion yang berprestasi terjebak dan harus ikut tawuran. Bisa jadi, bukan saja Dion yang terjebak dan harus ikut tawuran karena takut dianggap tidak setia kawan, masih banyak remaja di Indonesia yang terjebak dalam kesia-siaan dendam kesumat antar sekolah turun temurun. Selain itu masih banyak faktor penyebab kenapa seorang anak ikut tawuran, seperti yang dijelaskan dalam ‘Love Puzzle’, Raja ikut tawuran bukan karena ia berjiwa pendendam, tapi karena ia lebih ingin diperhatikan di tengah kehidupannya yang dianggapnya tak berguna.

Para orang tua dan calon orang tua harus bisa menjadi sahabat anak dan memahami apa sebenarnya yang diinginkan oleh anak-anaknya, agar anak-anak tersebut tidak mencari pelarian ke dunia luar dan tersesat di dunia hitam yang penuh dendam  

Rangkaian Kepingan Cinta, Mimpi, dan Kenangan
Novel ini bisa dikatakan lengkap dengan rangkaian koflik, baik itu cinta, persahabatan, dan keluarga. Konflik cinta antara Rasi, dua orang Raja dan Araya. Konflik persahabatan antara Rasi dan Ayara, dan konflik keluarga dua Raja.

Konflik dalam novel Love Puzzle ini begitu padat, sehingga tiap lembarannya kita disajikan dengan petunjuk atau kepingan puzzle baru yang merangkai cerita, sehingga setiap lembarnya tidak berisi cerita yang membosankan atau keluar jalur. Setiap rangkaiannya mencipta rantai yang saling menyatu antara satu dan lainnya.

Mimpi –mimpi para remaja di sini juga dijelaskan secara apik, bagaimana mimpi dua Raja yang ingin menjadi pesulap dan komikus, mimpi Araya untuk jadi pianist, serta mimpi Rasi yang ingin menjadi seorang fotografer. Gambaran mimpi-mimpi mereka berempat juga tergambar apik di bagian belakang pembatas buku.

Membaca novel ini seperti halnya bermain puzzle, kita harus mendapatkan potongan yang tepat dan merangkainya hingga menemukan gambar utuh. Pembaca harus menemukan kepingan cinta, mimpi, dan kenangan yang ada di antara empat tokoh sentral sebelum akhirnya hasil gambar puzzle yang utuh. Meskipun ini bukan novel misteri atau detektif, akan tetapi setiap lembar novel ini mengajak pembaca untuk menebak-nebak misteri apa yang ada di balik halaman selanjutnya sehingga di akhir lembar terakhir pambaca akan berteriak ‘Oh, Ternyata!’.

Kepingan petunjuk dalam novel ini harus disusun utuh, cinta, mimpi, dan kenangan. Jangan sampai hanya kepingan cinta dan mimpi saja yang disusun, karena akan ada bagian yang hilang jika kepingan kenangan ditinggalkan, begitu juga jika ada kepingan lain yang tertinggal, maka kisah dalam novel ini tak akan bisa terungkap dengan sempurna.    

 Kekurangan :
Cover :
Kover novel ini kurang menggambarkan isinya. Kamera yang sering dipakai Rasi adalah kamera DSLR dan bukan kamera polaroid, apalagi tak ada satupun adegan yang menggunakan kamera polaroid, sehingga kurang tepat jika ada gambar kamera polaroid di bagian kover novel.
Selain itu, penggunaan Font warna ungu untuk kover juga mati warna karena digabungkan dengan dasar kover berwarna abu-abu, sehingga judul ‘Love Puzzle’ tidak terlalu terlihat, ukurannya pun juga terlalu kecil dan ditempatkan di pojok bawah sehingga pembaca yang melihat dari jauh akan kebingungan apa judul novel ini.
Adanya dobel kover memang bagus dan unik, apalagi di bagian dalam menggambarkan pemandangan kota Bandung yang menjadi latar novel ini, akan tetapi ada yang janggal pada sosok cowok dan cewek yang ada di kover. Sosok tersebut tubuhnya terlalu besar dan kurang langsing. Apalagi sosok bayangan di samping cewek kan kurus, seharusnya sosok cowok di samping kananpun bertubuh serupa. Untuk tokoh Rasi tubuhnya juga terlalu besar jika dibandingkan dengan penggambaran di novel yang tubuhnya tidak besar. 

Kover bagian dalam Love Puzzle

Typo :
Ada beberapa typo dalam novel ini, seperti :
-          Kelakukan (hal 32) -> Kelakuan
-          Merongoh (hal 49) -> Merogoh
-          Menelesup (hal 57) -> Menelusup
Meskipun ada beberapa typo, namun tidak terlalu mengganggu kenikmatan dalam membaca novel ini. 

Deskripsi :
Deskripsi dalam novel ini menurut saya kurang detil, seperti ketika Raja mengajak Rasi ke Cikole, Lembang Bandung, akan lebih baik jika penulisnya mengeksplorasi detil dalam adegan tersebut, karena tak semua orang tahu bagaimana keindahan daerah Cikole, Bandung. Selain itu ada beberapa adegan yang kurang detail penggambarannya, seperti saat Rasi sendirian dari kontrakan Raja, tidak dijelaskan adanya cahaya lampu jalan atau semacamnya, akan tetapi Rasi bisa melihat mata merah dari preman yang mengganggunya. 

Rahasia dan Keajaiban Si Kembar :
Kita bukan saling melengkapi, tapi sebuah kesatuan.
Satu jiwa dalam dua raga. Karena sebenarnya tak ada KITA,
yang ada hanya aku dan kamu dalam wujudmu, juga kamu dan aku dalam wujudku.

Kalimat tersebut ada di epilog dalam novel ‘Love Puzzle’ yang mengisahkan tentang dunia si kembar. Novel ini seolah ingin mengatakan pada dunia jika dunia anak kembar adalah dunia penuh keajaiban di dalamnya, ada kesatuan yang tak terpisahkan antara dua hati dan dua jiwa anak kembar.

Ketika membaca novel ini, saya jadi teringat dengan Serial Kartun tahun 90-an yang berjudul ‘Miracle Girls’, yang bercerita tentang sepasang saudara kembar bernama Mikage dan Tomomi. Dua gadis remaja ini memiliki sifat yang berlainan satu sama lain, Mikage yang feminim dan Tomomi yang lebih cenderung tomboy. Akan tetapi mereka memiliki rahasia, mereka bisa bertukar jiwa dengan menautkan dua jari kelingking mereka ketika salah satu diantara mereka mengalami kesulitan.  

Miracle's Girls

Tomomi dan Mikage

Sejak menonton serial ‘Miracle Girls’ itu saya jadi ingin memiliki saudara kembar, dan ketika saya bertemu dengan anak kembar, hal pertama yang saya tanyakan adalah ‘Kalian pernah bertukar tempat satu sama lain gak?’

Ya, anak kembar memang unik dan rasanya tak ada habisnya apabila membahas anak kembar. Ada ribuan keunikan dan rahasia yang ada dalam diri mereka.
 

Evi Sri Rezeki & Eva Sri Rahayu
Sumber : tamanbermaindropdeadfred.files.wordpress.com



Dalam suatu penelitian dalam jurnal Intitute of General Linguistics, dikatakan jika sekitar 40% anak kembar memiliki bahasa sendiri yang hanya dimengerti oleh mereka saja, bahasa tersebut dinamakan Cryptophasia. Mereka seolah menciptakan pertautan yang tak bisa dipisahkan karena mereka pun sudah disatukan jiwanya oleh Tuhan sejak masih dalam kandungan.
Hubungan batin inilah yang tak bisa dipisahkan, apabila satu kembaran sakit, maka kembaran yang lainnya akan merasakan hal serupa. Meskipun sulit diterima nalar, tapi memang begitulah adanya.

Meskipun saudara kembar itu memiliki banyak kemiripan, tapi bukan berarti orang tua berhak untuk menyama-nyamakan mereka dalam segala hal. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing, begitu juga dengan anak kembar. Mereka memiliki keinginan dan cita-cita masing-masing. Oleh karena itu orang tua yang memiliki anak kembar harus bijak menyikapi keinginan masing-masing anak. 

        Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, novel ini memiliki banyak sekali kelebihan dan pembelajaran. ‘Love Puzzle’ ini layak menjadi bacaan dan koleksi di rumah. Dan saya memberikan 4 dari 5 bintang untuk novel ‘Love Puzzle’ ini ^_^. (Richa Miskiyya)  

*Review ini diikutsertakan dalam Lomba Review Novel Love Puzzle - Eva Sri Rahayu*

http://www.smartfren.com/ina/home/



www.noura.mizan.com



Jangan lupa nonton juga book trailernya di bawah ini, ya ^_^

Read More